Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2024Versi 1

Kajian ketersediaan induk kepiting bakau matang ovari di perairan kota tarakan

•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Degradasi ekosistem mangrove yang disebabkan oleh alih fungsi menjadi tambak udang tradisional mengakibatkan penurunan hasil tangkapan kepiting bakau. Ketersediaan induk kepiting bakau matang ovari yang dapat menunjang usaha budidaya sampai saat ini masoh mengandalkan benih dan induk dari alam. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui ketersediaan induk kepiting bakau, dengan harapan menjaga keseimbangan induk serta menjaga kelestarian kepiting bakau matang ovari. Metode pengambilan data dilakukan dengan survei. Metode pengumpulan data primer diperoleh melalui observasi, partisipasi aktif dan wawancara terkait ketersediaan induk kepiting matang ovari yang ada di perairan kota Tarakan khususnya Kec.Tarakan Barat. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2023 hingga November 2023. Lokasi penelitian di Kota Tarakan Kec.Tarakan Barat. Produksi total TKO I, TKO II, TKO III selama setahun berturut-turut 3.997 kg, 72.422 kg, dan 144.281 kg. UD.Cakke Bone Mandiri lebih tinggi dari kios penampungan yang lain khususnya di wilayah Tarakan Barat. Hasil diperoleh dari nelayan dan tangkapan di tambak. Harga yang ditawarkan dan permintaan yang tinggi mempengaruhi jumlah pemasukan pada kios penampungan. Populasi kepiting masih sangat berlimpah dan stabil untuk wilayah Tarakan, dengan jumlah yang terus meningkat setiap tahunnya pada pengepul daerah Tarakan Barat.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Kajian ketersediaan induk kepiting bakau matang ovari di perairan kota tarakan2024 · oai:ais:library-item:30170