Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara model pembelajaran Project Based Learning dan Problem Based Learning terhadap konsentrasi belajar murid, dan manakah yang memberikan konsentrasi belajar lebih baik dengan model pembelajaran Project Based Learning atau Problem Based Learning terhadap konsentrasi belajar murid kelas X di SMKN 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen jenis quasi eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas X jurusan bangunan SMKN 2 Tarakan tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode homogeneous sampling berdasarkan kesamaan dalam penggunaan alur dan tujuan pembelajaran dalam pelajaran matematika yang terdiri dari kelas desain permodelan dan informasi bangunan 2 sebagai kelas eksperimen 1 yang berjumlah 25 murid dan kelas desain permodelan dan informasi bangunan 1 sebagai kelas eksperimen 2 yang berjumlah 26 murid. Pengumpulan data dilakukan dengan angket pretest dan posttest terdiri dari 36 butir angket. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata hitung, nilai minimum, nilai maksimum dan simpangan baku. Analisis inferensial menggunakan uji paired sample t-test dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis paired sample t-test eksperimen 1 diperoleh nilai thitung 3,263 > ttabel 2,060 pada kelas eksperimen 2 diperoleh nilai thitung 2,190 > ttabel 2,064 sehingga, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning dan Problem Based Learning terhadap konsentrasi belajar murid. Hasil analisis uji independent sample t-test diperoleh nilai thitung 0,44 ttabel 1,67 sehingga disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning tidak lebih baik dibandingkan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap konsentrasi belajar murid kelas X SMKN 2 Tarakan.