Abstrak
Salah satu teknologi yang sudah teruji untuk meningkatkan tingkat produksi tambak, yaitu dengan pemberian probiotik dan fermentasi di tambak tradisional. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan produktivitas tambak yang menggunakan probiotik dan yang tidak menggunakan probiotik pada tambak tradisional di Pulau Tibi. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode survei dan wawancara secara langsung dengan petambak di Pulau Tibi. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, dimulai dari bulan Februari sampai April 2024 di tambak Pulau Tibi. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil produksi udang windu dan manajemen pengolahan tanah tambak di Pulau Tibi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengolahan tambak tradisional secara umum sama yang membedakan hanya penggunaan probiotik dan tanpa probiotik sehingga berpengaruh terhadap produksi tambak. Produksi udang windu tertinggi ada di tambak yang menggunakan probiotik rata-rata sebesar 383 kg, sedangkan rata-rata produksi terendah ada di tambak yang tidak menggunakan probiotik sebesar 276 kg. Dimana hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan probiotik dalam tambak tradisional memberikan dampak positif terhadap hasil produksi.