Abstrak
Pemanfaatan minyak jelantah yang belum optimal serta keterbatasan bahan bakar fosil mendorong perlunya pengembangan biodiesel sebagai energi terbarukan. Selain itu, limbah cangkang temberungun (Telescopium telescopium) yang melimpah di wilayah pesisir dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis biodiesel dari minyak jelantah menggunakan katalis berbasis cangkang temberungun serta mengevaluasi pengaruh variasi rasio minyak dan metanol terhadap karakteristik biodiesel yang dihasilkan. Metode penelitian meliputi preparasi katalis dari cangkang temberungun, proses transesterifikasi minyak jelantah dengan rasio minyak dan metanol 2:2, 2:3, dan 2:4, serta pengujian karakteristik biodiesel berupa rendemen, densitas dan uji nyala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan rasio metanol meningkatkan rendemen biodiesel, dengan nilai tertinggi pada rasio 2:4 sebesar 23,94 ± 3,63%. Nilai densitas biodiesel berada pada kisaran 0,83–0,88 g/cm³, dimana rasio 2:2 paling mendekati standar SNI. Namun, seluruh sampel memiliki nilai viskositas di bawah standar SNI biodiesel. Uji nyala menunjukkan bahwa rasio 2:3 memberikan pembakaran paling stabil dibandingkan rasio lainnya. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa cangkang temberungun berpotensi digunakan sebagai katalis dalam sintesis biodiesel dari minyak jelantah, namun diperlukan optimasi kondisi reaksi dan pemurnian agar biodiesel yang dihasilkan memenuhi standar mutu nasional.