Abstrak
Usaha peternakan ayam ras pedaging (broiler) merupakan salah satu usaha ternak yang banyak dijalankan khususnya di Kota Tarakan karena dianggap usaha ini sangat potensial untuk dikembangkan karena ayam ras jenis pedaging memiliki siklus produksi yang pendek yaitu sekitar 30-40 hari. Namun peternakan tersebut banyak didirikan di sekitar pemukiman masyarakat sehingga mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Selain itu, dampak lingkungan yang dihasilkan peternakan juga ikut dirasakan masyarakat. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui dampak lingkungan dari usaha peternakan ayam ras pedaging, untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan dari peternakan ayam ras pedaging, dan menganalisis persentase biaya lingkungan terhadap total biaya produksi peternakan ayam ras pedaging di Kota Tarakan. Analisis data menggunakan analisis pohon masalah, deskriptif persentase, dan persentase biaya lingkungan. Data yang digunakan pada skripsi ini terdiri atas data primer dan sekunder. Metode penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak lingkungan yang ditimbulkan peternakan yaitu dampak terhadap tanah berupa kerusakan tanah, dampak terhadap udara yaitu bau tak sedap dan keberadaan lalat. Persepsi masyarakat terhadap dampak lingkungan yaitu sebanyak 65% masyarakat merasakan bau tak sedap, 20% merasakan dampak terhadap tanah, dan 60% merasa terganggu dengan keberadaan lalat. Persentase biasa lingkungan yang dialokasi peternak yaitu 0,01% atau sebesar Rp.16.190,43 dalam satu periode.