Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal pecahan, khususnya soal cerita yang bersifat kontekstual dan memerlukan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menyelesaikan soal pecahan konteks budaya di Jurusan PGSD Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah tes yang diberikan kepada 20 calon subjek dan kemudian dikategorikan dalam kemampuan berpikir kritis baik, sedang, dan rendah. Peneliti selanjutnya melakukan wawancara untuk mengonfirmasi hasil jawaban dengan perwakilan masing-masing kategori kemampuan sebagai bentuk triangulasi. Berdasarkan hasil tes dan wawancara, dapat disimpulkan bahwa subjek baik mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis, subjek sedang masih belum konsisten dalam memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis karena masih mengalami miskonsepsi dalam memahami soal. Subjek tidak memahami makna “bagian dari bagian” dan mengalami kesulitan pada soal dengan tipe penyelesaian masalah yang lebih kompleks. Sedangkan subjek rendah hanya mampu memenuhi indikator interpretasi, penjelasan, dan regulasi diri secara terbatas. Hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam memahami maksud soal terutama pada soal dengan tipe penyelesaian masalah yang lebih kompleks. Subjek juga tidak menuliskan informasi secara lengkap dalam langkah penyelesaian, sehingga model matematika yang digunakan menjadi tidak tepat. Selain itu, subjek juga mengalami kesulitan dalam mengerjakan pembagian yang melibatkan bilangan asli, sehingga tidak mampu melanjutkan langkah penyelesaian hingga tahap akhir.