Abstrak
Setiap tahunnya sekitar 2,2 juta jiwa di Negara-negara berkembang terutama remaja-remaja meninggal dunia akibat berbagai penyakit yang disebabkan oleh kurangnya air minum yang aman dan sanitasi hygiene yang buruk. Pelayanan sanitasi yang memadai, persediaan sanitasi yang memadai, persediaan air yang aman, sistem pembuangan sampah yang memadai dapat menekan angka kematian akibat diare sampai 65% serta penyakit-penyakit lainnya sebanyak 26%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada remaja dan hubungannya dengan kejadian sakit pada remaja di Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan studi korelasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini bersifat korelatif tidak sejajar (pengaruh). Populasi pada penelitian ini adalah remaja SMP kelas VII dengan banyak populasi 989. Jumlah sempel dalam penelitian ini adalah 285 responden yang dipilih dengan teknik Disproportionate Stratified Random Sampling. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dipilih dengan kriteria inklusi yaitu siswa-siswi yang berusia 11-13 tahun, siswa-siswi yang mendapatkan penjelasan terkait pengambilan data, dan siswa-siswi yang mengisi kuesioner ini dengan lengkap. Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 1 Tarakan, SMP Negeri 5 Tarakan, SMP Negeri 8 Tarakan, dan SMP Negeri 9 Tarakan. Dengan hasil pengetahuan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kategori baik dan cukup baik, responden jarang mengalami sakit dan sebagian besar tidak pernah mengalami sakit, Tingkat pengetahuan tentang PHBS dalam kategori cukup terhadap kejadian sakit dalam kategori jarang memiliki hasil yang lebih besar dari yang lain. Analisis data yang digunakan dengan uji Chi-square diperoleh nilai p= 0,248. Tidak ada hubungan antara prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terhadap kejadian sakit pada remaja di Kota Tarakan.