Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2020Versi 1

Pertumbuhan Udang Windu (Penaeus monodon) dengan Pemberian Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus)

Koleksi Perpustakaan•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Hormon yang berperan dalam proses molting hewan krustasea seperti udang yaitu moulting stimulating hormon (MSH) dan molt inhibiting hormone (MIH). Prekursor dari hormon ini yaitu kolesterol. Daun katuk (Sauropus androgynous) mengandung senyawa kimia yaitu sterol yang diduga mampu meningkatkan MSH pada udang windu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan udang windu setelah pemberian ekstrak daun katuk. Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan dengan dosis Perlakuan 1 (Kontrol) tanpa pemberian ekstrak katuk, Perlakuan 2 (P2) 5 gr/kg pakan, Perlakuan 3 (P3) 50 gr/kg pakan, Perlakuan 4 (P4) 100 gr/kg pakan. Berdasarkan hasil penelitian pertumbuhan berat dan pertumbuhan panjang secara statistik menunjukkan berbada nyata (P0,05). Pertumbuhan udang windu pada akhir penelitian pertumbuhan berat paling tinggi terdapat pada P4 dengan pemberian ekstrak daun katuk dengan nilai pertumbuhan berat rata-rata (70,18±9,57 gr). Sedangkan pertumbuhan berat paling rendah terdapat pada P1 dengan nilai pertumbuhan berat rata-rata (32,62±7,54gr). Pertumbuhan panjang paling tinggi terdapat pada P4 dengan panjang rata-rata (1,19±0,10 cm) sedangkan pertumbuhan panjang paling rendah terdapat pada P1 dengan pertumbuhan panjang rata-rata (0,62±0,09 cm). Data kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu berkisar 25-30 oC, DO 5,28 -8,43 ppm, salinitas 27-30 ppt dan pH 6,14–7,9mg/l. Pemberian ektrak katuk mampu meningkatkan pertumbuhan udang windu.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pertumbuhan Udang Windu (Penaeus monodon) dengan Pemberian Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus)2020 · oai:ais:library-item:25054