Abstrak
Harga diri rendah kronik merupakan masalah keperawatan yang sering dialami pasien gangguan jiwa, ditandai dengan penilaian negatif terhadap diri, rendahnya kepercayaan diri, dan kecenderungan menarik diri dari lingkungan. Kondisi ini dapat dipicu oleh pengalaman kegagalan, kehilangan peran, serta tekanan sosial ekonomi, terutama pada masyarakat pesisir. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan menganalisis penerapan asuhan keperawatan melalui tindakan keperawatan ners dan terapi afirmasi positif sebagai intervensi inovasi pada pasien dengan harga diri rendah kronik. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua klien Harga diri rendah kronik dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi. Tindakan keperawatan ners diberikan selama tiga hari, kemudian dilanjutkan dengan terapi afirmasi positif sebanyak tiga sesi yang disusun secara individual berdasarkan sumber stresor dan pengalaman hidup masing-masing klien. Tingkat harga diri diukur menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan skor RSES pada kedua klien, yaitu dari kategori rendah menjadi sedang setelah tindakan keperawatan ners dan meningkat menjadi kategori tinggi setelah terapi afirmasi positif. Selain itu, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali potensi diri, kepercayaan diri, interaksi sosial, serta mekanisme koping yang lebih adaptif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penyusunan afirmasi yang disesuaikan dengan pengalaman hidup dan sumber stresor klien mendukung perubahan persepsi diri ke arah yang lebih positif. Terapi afirmasi positif berpotensi menjadi intervensi pendamping dalam praktik keperawatan jiwa berbasis komunitas untuk meningkatkan harga diri dan mendukung pemulihan psikososial pasien dengan harga diri rendah kronik.