Abstrak
Keterbatasan pendengaran pada siswa tunarungu tidak memengaruhi tingkat intelegensi mereka. Namun, kondisi tersebut menyebabkan terbatasnya media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa tunarungu. Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran interaktif pada materi penjumlahan dan pengurangan yang dirancang berdasarkan kebutuhan belajar siswa tunarungu diuji dari aspek kelayakan oleh ahli dan praktisi, serta kemenarikan siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu Analysis, Design, Development, Evaluation, dan Implementation. Pada tahap pengembangan, media divalidasi oleh ahli materi, ahli media, ahli bahasa, dan praktisi. Hasil validasi memperlihatkan bahwa media pembelajaran interaktif sangat layak dengan skor dari ahli media 96%, ahli materi 90%, ahli bahasa 97,5%, serta praktisi 100%. Implementasi melibatkan uji coba terbatas pada 3 siswa tunarungu dan uji coba lapangan pada 5 siswa tunarungu. Hasil angket menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif sangat menarik dengan skor penilaian uji coba terbatas sebesar 95% dan uji coba lapangan sebesar 96,7%. Dengan demikian, media interaktif menarik dan layak digunakan dalam pembelajaran matematika khususnya materi penjumlahan dan pengurangan pada siswa tunarungu di SLB Negeri Malinau.