Abstrak
Masturbasi adalah rangsangan pada organ kelamin untuk mendapatkan kepuasan seksual tanpa bersenggama, yang umum terjadi di kalangan remaja dan sering kali diiringi perasaan bersalah akibat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara perilaku masturbasi, perasaan bersalah, dan dampaknya terhadap kesehatan mental remaja di wilayah perbatasan Pulau Sebatik, Indonesia. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan siswa dari SMAN 1 Sebatik Tengah sebagai sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku masturbasi dan perasaan bersalah dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,176. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara perilaku masturbasi dengan kesehatan mental (kecemasan, stres, depresi) dengan nilai koefisien korelasi masing-masing 0,066, 0,097, dan 0,037. Sebaliknya, terdapat hubungan antara perasaan bersalah dan kesehatan mental dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,175, 0,162, dan 0,184. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan intervensi yang lebih efektif untuk mendukung kesehatan mental remaja.Masturbasi adalah rangsangan pada organ kelamin untuk mendapatkan kepuasan seksual tanpa bersenggama, yang umum terjadi di kalangan remaja dan sering kali diiringi perasaan bersalah akibat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara perilaku masturbasi, perasaan bersalah, dan dampaknya terhadap kesehatan mental remaja di wilayah perbatasan Pulau Sebatik, Indonesia. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan siswa dari SMAN 1 Sebatik Tengah sebagai sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku masturbasi dan perasaan bersalah dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,176. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara perilaku masturbasi dengan kesehatan mental (kecemasan, stres, depresi) dengan nilai koefisien korelasi masing-masing 0,066, 0,097, dan 0,037. Sebaliknya, terdapat hubungan antara perasaan bersalah dan kesehatan mental dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,175, 0,162, dan 0,184. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan intervensi yang lebih efektif untuk mendukung kesehatan mental remaja.