Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh upah minimum provinsi, tingkat pendidikan dan jumlah penduduk secara parsial dan simultan terhadap pengangguran di provinsi Kalimantan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Data Pokok Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dapodik Kemendikdasmen) dari tahun 2019-2024. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan bantuan program Eviews 12. Hasil penelitian ini diperoleh secara parsial menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap pengangguran di Kalimantan, sedangkan variabel upah minimum provinsi dan jumlah penduduk tidak berpengaruh signifikan terhadap pengangguran di Kalimantan. Secara simultan menunjukkan bahwa variabel upah minimum provinsi, tingkat pendidikan dan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap pengangguran di provinsi Kalimantan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan bagi pemangku kebijakan dalam merumuskan kebijakan upah minimum, meningkatkan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja serta mengendalikan pertumbuhan penduduk sehingga dapat menekan angka pengangguran secara efektif.