Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepemimpinan transformasional sebagai variabel mediasi. Studi ini dilakukan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada 49 responden, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Namun, motivasi kerja dan lingkungan kerja tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Kepemimpinan transformasional juga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, disiplin kerja dan lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepemimpinan transformasional, sedangkan motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepemimpinan transformasional. Analisis peran mediasi menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional tidak berperan signifikan dalam memediasi hubungan antara disiplin kerja, motivasi kerja, atau lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Hal ini mengindikasikan bahwa pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja lebih bersifat langsung, sementara peran kepemimpinan transformasional sebagai mediator belum terwujud secara optimal pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Utara.