Abstrak
Pengembangan Bawang merah di Pulau Kalimantan khususnya di Kalimantan Utara belum dilakukan dengan maksimal, Tanah di Kalimantan Utara tergolong asam sehingga menyebabkan produktifitas dan hasil tanaman bawang merah menurun. Budidaya tanaman bawang merah menggunakan jenis mulsa dapat mempengaruhi tanah diantaranya memperbaiki pori-pori tanah, menjaga kelembapan tanah, menciptakan suhu yang sesuai bagi tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan optimal. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh aplikasi mulsa organik rerumputan terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor (pemberian mulsa organik). Terdapat 5 perlakuan yaitu P0 (Kontrol), P1 (mulsa alang-alang), P2 (mulsa teki), P3 (mulsa belulang), P4 (mulsa grinting) dan diulang sebanyak 5 kali dengan pemberian mulsa organik sebanyak 3 kg di setiap bedengan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan jenis mulsa organik rerumputan memberikan pengaruh nyata di parameter pengamatan tinggi tanaman pada umur 10 HST, 20 HST dan jumlah umbi. Perlakuan jenis mulsa organik rerumputan memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata di parameter pengamatan jumlah daun, diameter umbi, berat umbi perbedengan, berat pupus dan berat umbi ton perhektar. Tetapi perlakuan mulsa teki merupakan perlakuan terbaik disetiap parameter pengamatan dibandingkan dengan dengan perlakuan kontrol, mulsa alang-alang, mulsa belulang dan mulsa grinting.