Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2021Versi 1

Uji Kemampuan Rhizobakteri Indigenous Dalam Memproduksi Hormon IAA dan Pengaruhnya Terhadap Perkecambahan Jagung (Zea Mays L.)

Koleksi Perpustakaan•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Jagung merupakan salah satu komoditas yang berperan penting di Indonesia, namun produksi jagung masih belum dapat memenuhi kebutuhan jagung secara nasional. Maka dari itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi jagung di Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan proses perkecambahan benih jagung. Perlakuan benih merupakan salah satu perlakuan yang bertujuan meningkatkan proses perkecambahan benih jagung di lapangan. PGPR yang mampu memproduksi hormon IAA merupakan salah satu bahan dalam perlakuan benih. Hormon IAA merupakan auksin yang berperan dalam merangsang imbibisi, mempercepat perkecambahan benih, meningkatkan aktivitas enzim, dan mendorong pemanjangan sel batang dan akar. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan memiliki 14 isolat rhizobakteri indigenous penambat nitrogen dan 2 pelarut fosfat, namun belum diketahui dalam menghasilkan hormon IAA. Tujuan penelitian untuk mendapatkan isolat penambat nitrogen dan pelarut fosfat yang mampu menghasilkan hormon IAA dan mengetahui pengaruhnya terhadap perkecambahan benih jagung. Penelitian dilakukan dua tahap, yaitu uji rhizobakteri penghasil hormon IAA dengan metode spektrofotometri dan uji kemampuan rhizobakteri terhadap perkecambahan jagung dengan metode perendaman benih. Analisis data uji rhizobakteri penghasil hormon IAA menggunakan metode deskriptif kuantitatif sedangkan uji perkecambahan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu : P0 (aquades), P1 (NB), P2 (B5(6)), P3 (B1(17)), P4 (B3(12)) dan P5 (B3(16)). Perlakuan P2, P3, P4 dan P5 benih direndam dengan kerapatan isolat rhizobakteri 108 cfu/ml. Parameter penelitian yaitu daya kecambah, laju perkecambahan, potensi tumbuh benih, kecepatan tumbuh benih, tinggi tanaman, panjang akar dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan isolat rhizobakteri penambat nitrogen dan pelarut fosfat mampu menghasilkan hormon IAA. Isolat B5(6) = 55,19 ppm, B1(17) = 31,99 ppm, B3(12) = 48,14 ppm dan B3(16) = 62,23 ppm. Hasil penelitian perlakuan isolat rhizobakteri terhadap perkecambahan jagung menunjukkan konsentrasi hormon IAA yang dihasilkan masih belum memenuhi kebutuhan jagung untuk meningkatkan proses perkecambahannya.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Uji Kemampuan Rhizobakteri Indigenous Dalam Memproduksi Hormon IAA dan Pengaruhnya Terhadap Perkecambahan Jagung (Zea Mays L.)2021 · oai:ais:library-item:26123