Abstrak
Penelitian ini bermaksud untuk menjawab pertanyaan terkait bagaimanakah respon perkecambahan dan pertumbuhan tanaman seledri (Apium graveolens L.) terhadap perlakuan H2SO4 yang diberikan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAK dengan pola satu faktor yaitu faktor pengaruh waktu perendaman benih didalam larutan H2SO4 konsentrasi 24% dengan 6 taraf perlakuan. P0 = Tanpa perendaman, P1=Aquades, P2= Perendaman 5 menit, P3= Perendaman 10 menit, P4= Perendaman 15 menit, P5= Perendaman 20 menit. Selanjutnya hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam taraf 5% dan apabila terdapat pengaruh nyata akan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa; perlakuan perendaman menggunakan H2SO4 menghasilkan nilai yang berbeda nyata terhadap potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, indeks vigor dan jumlah daun 2 MST. Akan tetapi berbeda tidak nyata terhadap tinggi tanaman 2 MST, 4 MST, 6 MST dan jumlah daun 4 MST dan 6 MST. Lama perendaman benih didalam larutan asam sulfat dengan konsentrasi 24% memberikan hasil tertinggi pada perlakuan P4 yaitu perendaman selama 15 menit, pada parameter Potensi Tumbuh Maksimum (PTM) 100%, Daya Berkecambah (DB) 98%, Kecepatan Tumbuh (KCT) 25,28% , Indeks Vigor (IV) 98%, dan jumlah daun 2 MST 8,50 (P3). Perlakuan lama perendaman asam sulfat pada semua perlakuan cenderung memberikan hasil tertinggi terhadap parameter tinggi tanaman (2 MST 3,30 cm), 4 MST (5,20 cm), 6 MST (7,25 cm ) dan jumlah daun 4 MST (11,75 helai) dan 6 MST (14,50 helai ).