Abstrak
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jenis jamur yang sangat digemari masyarakat, hal ini dikarenakan jamur sebagai sumber protein nabati yang tidak mengandung kolesterol dan dapat mencegah timbulnya penyakit darah tinggi, jantung, diabetes serta dapat mengurangi berat badan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berbagai komposisi media tanam dan lama pengomposan terhadap pertumbuhan miselium jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) pada bibit Fo dan produksi jamur tiram putih, untuk mengetahui komposisi media tanam dan lama pengomposan manakah yang paling efektif untuk pertumbuhan miselium jamur tiram putih pada bibit F0 (Pleurotus ostreatus) dan produksi jamur tiram putih, dan untuk mengetahui kelayakan finansial usaha budidaya jamur tiram putih di Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor, yaitu jenis media tanam (M) dan lama pengomposan (T) yang diulang 5 kali. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan miselium, lebar tudung, panjang tangkai, berat basah jamur tiram, dan kelayakan finansial. Hasil penelitian ini adalah media tanam yang terdiri dari serbuk gergaji kayu meranti baik meranti merah ataupun putih yang dicampur dengan bekatul, jagung dan kapur memberikan pengaruh yang signifikan bagi pertumbuhan miselum pada bibit F0 dan produksi jamur tiram putih, komposisi media yang terbaik bagi pertumbuhan miselium pada F0 dan produksi jamur tiram adalah M4T2 yaitu media serbuk gergaji kayu meranti putih yang dicampur dengan jagung, bekatul, dan kapur serta dikomposkan selama 4 hari, dan setelah dilakukan perhitungan kelayakan finansial, ternyata usaha budidaya jamur tiram di Kabupaten Tana Tidung layak untuk dikembangkan, hal ini terlihat dari nilai R/C >1, yaitu 2,92 dan nilai B/C >1, yaitu 1,92 maka usaha bisa dikatakan layak untuk dikembangkan.