Abstrak
Latar Belakang: Abortus merupakan komplikasi kehamilan yang masih menjadi masalah kesehatan reproduksi penting di Indonesia, termasuk di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Pada tahun 2025, tercatat 82 kasus abortus di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tarakan, namun faktor maternal yang berhubungan dengan kejadian tersebut belum teranalisis secara mendalam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor maternal (umur, paritas, tingkat pendidikan, riwayat abortus, dan riwayat penggunaan kontrasepsi) dengan kejadian abortus di RSU Kota Tarakan tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 348 data rekam medik kasus kebidanan di RSU Kota Tarakan tahun 2025. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p 0,05. Hasil: Dari 348 sampel, 82 (23,6%) mengalami kejadian abortus. Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang bermakna antara umur ibu (p = 0,017) dan riwayat abortus sebelumnya (p = 0,033) dengan kejadian abortus. Sementara itu, paritas (p = 0,382), tingkat pendidikan (p = 0,168), dan riwayat penggunaan KB (p = 0,290) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Kesimpulan: Umur ibu dan riwayat abortus sebelumnya terbukti berhubungan secara bermakna dengan kejadian abortus di RSU Kota Tarakan. Temuan ini mengindikasikan perlunya skrining risiko abortus yang lebih intensif pada ibu hamil dengan usia berisiko dan riwayat abortus sebelumnya melalui pelayanan antenatal terpadu.