PATRICH PAYUNG TASIK
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan tanaman Bulunangko (Coleus scutellarioides) oleh masyarakat Suku Toraja di Kampung Tator, Kabupaten Nunukan, serta menganalisis potensi integrasinya ke dalam pembelajaran Biologi di tingkat SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman Bulunangko dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit seperti batuk, demam, TBC, muntah darah, dan anemia. Selain itu, tanaman ini juga dikonsumsi sebagai sayuran harian. Bagian tanaman yang digunakan mencakup daun, pucuk, dan batang muda, dengan teknik pengolahan seperti peremasan, perendaman, serta pencampuran dengan madu atau telur ayam kampung. Pengetahuan mengenai penggunaan tanaman ini diwariskan secara turun-temurun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tanaman Bulunangko dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran Biologi berbasis potensi lokal dan penguatan literasi budaya, sehingga penting untuk dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya dan pengetahuan tradisional
DEVI PERMATASARI
2025 · Thesis · Open Access
ISDAYANTI
2025 · Thesis · Open Access
Dismenorea adalah keluhan nyeri saat menstruasi yang umum terjadi pada remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup. Salah satu alternatif penanganan non-farmakologis yang efektif adalah pemberian kompres air hangat, yang bertujuan untuk meredakan nyeri melalui mekanisme peningkatan sirkulasi darah dan relaksasi otot.Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian kompres air hangat terhadap penurunan nyeri Dismenorea pada remaja putri. Metode: Laporan ini merupakan studi kasus yang dilakukan pada remaja putri usia 16 tahun di wilayah kerja Puskesmas Juata Permai, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Intervensi berupa pemberian kompres hangat pada perut bagian bawah dilakukan selama 3 hari saat menstruasi dengan durasi 15–20 menit, dua kali sehari. Evaluasi nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Skala nyeri sebelum intervensi adalah 6 (nyeri sedang), dan setelah pemberian kompres hangat selama 3 hari, nyeri menurun hingga skala 1 (nyeri ringan). Klien juga menunjukkan peningkatan kenyamanan, aktivitas, dan pemahaman tentang manajemen nyeri haid. Kesimpulan: Pemberian kompres air hangat terbukti efektif sebagai metode non-farmakologis untuk menurunkan intensitas nyeri Dismenorea pada remaja. Intervensi ini aman, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri, serta layak diterapkan sebagai alternatif penanganan nyeri haid di tingkat komunitas.
TANTRY SULISTIYOWATI
2025 · Thesis · Open Access
Gangguan tidur merupakan salah satu ketidaknyamanan yang sering dialami ibu nifas akibat perubahan fisiologis dan psikologis pascapersalinan. Kondisi ini dapat mengganggu proses pemulihan, keseimbangan emosional, serta kelancaran menyusui. Prevalensi gangguan tidur pada ibu nifas tercatat sebesar 74,7% di Amerika Utara, 53,6% di Asia, dan 50,4% di Eropa. Di Indonesia sendiri, gangguan tidur pada ibu nifas juga menjadi perhatian, karena dapat berkontribusi terhadap tingginya angka postpartum blues, yang tercatat mencapai 50–70%. Aromaterapi lavender menjadi salah satu metode non farmakologi dalam membantu ibu mengatasi gangguan tidur. Kandungan linalool dan linalyl acetate dalam minyak lavender diketahui memiliki efek relaksasi, menenangkan, serta dapat membantu meningkatkan kualitas tidur tanpa efek samping bagi ibu maupun bayi. Penelitian ini bertujuan: Mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pada ibu nifas di Puskesmas Karang Rejo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus terhadap satu orang ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo yang mengalami gangguan tidur. Intervensi diberikan berupa aromaterapi lavender melalui diffuser sebanyak 5 tetes minyak lavender ke dalam 100 mL air, dihirup dari jarak 1 meter selama 10 menit menjelang tidur malam selama 7 hari berturut-turut. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: pre-test PSQI menunjukkan skor kualitas tidur ibu nifas tergolong buruk skor 12, setelah intervensi aromaterapi lavender selama 7 hari, hasil post-test menunjukkan adanya penurunan skor PSQI menjadi 5, yang berarti kualitas tidur ibu mengalami perbaikan dan masuk dalam kategori baik. Pemberian aromaterapi lavender efektif dalam meningkatkan kualitas tidur pada ibu nifas di Puskesmas Karang Rejo.
DELLA MIERSHELLA
2025 · Thesis · Open Access
Latar Belakang: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius karena dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, produktivitas, serta perkembangan fisik dan mental. Salah satu upaya pencegahan anemia secara nonfarmakologis yang efektif adalah melalui pemberian jus kacang hijau yang kaya zat besi, asam folat, dan vitamin B kompleks. Tujuan: Memberikan asuhan kebidanan pada remaja putri dengan anemia menggunakan intervensi jus kacang hijau sebagai upaya meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) dan mencegah komplikasi jangka panjang. Metode: Pendekatan studi kasus dilakukan pada Nn. D, usia 19 tahun dengan anemia sedang (Hb 9,5 gr/dl) di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas. Intervensi berupa pemberian jus kacang hijau 250 ml sekali sehari selama 4 hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan Hb menggunakan GChb Easy Touch. Hasil: Setelah intervensi selama 4 hari, terjadi peningkatan kadar hemoglobin dan perbaikan gejala anemia seperti kelelahan dan sulit konsentrasi. Remaja juga menunjukkan pemahaman yang baik terhadap pentingnya gizi seimbang dan dukungan keluarga dalam pencegahan anemia. Kesimpulan: Pemberian jus kacang hijau merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif, murah, dan mudah diterima dalam meningkatkan kadar Hb serta memperbaiki gejala anemia pada remaja putri. Diperlukan edukasi dan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan intervensi
YENI JUNIARTI
2025 · Thesis · Open Access
INDY LIANI FADILLA
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari menggunakan strategi Listen-Read-Discuss terhadap keterampilan pemahaman membaca siswa kelas delapan SMPN 13 Tarakan. Dengan menggunakan desain pra-eksperimental dengan design one group pre-test dan post-test pada tes awal dan tes akhir. Populasi dari penelitian ini adalah kelas delapan sebanyak 31 siswa. Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini melalui test tertulis berupa pre-test dan post-test untuk mengetahui adanya efek terhadap pemahaman membaca. Hal ini dapat dilihat dari hasıl analisis data nilai rata-rata pre-test dan post-test menunjukkan bahwa adanya peningkatan sebesar 10,32. Hasil Uji Wilcoxon Sign Rank Test digunakan karena hasil penelitian tidak normal yaitu 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak. Temuan ini mendukung kesimpulan bahwa strategi LRD adalah metode yang efektif untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa dan dapat bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan mereka untuk memahami dan terlibat dengan teks tertulis.
KELSIANA
2025 · Thesis · Open Access
PUTRI RAMADHANI
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi berbasis kearifan lokal Kalimantan Utara menggunakan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) siswa kelas VIII-I SMP Negeri 2 Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa adalah tindakan kelas yang melibatkan satu kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran CIRC mampu meningkatkan keterampilan menulis puisi berbasis kearifan lokal Kalimantan Utara pada siswa kelas VIII-I SMP Negeri 2 Tarakan. Hal ini terbukti dari peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II. Penelitian yang dilaksanakan pada siklus I diperoleh hasil belajar dari total 32 siswa hanya 11 siswa yang mendapatkan nilai tuntas dengan persentase (34%) dan 21 siswa yang mendapat nilai di bawah KKM dengan persentase (66%). Hasil belajar pada siklus II menunjukkan peningkatan dimana total 32 siswa terdapat 29 yang tuntas dengan persentase (91%) dan terdapat 3 siswa yang tidak tuntas dengan persentase (9%). Hasil analisis data menunjukkan bahwa penilaian mengalami peningkatan pada hasil belajar menulis puisi berbasis kearifan lokal Kalimantan Utara menggunakan model CIRC pada siklus I yang masih kurang, pada siklus II siswa sudah mampu dan memahami cara menulis puisi dengan baik secara kolaboratif
FALENSIA PENI MAKIN
2025 · Thesis · Open Access
This research aimed to determine the reading comprehension problems experienced by students in the implementation of Merdeka Curriculum at SMPN 10 Tarakan and the causes of reading comprehension issues among seventh-grade students in class 7-1 at SMPN 10 Tarakan. The study employed a qualitative research with a descriptive qualitative model. This research was conducted at SMPN 10 Tarakan. The subjects of this study were 31 students from class 7-1, and one of English teacher who teaches in class 7-1 at SMPN 10 Tarakan. This research used observation sheets and interview guides to collect data. The researcher conducted classroom observation three times. And then the researcher interviewed six selected students and one English teacher. The data obtained were analyzed using the Miles & Hubberman theory. The research results indicated that students at SMPN 10 Tarakan faced difficulties in reading comprehension, including difficulties in understanding word meanings, comprehending long texts, identifying the main ideas of texts, understanding vocabulary and drawing conclusions. Furthermore, this research showed that the causes of students’ reading comprehension problems in the implementation of Merdeka Curriculum at SMPN 10 Tarakan are the students’ own background knowledge, the teaching techniques used by the teachers, and the environmental factors surrounding the students.
MIRA SEVIA
2025 · Thesis · Open Access
Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang ditandai dengan sesak napas, batuk, dan mengi yang berulang. Penyakit ini dapat menurunkan kualitas hidup dan menjadi beban bagi individu maupun keluarga. Salah satu terapi nonfarmakologis yang efektif untuk membantu mengontrol gejala asma adalah Pursed Lips Breathing (PLB). Teknik ini bertujuan untuk memperlambat laju pernapasan, meningkatkan ventilasi paru, serta mengurangi udara yang terperangkap di paru-paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penerapan terapi PLB terhadap perubahan respiratory rate (RR) pada pasien asma dalam keluarga. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua pasien dengan riwayat asma yang dilakukan intervensi PLB selama tiga hari. Respiratory rate diukur sebelum dan sesudah terapi. Hasil menunjukkan bahwa setelah dilakukan PLB secara konsisten, terjadi penurunan RR pada kedua pasien serta perbaikan gejala sesak napas. Pasien juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap teknik pernapasan dan dapat melakukan latihan secara mandiri. Intervensi ini tidak memerlukan alat khusus dan dapat diterapkan sebagai strategi promotif dan preventif di lingkungan keluarga. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa terapi PLB efektif dalam menurunkan RR pada pasien asma dan dapat dijadikan intervensi keperawatan non-farmakologis yang praktis dan mudah diterapkan.
DWI NUR AMALIA
2025 · Thesis · Open Access
Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah diatas normal yaitu diatas 120/80 mmHg, yang pada tahap awal tidak menunujukkan gejala yang jelas namun dapat menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit, gagal ginja, stroke dan kerusakan pembuluh darah lainnya. Angka kejadian hipertensi di Kota Tarakan mencapai 92,12% dengan total 2.925 jiwa, tingginya angka kejadian hipertensi dapat menjadi alasan untuk menelaah berbagai macam upaya yang dapat membantu menurunkan tekanan darah serta meningkatkan kondisi kesehatan dan kualitas hidup penderita hipertensi. Terapi non-farmakologi yang dapat diterapkan untuk menurunkan tekanan darah yaitu dengan kombinasi rendam kaki air hangat dengan aromaterapi lavender. Karya ilmiah akhir ners ini bertujuan untuk membandingkan kombinasi rendam kaki air hangat dan aromaterapi lavender dengan rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah pada pasien Hipertensi. Metode karya ilmiah akhir ners ini menggunakan metode case report. Pasien yang dilibatkan dalam karya ilmiah ini berjumlah 2 orang, pasien 1 diberikan intervensi rendam kaki air hangat dan aromaterapi, sedangkan pasien 2 diberikan intervensi rendam kaki saja. Hasil karya ilmiah ini menunjukkan terdapat penurunan tekanan darah lebih banyak pada pasien 1 yang diberikan intervensi rendam kaki air hangat dengan aromaterapi dengan penurunan tekanan sistolik sebanyak 24 mmHg dan tekanan diastolik sebanyak 8,2 mmHg dibandingkan dengan pasien 2 yang hanya diberikan terapi rendam kaki air hangat dengan penurunan tekanan darah sistolik 13 mmHg dan tekanan diastolic 6.4 mmHg. Kesimpulan terapi kombinasi ini rendam kaki air hangat dengan aromaterapi lavender terbukti menurunkan tekanan darah lebih banyak dibandingkan dengan terapi rendam kaki air hangat saja.
MELLYANI BORU MANIHURUK
2025 · Thesis · Open Access
Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai penyakit degeneratif, salah satunya adalah hipertensi. Penatalaksanaan hipertensi secara nonfarmakologis semakin dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan pada obat dan mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian kombinasi seduhan bawang putih dan akupresur dalam menurunkan tekanan darah dan nyeri pada lansia hipertensi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan pre-test dan post-test terhadap dua pasien lansia yang mengalami nyeri akut dan defisit pengetahuan terkait hipertensi. Intervensi ini dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah dan tingkat nyeri pada kedua pasien setelah intervensi. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman pasien tentang hipertensi dan pengelolaannya. Terapi kombinasi ini terbukti efektif, alami, murah, dan dapat dilakukan di rumah dengan pendampingan tenaga kesehatan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan terapi seduhan bawang putih dan akupresure sebagai alternatif intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif dalam praktik keperawatan gerontik.
KHAIRUL FIRMAN FIRDAUS
2025 · Thesis · Open Access
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi secara global. Meskipun dapat dicegah, banyak penderita hipertensi tidak menyadari kondisi mereka hingga terjadi komplikasi. Pendekatan non-farmakologis seperti brisk walking dapat menjadi alternatif dalam mengontrol tekanan darah, namun belum banyak diterapkan secara sistematis dalam tatanan keluarga sebagai unit perawatan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi brisk walking terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan penderita hipertensi. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode case report dengan penerapan asuhan keperawatan keluarga dengan terapi kombinasi brisk walking pada keluarga dengan hipertensi. Intervensi brisk walking dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 20–30 menit per sesi. Data tekanan darah dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi melalui pemeriksaan langsung. Hasil pengukuran menunjukkan adanya penurunan pada tekanan darah sistolik dan diastolik setelah intervensi dilakukan. Klien pertama mengalami penurunan tekanan darah dari 156/90 mmHg menjadi 140/86 mmHg, sedangkan klien kedua dari 140/90 mmHg menjadi 130/86 mmHg. Peningkatan pengetahuan keluarga dan keterlibatan aktif dalam program turut mendukung keberhasilan intervensi. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu intervensi brisk walking dapat menurunkan tekanan darah pada keluarga dengan hipertensi. Aktivitas ini dapat dijadikan bagian dari upaya non-farmakologis dalam pengendalian hipertensi berbasis keluarga, serta menjadi intervensi keperawatan yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan di masyarakat.
TIARA DAMAYANTI
2025 · Thesis · Open Access
Lanjut usia ditandai dengan adanya proses penuaan, penuaan merupakan proses terjadi perubahan fungsi dan kemampuan tubuh, salah satu penyakit yang erat kaitannya dengan proses penuaan yaitu gangguan sirkulasi (hipertensi). KIAN ini bertujuan untuk mengevaluasi kombinasi terapi sunbathing, walking exercise dan Progressive muscle relaxation terhadap penurunan tekanan darah dan nyeri kepala. KIAN ini menggunakan desain case report dengan pendekatan pre-test dan post-test. Partisipan pada KIAN ini berjumlah dua orang dan merupakan lansia dengan hipertensi yang bersedia menjadi responden. Intervensi yang digunakan dalam KIAN ini yaitu sunbathing, walking exercise dan progressive muscle relaxation. Setelah dilakukan intervensi selama 3 hari dengan durasi 120 menit di dapatkan hasil pada klien 1 tekanan darah sebelum intervensi 155/95 mmHg, pada klien 2 tekanan darah 160/90 mmHg, setelah dilakukan intervensi di dapatkan pada klien 1 tekanan darah 124/88 mmHg dan pada klien 2 tekanan darah 130/84 mmHg. Selain itu tingkat nyeri pada klien 1 sebelum interveni di dapatkan skala nyeri 3 dan pada klien 2 di dapatkn skala nyeri 4, setelah dilakukan intervensi di dapatkan hasil klien 1 mengatakan skala nyeri menurun menjadi 1, klien 2 mengatakan skala nyeri menurun menjadi2. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi terapi sunbathing, walking exercise dan progressive muscle relaxation terbukti efektif dalam menurunan tekanan darah dan tingkat nyeri serta dapat digunakan sebagai terapi non-farmakologis pada lansia dengan hipertensi.
LAILATUL FAUZIAH
2025 · Thesis · Open Access
Latar belakang: Masa tumbuh kembang anak sangat rentan diserang berbagai penyakit. Sistem imun yang rendah menyebabkan anak kerap mengalami penyakit seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Penyebab dari penyakit infeksi saluran pernafasan akut yaitu virus, jamur dan bakteri. Ketika tubuh terinfeksi oleh mikroorganisme seperti virus dan bakteri, proses infeksi tersebut akan merangsang pembentukan IL-1 dan IL-2 yang bertanggungjawab atas peningkatan sel T-helper dan memulai produksi prostaglandin di hipotalamus. Sel T-helper bekerja memberantas infeksi, prostaglandin bertangung jawab menyebabkan demam. Demam adalah sinyal yang diberikan oleh tubuh saat terjadi infeksi ditandai dengan peningkatkan suhu tubuh >37.5 ⸰C. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi demam pada anak yaitu dengan tindakan farmakologi dan nonfarmakologi. Pemberian intervensi water tepid sponge dan plester kompres demam merupakan contoh dari tindakan normafakolgi dalam menurunkan suhu tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas penerapan intervensi water tepid sponge dengan plester kompres demam pada anak dengan diagnosis keperawatan hipertermia. Metode penulisan menggunakan studi kasus. Jumlah sampel 2 responden. Hasil: Hasil penerapan intervensi selama 3×24 jam pada An. R dan An. S menunjukkan selisih rata-rata penurunan suhu tubuh anak dengan intervensi water tepid sponge yaitu 0,75 ⸰C dan pemberian plester kompres demam adalah 0,35 ⸰C. Kesimpulan: pemberian intervensi water tepid sponge lebih efektif dibandingkan dengan plester kompres demam dalam menurunkan suhu tubuh pada anak dengan hipetermia.
MUTMAINAH
2025 · Thesis · Open Access
Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, dengan gejala sesak napas sebagai salah satu keluhan utama pasien. Penatalaksanaan non-farmakologis seperti pengaturan posisi tubuh, termasuk posisi orthopnea, dapat membantu menurunkan sesak napas pada pasien TB paru. Karya ilmiah ini bertujuan untuk Menganalisis penerapan posisi orthopnea terhadap penurunan sesak napas pada pasien TB paru melalui pengamatan perubahan frekuensi napas dan saturasi oksigen. Metode karya ilmiah ini menggunakan metode studi kasus terhadap dua pasien TB paru yang mengalami sesak napas dan dirawat di ruang isolasi RS Pratama Sebatik. Intervensi posisi orthopneic dilakukan selama tiga hari berturut-turut disertai pemantauan respirasi dan edukasi pasien. Data yang dikaji meliputi frekuensi napas, saturasi oksigen, serta kenyamanan pasien setelah intervensi. Setelah penerapan posisi orthopnea, terjadi penurunan frekuensi napas dari >28x/menit mampu mendekati nilai normal (20–24x/menit) dan peningkatan saturasi oksigen dari 95% menjadi 95–97%. Pasien juga melaporkan perasaan lebih nyaman dan berkurangnya keluhan sesak. Kesimpulan: Penerapan posisi orthopnea efektif menurunkan sesak napas dan memperbaiki pola napas pada pasien TB paru. Intervensi ini dapat dijadikan tatalaksana keperawatan non-farmakologis yang mudah diterapkan baik di rumah sakit maupun dalam perawatan di rumah.
SANIA
2025 · Thesis · Open Access
Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Salah satu faktor yang memperburuk kontrol glukosa darah adalah stres psikologis, yang dapat memicu peningkatan kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, sehingga meningkatkan resistensi insulin. Terapi relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR) merupakan intervensi non-farmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan tingkat stres dan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe II melalui pendekatan asuhan keperawatan. Studi dilakukan pada dua klien, Tn. H dan Ny. M, di wilayah pesisir Kota Tarakan selama bulan Juni hingga Juli 2025. Intervensi PMR diberikan selama tiga hari berturut-turut, satu kali per hari, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Hasil menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah secara signifikan pada kedua klien. Tn. H mengalami penurunan dari 380 mg/dL menjadi 247 mg/dL, dan Ny. M dari 433 mg/dL menjadi 257 mg/dL. Selain itu, terdapat perbaikan gejala subjektif seperti berkurangnya kesemutan, membaiknya kualitas tidur, dan penurunan kecemasan. Intervensi ini bekerja melalui mekanisme aktivasi sistem saraf parasimpatis dan penurunan hormon stres. Dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif efektif sebagai intervensi inovatif dalam asuhan keperawatan untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe II, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan. Terapi ini dapat dijadikan alternatif non-farmakologis yang mudah, aman, dan aplikatif dalam praktik keperawatan.
TIARA OKTAVIANI
2025 · Thesis · Open Access
Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang sering disebut “the silent killer” karena sering terjadi tanpa keluhan adalah penyakit yang tidak menular (PTM) ditandai dengan meningkatkanya tekanan darah lebih dari normalnya. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang ≥ 140 mmHg (sistolik) dan atau ≥ 90 mmHg (diastolik). Dampak yang disebabakan oleh hipertensi antara lain stroke, gagal ginjal, penyakit jantung koroner, dan dapat menyebabkan kematian (Ariyani, 2020). Metode yang digunakan pada karya ilmiah ini yaitu ceramah dan demonstrasi menggunakan standar operasional prosedur terapi guided imagery, tensi meter digital, dan alat dokumentasi.Hasil yang diperoleh dari 2 klien semuanya menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah yang menunjukan bahwa intervensi tersebut efektif untuk dilakukan sebagai terapi non farmakologi untuk penderita hipertensi.Salah satu tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan menggunakan teknik Guided Imagery sebagai bagian dari asuhan keperawatan. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan intervensi baru seperti penggunaan teknik Guided Imagery untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan teknik ceramah, yang meliputi pembagian materi promHosi seperti leaflet. Prosedurnya meliputi terapi Guided Imagery yang dilakukan selama 3 hari. Penelitian ini berpotensi untuk menilai kemanjuran teknik Guided Imagery dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi
ELMIKA
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran monopoli pada materi sistem pernapasan manusia di kelas V-B SDN 015 Tarakan, serta mengetahui kelayakan media dan kemenarikan siswa terhadap media monopoli tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu, Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penilaian kelayakan media pembelajaran monopoli tersebut terdiri dari validasi ahli media, validasi ahli materi, dan validasi ahli praktisi. Hasil validasi media pembelajaran monopoli yang diperoleh dari ahli media sebesar 78% yang dikategorikan layak, ahli materi sebesar 84% yang dikategorikan sangat layak, dan ahli praktisi sebesar 87% yang dikategorikan sangat layak. Hasil angket kemenarikan siswa pada uji coba terbatas memperoleh persentase 96% yang dikategorikan sangat menarik dan pada uji coba lapangan memperoleh persentase 99% yang dikategorikan sangat menarik. Dengan demikian, media pembelajaran monopoli layak dan menarik digunakan pada materi sistem pernapasan manusia di kelas V SDN 015 Tarakan.