Abstrak
Udang windu merupakan golongan krustasea yang pertumbuhannya diikuti dengan pergantian kulit. Berdasarkan wawancara, salah satu permasalahan yang dialami oleh beberapa hatcheri di Pantai Amal Kota Tarakan adalah terhambatnya proses molting pada udang 2 fase pasca larva. Hal itu diduga terkait dengan ketersediaan pakan alami atau nutrisi. Pengaruh kualitas pakan alami yang diberikan mempengaruhi proses biosintesis hormon ekdisteroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun karamunting terhadap percepatan molting pascalarva udang windu melalui waktu perendaman yang berbeda. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan 1 perendaman tanpa pemberian ekstrak daun karamunting, perlakuan kedua perendaman selama 4 jam, perlakuan ketiga perendaman selama 8 jam, dan perlakuan keempat perendaman selama 16 jam, dengan konsentrasi yang sama yaitu 50 ppm pada masing-masing perlakuan. Berdasarkan hasil yang diperoleh selama penelitian, persentase molting udang windu tertinggi adalah pada perlakuan perendaman 16 jam dengan persentase molting sebesar 62%. Tingkat kelangsungan hidup udang windu tertinggi juga diperoleh pada perlakuan perendaman 16 jam dengan nilai 86%. Dengan demikian perlakuan perendaman menggunakan ekstrak daun karamunting dengan konsentrasi 50 ppm pada benih udang berpengaruh nyata terhadap aktivitas molting dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Persentase molting tertinggi diperoleh pada perlakuan perendaman 16 jam.