Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya organisasi pada Fakultas Perikanan & Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deksriptif. Responden Penelitian ini berjumlah 110 yang berasal dari Mahasiswa, Alumni, Dosen dan tenaga kependidikan. Metode analisis yang digunakan adalah Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) dengan bantuan Microsoft Excel 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, profil budaya organisasi saat ini yang lebih dominan dirasakan adalah budaya Klan yang berfokus pada pengembangan SDM, loyalitas dan fungsi organisasi sebagai keluarga (Clan) dan budaya Market yang berfokus pada lingkungan kerja yang berorientasi pada tujuan dan hasil serta bersifat kompetitif dalam mencapai prestasi. Kedua, profil budaya organisasi yang diharapkan lebih dominan mempertahankan budaya Klan serta menginginkan perubahan budaya baru dimasa mendatang yaitu budaya Adhokrasi (Adhocracy) yang berfokus menciptakan lingkungan kerja yang dinamis, tidak terlalu dibatasi oleh struktur sehingga anggota organisasi dapat dengan bebas menggali dan menyalurkan ide-ide kreativitas serta berani untuk memberikan inovasi baru antara pimpinan Fakultas (Dekan) dan bawahan (Dosen dan Tenaga Kependidikan serta Mahasiswa). This research aimed to analyze the organizational culture at Faculty of Fisheries & Marine Sciences, Universitas Borneo Tarakan. This research used a descriptive-quantitative approach. Respondents of this study amounted to 110 who came from students, alumni, lecturers and education staff. The date were then analyzed using Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) equipped with Microsoft Excel 2019. The results of the study show that: First, the current organizational culture profile that is more dominantly perceived is the Klan culture which focuses on HR development, loyalty and organizational function as a family (Clan) and Market culture that focuses on a goal and results-oriented work environment and is competitive in achieving performance. Second, the organizational culture profile which is expected to be more dominant in maintaining the Clan culture and wanting new cultural changes in the future, namely the Adhocracy culture which focuses on creating a dynamic work environment, not too limited by the structure so that members of the organization can freely explore and channel ideas. creativity and courage to provide new innovations between the Faculty leadership (Dean) and subordinates (Lecturers and Education Personnel and Students).