Abstrak
Kuantitas tidur sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Jika kuantitas tidur bayi buruk maka dapat mengakibatkan fisiologi dan psikologi bayi terganggu keseimbangannya. Pada bayi dengan batuk pilek masalah yang sering timbul adalah gangguan tidur. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diberikan pada bayi yang sedang batuk pilek adalah pijat bayi. Pijat bayi dapat membantu mengeluarkan hormon endorphin sehingga memberikan rasa rileks pada otot bayi yang akan membuat bayi semakin nyaman baik secara fisik maupun psikologi. Pijat bayi juga dapat mengakibatkan penurunan gelombang alpha dan gelombang beta, sehingga gelombang tetha akan mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kuantitas tidur pada bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperiment pre and post-test without control. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 124 bayi. Sampel berjumlah 33 responden. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kuantitas tidur bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek sebelum diberikan intervensi pijat bayi yaitu sebesar 9,97 dengan klasifikasi kuantitas tidur buruk. Rata-rata kuantitas tidur bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek setelah diberikan intervensi pijat bayi mengalami peningkatan yaitu sebesar 12,42 dengan klasifikasi kualitas tidur baik. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon didapatkan hasil p-value = 0,001 (p-value0,05) yang berarti menyatakan bahwa ada pengaruh pemberian pijat bayi terhadap kuantitas tidur bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Bagi Puskesmas diharapkan dapat memberikan pijat bayi sebagai terapi non farmakologi untuk mengatasi gangguan tidur pada bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek.