Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat persepsi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan terhadap pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian berjumlah 347 siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert 4 poin yang terdiri atas 15 butir pernyataan dan disebarkan melalui Google Form dengan teknik sampel jenuh. Dari 347 respons yang masuk, sebanyak 332 respons dinyatakan valid dan digunakan dalam analisis, sedangkan 15 respons tidak digunakan karena tidak memenuhi kriteria kelengkapan pengisian angket. Analisis data dilakukan melalui perhitungan skor rata-rata per indikator, pengkategorian tingkat persepsi berdasarkan interval skor rata-rata ke dalam tiga kategori yaitu Tinggi (3,01–4,00), Sedang (2,01–3,00), dan Rendah (1,00–2,00), serta interpretasi hasil secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi siswa terhadap pembelajaran berdiferensiasi berada pada kategori Tinggi dengan rata-rata skor sebesar 3,06. Sebanyak 161 siswa (48,5%) berada pada kategori Tinggi, 171 siswa (51,5%) berada pada kategori Sedang, dan tidak terdapat siswa yang berada pada kategori Rendah. Berdasarkan indikator penelitian, diferensiasi proses memperoleh skor rata-rata tertinggi sebesar 3,18 (kategori Tinggi), diikuti diferensiasi konten sebesar 3,04 (kategori Tinggi), sedangkan diferensiasi produk memperoleh skor rata-rata terendah sebesar 2,97 (kategori Sedang). Temuan ini mengindikasikan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi di SMP Negeri 1 Tarakan telah diterima dengan baik oleh sebagian besar siswa, sehingga pendekatan tersebut layak dipertahankan dan dikembangkan. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru matematika untuk meningkatkan kualitas diferensiasi produk yang masih berada pada kategori sedang, agar implementasi pembelajaran berdiferensiasi semakin merata dan optimal di seluruh kelas.