Abstrak
Layanan informasi pada dasarnya bertujuan untuk membekali peserta didik dari berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang bimbingan dan konseling yang berguna untuk mengenali diri, merencanakan dan mengembangkan pola kehidupan sebagai peserta didik, anggota keluarga dan masyarakat. Penelitian ini akan memebahas bagaimana pelaksanaan layanan informasi di sekolah yang di tinjau dari model CIPP. Selain itu Penelitian ini juga menggunakan motode kualitatif deskriptif, serta teknik analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian, data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan meliputi context tujuan dari pelaksanaan layanan informasi adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta didik terkait ketrampilan pola hidup, belajar, sosial dan karir. Input persiapan yang dilakukan guru BK sebelum melaksanakan layanan meliputi menyebarkan AKPD, menyusun RPL, menyediakan media, dan teknik/metode. Process layanan informasi dilaksanakan melalui bimbingan klasikal, papan bimbingan dan sosial media. Product evaluasi dilakukan beberapa cara meliputi, pertanyaan yang dilontarkan secara langsung dan ditunjuk secara acak. Kemudian peserta didik memberikan hasil kesimpulan dalam lembaran kertas dan terakhir melalui aplikasi quiziz. Dari evaluasi hasil bahwa siswa dapat memahami materi dengan baik. Dan apabila guru bimbingan konseling menunjuk secara random peserta didik mampu menjelaskan sesuai pemahaman mereka sendiri.