Abstrak
Abstrak Pemanfaatan gulma sebagai mulsa organik untuk mengendalikan gulma masih terbatas informasinya, khususnya pada tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui jenis gulma pada berbagai pengunaan mulsa organik rerumputan, dan (2) mengetahui pengaruh jenis mulsa organik terhadap pertumbuhan gulma. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor (pemberian mulsa organik). Terdapat 5 perlakuan yaitu P0 (Kontrol), P1 (mulsa alang-alang), P2 (mulsa teki-teki), P3 (mulsa belulang), P4 (mulsa grinting) dan diulang sebanyak 5 kali dengan pemberian mulsa organik sebanyak 3 kg di setiap bedengan. Parameter utama yang digunakan dalam penelitian ini analisis vegetasi awal, jenis gulma, jumlah gulma, berat basah pupus gulma, berat kering pupus gulma. Analisis data mengunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dengan taraf 95%, serta uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian ini menunjukan; (1) Terdapat 11 spesies gulma yang ditemukan pada tanaman bawang merah yakni E. Indica, A. conyzoides, C. rutidosperma, B. latifolia, L. hyssopifolia, C. crepidiodes, C. rontundus, A. aspera, P. ninuri, C. dactylon, dan H. difusa, (2) Pemberian perlakuan mulsa organik rerumputan memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah gulma umur 2 MST dan 4 MST, kerapatan gulma umur 4 MST, persentase penutupan gulma 2 MST, 4 MST dan 6 MST. Namun, tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jenis gulma 6 MST, kerapatan gulma 2 MST dan 6 MST, berat basah bobot gulma dan berat kering bobot gulma, (3) Jenis mulsa organik alang-alang dengan berat 3 kg per 1 m2 mampu menekan pertumbuhan gulma. Tetapi pemberian mulsa organik belulang dan grinting berpotensi meningkatkan kerapatan gulma dan penutupan gulma pada petak perlakuan.