Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2020Versi 1

Makna Ukiran Dayak Lundayeh Di Desa Wisata Pulau sapi kabupaten Malinau Kalimantan Utara kajian Semiotik.

Koleksi Perpustakaan•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ANALISIS MAKNA UKIRAN DAYAK LUNDAYEH DI DESA WISATA PULAU SAPI KABUPATEN MALINAU KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ukiran dan simbol Dayak Lundayeh, aspek penelitian melalui kajian semiotik. Penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Laporan penyajian data, disajikan secara terurai dalam bentuk kata-kata dan gambar. Sumber data penelitian ini adalah menganalisis, makna ukiran Dayak Lundayeh di desa wisata pulau sapi. Data dalam penelitian ini berupa validasi kepada informan dalam wawancara kepada tokoh adat. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, rekam, dan teknik catat. Penyajian hasil analisis data dengan analisis deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini dipilih sebanyak 2 informan untuk memperoleh data dari 20 jenis ukiran Dayak Lundayeh. Kemudian data dianalisis mengunankan lima tahapan. Dari 20 data ukiran yang di analisis diperoleh hasil 20 simbol budaya arit Dayak Lundayeh, diantaranya: Arit Fagu linawa, Arit busak linawa, Arit ilang linawa, arit menudun, Arit uwat linawa fadan liu burung, Arit efut, Arit ulung buaye, arit ulu safi, Arit rong basung, Arit tawak, Arit rubi, Arit ad’a balang, Arit diri ruma, Arit ulung eco lundaye, Arit utap, Arit buaye, Arit sigar mugang, Arit felefet, Arit ngaris ticu, Arit ruran ulung, dalam bentuk semiotik.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Makna Ukiran Dayak Lundayeh Di Desa Wisata Pulau sapi kabupaten Malinau Kalimantan Utara kajian Semiotik.2020 · oai:ais:library-item:24952