Abstrak
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait permintaan bawang merah (Allium ascaonicum L) pada tingkat konsumen rumah tangga di Kota Taraan. Pertama, faktor-faktor apa saja yang mempenrgaruhi permintaan bawang merah? Kedua, bagaimana elastisitas permintaan bawang merah?. Skripsi ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Data yang digunakan dalam penelian ini terdiri dari data primer dan data sekuder. Pengambilan sampel konsumen digunakan dengan metode sampling kebetulan (Accidental Sampling) yakni konsumen yang sedang membeli Bawang Merah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai R Square sebesar 0,861 yang berarti bahwa 86,1% variasi permintaan bawang merah dapat dijelaskan oleh variabel harga bawang merah, pendapatan, dan jumlah tanggungan sedangkan sisanya yaitu sebesar 13,9% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian. Hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan semua variabel independent (X) berpengaruh nyata terhadap variabel dependent (Y) yang artinya input yang digunakan memberikan pengaruh nyata terhadap permintaan bawang merah di kota Tarakan. Secara parsial (uji t) variabel harga bawang merah (X1) dengan nilai Sig. sebesar 0,000 0,05 dan variabel pendapatan (X2) dengan nilai Sig. sebesar 0,037 0,05 berpengaruh signfikan terhadap permintaan bawang merah. Sedangkan untuk jumlah tanggungan (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan bawang merah dikarenakan nilai signifikannya > 0,05. Hasil elastisitas permintaan terhadap harga bawang merah bersifat inelastis, dengan nilai koefisien sebesar 0,786.