Abstrak
Hubungan Beban Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap (Asoka, Dahlia, Anggrek A dan Anggrek B1) RSUD dr. H. Jusuf SK ABSTRAK Perawat bekerja selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan pasien, merawat pasien dengan penuh tanggung jawab dan memberikan pelayanan asuhan keperawatan individu atau kelompok orang yang mengalami tekanan karena menderita sakit. Namun, pelayanan yang diberikan oleh perawat masih sering dikeluhkan oleh masyarakat. Kinerja yang buruk akan berdampak terhadap rendahnya mutu pelayanan, pasien akan merasa tidak nyaman dan tidak puas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan beban kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja perawat pelaksana diruang inap. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling dengan responden sebanyak 96 orang yang berasal dari ruang rawat inap. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Penilaian Beban Kerja; Motivasi Kerja; dan Lembar Observasi. Analisis deskriptif digunakan untuk memperoleh gambaran tentang karakteristik, beban kerja, motivasi, dan kinerja perawat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan melihat nilai Fisher”s Exact Test. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebanyak 49 perawat (51%) memiliki beban kerja rendah; sebanyak 79 perawat (82.3%) memiliki motivasi tinggi dan sebanyak 91 perawat (94.8%) mayoritas memiliki kinerja tinggi. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara beban kerja dan kinerja perawat tetapi tidak ada hubungan antara motivasi dan kinerja perawat. Kesimpulannya adalah motivasi kerja yang tinggi akan mempengaruhi semangat dan perilaku kerja perawat di ruang rawat inap. Rumah sakit perlu menetapkan kebijakan tentang penerapan sistem penghargaan (reward) kepada perawat berprestasi untuk meningkatkan dan mempertahankan motivasi perawat dalam bekerja