Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan matematika yang terdapat dalam proses pembuatan kain tenun Amanatun suku Timor. Kain tenun Amanatun merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Amanatun di kabupaten Timor Tengah Selatan yang memiliki nilai budaya, sosial, dan filosofis yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas pengrajin tenun Amanatun sebagai informan utama dan partisipan pendukung yang memiliki pengalaman dalam menenun kain Amanatun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa matematika dalam kain tenun Amanatun ditemukan pada alat, bahan, motif, serta setiap tahapan proses pembuatan kain tenun. Matematika yang ditemukan meliputi bilangan, aljabar, geometri, dan pengukuran. Bilangan digunakan dalam aktivitas menghitung jumlah benang, dan kebutuhan bahan. Aljabar ditemukan pada hubungan antara jumlah benang dan pola motif, serta penggunaan nilai konstan. Geometri ditemukan pada bentuk alat dan bahan, seperti tabung, bola, dan persegi panjang, serta pada motif yang berbentuk segitiga, belah ketupat, dan garis zig-zag. Pengukuran digunakan dalam menentukan ukuran kain, jarak antarbagian tenunan, kebutuhan bahan, dan estimasi waktu pengerjaan. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa teknik, kreativitas, keterampilan, dan pengalaman menenun, serta makna dan filosofi memiliki peran penting dalam pembuatan kain tenun Amanatun.