Abstrak
Penggunaan nematoda entomopatogen sebagai agens pengendali hayati masih terbatas penggunaanya. Hal ini disebabkan alternatif media pembawa untuk aplikasi umumnya hanya menggunakan air. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui jenis media pembawa NEP yang dapat digunakan untuk aplikasi; dan (2) membandingkan efektifitas media pembawa apakah yang efektif digunakan untuk aplikasi NEP. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni metode eksperimen dengan perlakuan: (1) media air; (2) media spons cair; (3) media T. mollitor; (4) media tepung kedelai ditambah dog food dan 1 larva terinfeksi NEP; (5) media tepung jagung ditambah dog food dan larva terinfeksi NEP; dan (6) media tepung jagung ditambah limbah kulit udang dan larva terinfeksi NEP. Masing unit percobaan diulang sebanyak 7 kali. Hasil penelitian menunjukkan tingkat mortalitas tertinggi (80%) pada media pembawa spons cair, namun tidak terdapat perbedaan tingkat mortalitas antar media pembawa. Selain itu, media spons cair memiliki jumlah infective juvenile (IJ) tertinggi (56,8 IJ), dan berbeda nyata hanya dengan media tepung jagung ditambah limbah kulit udang dan larva terinfeksi NEP. Penggunaan media air, spons cair, dan larva terinfeksi dapat menjadi alternative untuk aplikasi NEP, sedangkan penambahan tepung limbah udang tidak direkomendasikan karena diduga mempegaruhi aktivitas NEP terhadap inang, sehingga perlu dikaji kembali. Kata kunci: Media Pembawa, Nematoda Entomopatogen, Spons Cair.