Abstrak
Pasien kritis yang terpasang ventilasi mekanik sering mengalami gangguan pertukaran gas akibat akumulasi sekret di jalan napas, yang dapat menurunkan saturasi oksigen dan mengancam keselamatan pasien. Salah satu intervensi inovatif yang dapat diterapkan adalah kombinasi fisioterapi dada, elevasi kepala 45°, dan hiperoksigenasi selama prosedur close suction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi kombinasi tersebut terhadap perubahan nilai saturasi oksigen pada pasien dengan ventilator di ruang Intensive Care Unit (ICU). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada dua pasien di ruang ICU RSUD dr. H. Jusuf S.K Tarakan. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan mengukur nilai saturasi oksigen sebelum, selama, dan setelah dilakukan close suction yang disertai fisioterapi dada, elevasi kepala 45°, dan hiperoksigenasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan saturasi oksigen yang signifikan setelah dilakukan intervensi, yaitu dari rata-rata 94–95% menjadi 98–100%. Penerapan intervensi ini terbukti efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen dan membersihkan jalan napas pasien yang terpasang ventilator. Oleh karena itu, kombinasi fisioterapi dada, elevasi kepala 45°, dan hiperoksigenasi dapat direkomendasikan sebagai pendekatan keperawatan nonfarmakologis untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan di ruang ICU.