Abstrak
Penelitian ini di latarbelakangi oleh kondisi siswa yang mengalami permasalahan dalam mengikuti pembelajaran bahasa Inggris, terutama untuk kelas IX SMP Negeri 7 Tarakan. Peneliti memfokuskan penelitian ini dengan tujuan untuk mendeskripsikan kesulitan yang sering dialami siswa dalam belajar bahasa inggris, upaya yang dilakukan siswa dalam mengatasi kesulitan yang di alami oleh siswa. Peneliti menganggap penting untuk mengetahui kesulitan sehingga memdapatkan solusi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar bahasa inggris siswa. Untuk mengumpulkan data yang diperlukan, peneliti melakukan observasi langsung ke sekolah SMP Negeri 7 Tarakan, menyebar angket kepada siswa kelas IX, melakukan wawancara kepada siswa dan guru bahasa inggris, dan melakukan observasi dengan menggunakan catatan lapangan. Dari hasil analisis data yang diperoleh dari kegiatan observasi, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kemampuan berbahasa inggris siswa termasuk kategori kurang. Dari hasil analisis angket, peneliti menemukan beberapa permasalahan yang menyebabkan siswa kesulitan belajar bahasa inggris, yakni siswa masih menganggap bahasa inggris adalah salah satu pelajaran yang sulit dipelajari, kurangnya siswa mempraktekkan bahasa inggris, dan dengan didukung data hasil wawancara, peneliti menyimpulkan bahwa kesulitan belajar yang dialami siswa disebabkan oleh metode pembelajaran guru yang tidak sesuai dengan kondisi dan harapan siswa.