Abstrak
Kabupaten Nunukan terletak di Provinsi Kalimantan Utara dan berbatasan langsung dengan Malaysia. Luas wilayah Kabupaten Nunukan adalah 14.263,68 km2, dan luas wilayah laut sampai dengan 4 mil dari garis pantai terluar adalah 1.408.758 km2 (Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nunukan, 2012). Budidaya rumput laut, khususnya spesies Eucheuma spinosum, banyak ditemukan di kawasan ini, termasuk di Pulau Sebatik yang berbatasan dengan Malaysia. Eucheuma spinosum merupakan salah satu jenis rumput laut yang dapat tumbuh subur pada kondisi suhu 28-30°C dengan rata-rata 30°C. Ia memiliki kisaran toleransi salinitas 32-34 ppt dengan rata-rata 33 ppt dan lebih menyukai kondisi arus yang cukup kuat yaitu 0,34-0,41 cm/detik, yang membantu membawa nutrisi. Kualitas rumput laut kering merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi karakteristik karagenan yang diekstraksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu karagenan antara lain cara ekstraksi, jenis dan konsentrasi pelarut, serta umur panen rumput laut. Penentuan umur panen yang tepat dapat mempengaruhi kualitas karaginan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Eucheuma spinasum berdasarkan perlakuan pascapanen rumput laut yang berbeda. Rumput laut mempunyai kemampuan menghasilkan senyawa fungsional, salah satunya adalah karagenan yang termasuk dalam golongan karagenofit. Jenis karagenofita yang potensial adalah Eucheuma spinosum. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2022 di Kabupaten Nunukan, yaitu Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan, Laboratorium Nutrisi, dan Laboratorium Kualitas Air. Data penelitian (kadar air, kadar abu, dan kadar sulfat) diolah secara statistik menggunakan ANOVA pada taraf 5% dengan menggunakan aplikasi SPSS. Jika hasilnya berbeda nyata maka digunakan uji Duncan. Pengujian viskositas dianalisis secara deskriptif. Pengujian kadar air dimaksudkan untuk mengetahui kadar air pada keripik Alkali Treated Spinosum (ATS). Kadar air dalam chip ATS sangat mempengaruhi umur simpannya.