Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kinerja keberlanjutan UMKM di Kota Tarakan meskipun jumlah unit usaha mengalami peningkatan signifikan. Tantangan utama terletak pada rendahnya produktivitas pekerja berbasis pengetahuan dan adopsi inovasi digital yang belum merata. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Knowledge Workers Productivity (KWP) dan Digital Innovation (DI) terhadap Kinerja Keberlanjutan (KK) pada UMKM sektor Food and Beverage (F&B) di Kota Tarakan. Landasan teoritis yang digunakan meliputi Resource-Based View (RBV), Knowledge-Based View (KBV), dan Dynamic Capability Theory. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data primer dikumpulkan melalui survei kuesioner terhadap 190 karyawan UMKM F&B yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan pendekatan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KWP berpengaruh positif dan signifikan terhadap KK, baik secara langsung maupun melalui mediasi DI. Temuan utama mengungkapkan bahwa DI merupakan prediktor paling dominan dalam meningkatkan KK dan secara efektif memediasi hubungan antara KWP dan KK. Disimpulkan bahwa produktivitas pekerja berbasis pengetahuan memberikan dampak keberlanjutan yang optimal apabila disalurkan melalui inovasi digital yang konkret. Investasi pada kapasitas SDM dan akselerasi transformasi digital menjadi kunci utama bagi UMKM untuk mempertahankan keunggulan kompetitif jangka panjang.