Abstrak
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya penurunannya adalah melalui pelayanan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care). Pada kasus ini, Ny. N usia 25 tahun G3P2A0 usia kehamilan 38 minggu 2 hari memiliki LILA 23,5 cm yang berada pada ambang batas risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK), sehingga memerlukan pemantauan dan asuhan komprehensif. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan Continuity of Care dan manajemen kebidanan Varney yang didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Data diperoleh melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan studi dokumentasi di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan tahun 2026. Hasil menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung baik meskipun LILA ibu berada pada ambang batas risiko KEK. Asuhan meliputi edukasi gizi, konsumsi tablet tambah darah, vitamin C, kalsium, serta pemantauan rutin. Persalinan berlangsung spontan tanpa komplikasi. Masa nifas berjalan fisiologis dengan involusi uterus normal dan produksi ASI lancar. Bayi lahir sehat, memperoleh pelayanan neonatal esensial, imunisasi HB-0, serta pemantauan tumbuh kembang sesuai standar. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih kondom sebagai kontrasepsi sementara. Analisis menunjukkan asuhan yang diberikan telah sesuai dengan teori dan standar pelayanan kebidanan. Kesimpulannya, asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. N dapat dilaksanakan secara berkesinambungan mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Pendekatan Continuity of Care membantu deteksi dini faktor risiko, pencegahan komplikasi, serta peningkatan kesehatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, ibu diharapkan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan kontrol rutin, sedangkan tenaga kesehatan perlu terus meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan komprehensif.