Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2026Versi 1

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEDAGANG CABAI RAWIT DI PASAR INDUK TANJUNG SELOR

•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Cabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dan menjadi sumber pendapatan bagi pedagang di pasar tradisional. Fluktuasi harga, perubahan permintaan, serta tingginya biaya operasional menyebabkan perlunya dilakukan analisis kelayakan usaha untuk mengetahui tingkat keuntungan dan keberlanjutan usaha perdagangan cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usaha pedagang cabai rawit di Pasar Induk Tanjung Selor. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari–Mei 2026 menggunakan metode survei. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 20 pedagang cabai rawit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Break Even Point (BEP) Volume, Break Even Point (BEP) Penerimaan, dan Return on Investment (ROI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya total yang dikeluarkan pedagang sebesar Rp10.312.909,69 per minggu, rata-rata penerimaan sebesar Rp11.622.187,50 per minggu, dan rata-rata pendapatan sebesar Rp1.309.277,81 per minggu. Hasil analisis kelayakan menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,13, B/C Ratio sebesar 0,13, BEP Volume sebesar 1,75 kg, BEP Penerimaan sebesar Rp110.865,85, dan ROI sebesar 13%. Berdasarkan indikator tersebut, usaha perdagangan cabai rawit di Pasar Induk Tanjung Selor dinyatakan layak untuk dijalankan dan dikembangkan karena mampu menghasilkan keuntungan, menutupi seluruh biaya yang dikeluarkan, serta memberikan tingkat pengembalian modal yang positif.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEDAGANG CABAI RAWIT DI PASAR INDUK TANJUNG SELOR2026 · oai:ais:library-item:33605