Abstrak
Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai dengan berbagai perubahan, sehingga menjadinya sesuatu yang rentan terhadap berbagai perilaku, termasuk perilaku seksual. Perilaku seksual yang berisiko memerlukan pencegahan serta penanganan serius sesegera mungkin karena dapat menimbulkan banyak akibat. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan pemberian intervensi peer group education yang dikombinasikan dengan pemberian intervensi latihan assertive untuk meningkatkan asertivitas terhadap perilaku seksual remaja di wilayah perbatasan Sebatik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pengaruh peer group education dan latihan assertive terhadap perilaku seksual remaja di wilayah perbatasan Sebatik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode quasi eksperimen pretest dan posttest with control group design. Penelitian ini menggunakan analisis uji Wilcoxon Signed Rank Test dan telah lulus uji etik (No.112/KEPK-FIKES UBT/XI/2024). Hasil penelitian: terdapat pengaruh peer group education dan latihan assertive terhadap perilaku seksual remaja di wilayah Perbatasan Sebatik dengan nilai p value adalah 0,001 (p0,05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah peer group education dan latihan assertive berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku seksual remaja di wilayah Perbatasan Sebatik. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan intervensi ini dengan menggunakan metode yang baru untuk mengatasi perilaku seksual pada remaja.