Abstrak
ABSTRAK Kesehatan jiwa merupakan kondisi seseorang dimana individu tersebut mampu berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuannya sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif dan individu tersebut mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya. Isolasi sosial merupakan keadaan kesepian yang dialami oleh seseorang karena orang lain dianggap menyatakan sikap negatif dan mengancam bagi dirinya. Isolasi sosial adalah keadaan dimana seorang individu mengalami penurunan fungsi pikiran dan perilaku atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya isolasi sosial sebagai suatu pengalaman menyendiri dari seseorang dan perasaan segan terhadap orang lain sebagai sesuatu yang negatif atau keadaan yang mengancam. Tujuan umum penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuha keperawatan kepada klien Tn. A dengan Masalah Utama Isolasi Sosial : Menarik Diri di ruang Teratai Rumah Sakit Umum dr H. Jusuf SK Kota Tarakan. Hasil pengkajian klien terdapat 6 masalah keperawatan yaitu: isolasi sosial: menarik diri, Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, gangguan konsep diri: harga diri rendah, defisit perawatan diri, risiko perilaku kekerasan, dan koping individu tidak efektif. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan yang ada pada kasus tetapi tidak ada pada teori yaitu pada kasus klien terdapat diagnosa resiko perilak kekerasan tetapi pada teori untuk pasien resiko perilak kekerasan tidak ada diagnosa. Pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu resiko perilak kekerasan, Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari orang disekitar, untuk melakukan tindakan keperawatan klien mampu melakukan dengan benar, intervensi dipertahankan dan dilanjutkan secara mandiri oleh klien di rumah. Diharapkan keluarga mampu membimbing klien melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan agar indikator dapat teratasi.