Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Pembiayaan Perbankan terhadap Pertambangan di Indonesia

Koleksi Perpustakaan•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: tingkat efisiensi relatif produksi, tingkat penyerapan pembiayaan, pengaruh penyerapan pembiayaan dengan efisiensi relatif produksi, tingkat efektivitas pembiayaan, pola pemetaan efisiensi relatif dengan tingkat penyerapan, dan perencanaan kebutuhan kapital di sektor pertambangan. Menggunakan pendekatan kuantitatif: location quotient yang ditransformasi, incremental capital output ratio, dan regregi kolerasi dan perencanaan pembiayaan sesuai data sekunder dari Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian ini menunjukkan, efisiensi relatif produksi adalah yang tertinggi di Wilayah Kalimantan sebesar 3.14. Terendah di Jawa dengan nilai sebesar 0.21. Penyerapan relatif pembiayaan perbankan tertinggi Wilayah Bali & Nusa Tenggara sebesar 4.49. Terendah Wiayah Jawa dengan nilai sebesar 0.38. Penyerapan pembiayaan terhadap efisiensi produksi berpengaruh signifikan. Efektivitas pembiayaan dengan nilai tertinggi adalah Wilayah Sulawesi sebesar 27.30. Terendah Kalimantan dengan nilai sebesar 1.58. Pola keterkaitan efisiensi relatif produksi dengan penyerapan pembiayaan menunjukkan, provinsi yang masuk kategori progresif inovatif adalah Provinsi Jambi dan gagal adalah Provinsi Sulawesi Utara dan Maluku selama 6 tahun. Berdasarkan hasil analisis perencanaan pada skenario I dengan target pertumbuhan sebesar 3% maka kebutuhan kapital sebesar 1.182 triliun. Sementara untuk skenario II dengan target pertumbuhan sebesar 4,5% maka kebutuhan kapital sebesar 1.856 triliun. Terakhir untuk skenario III dengan target pertumbuhan sebesar 6% maka kebutuhan kapital sebesar 2.590 triliun.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pembiayaan Perbankan terhadap Pertambangan di Indonesia2025 · oai:ais:library-item:31468