LIA NUR ADINDA
2025 · Thesis · Open Access
Prokrastinasi akademik kerap kali muncul sebagai hambatan utama bagi siswa SMP, khususnya di lingkungan SMPN 14 Tarakan. Fenomena ini berdampak negatif terhadap penurunan prestasi belajar siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut, layanan konseling kelompok dengan teknik behaviour contract dapat dijadikan salah satu alternatif intervensi konseling yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh teknik behaviour contract terhadap prokrastinasi akademik pada siswa kelas VII SMPN 14 Tarakan. Secara metodologis, penelitian ini menerapkan desain eksperimen dengan pola one group pretest-posttest. Subjek penelitian meliputi lima siswa yang menunjukkan tingkat prokrastinasi akademik tinggi, dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala prokrastinasi akademik. Instrumen tersebut telah melalui proses validasi serta uji reliabilitas. Selain itu, uji reliabilitas melalui metode Cronbach’s Alpha menghasilkan sebesar 0,935, yang mengindikasikan tingkat reliabilitas yang sangat baik. Intervensi berbasis behaviour contract diberikan kepada subjek selama enam sesi. Hasil analisis hipotesis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test. Nilai thitung mencapai 16,830, yang lebih besar daripada nilai ttabel sebesar 1,680. Selain itu, nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 lebih rendah dari 0,05, dengan demikian, hipotesis alternatif diterima, sedangkan hipotesis nol ditolak. Temuan empiris ini secara kuat mendukung bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik behaviour contract berpengaruh terhadap prokrastinasi akademik pada siswa.
FUSPITA DENI
2025 · Thesis · Open Access
Kemampuan guru dalam melakukan variasi pembelajaran berperan sangat penting guna meningkatkan motivasi dan perhatian siswa, mencegah kebosanan, serta menyesuaikan gaya mengajar dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta menganalisis dan mengidentifikasi temuan penelitian tentang kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan variasi pembelajaran di kelas VB pada pembelajaran IPAS di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini berfokus pada keterampilan guru dengan dimensi variasi gaya mengajar, penggunaan media dan alat bantu ajar dan pola interaksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode antara lain, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas VB di SDIT Ibnu Abbas Tarakan telah menerapkan ketiga komponen variasi mengajar dalam pembelajaran yang dilakukan yaitu; (1)variasi gaya mengajar yang terdiri dari variasi suara, pemusatan perhatian, kesenyapan guru (Pengkondisian Kelas), mengadakan kontak pandang, gerakan badan dan mimik, serta perpindahan posisi. (2)variasi penggunaan media dan alat bantu ajar yang terdiri dari media audio (Microphone), media visual (Benda 2D/3D) dan media audio visual (PPT atau Video). (3)variasi pola interaksi yang terdiri dari variasi satu arah (Teacher Center), interaksi dua arah dan interaksi multi arah.
BAHTIAR
2025 · Thesis · Open Access
Udang windu merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, proses identifikasi kesegaran udang secara manual sering kali memerlukan waktu yang cukup lama serta membutuhkan keahlian khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem klasifikasi kesegaran udang windu berbasis citra digital dengan metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dan Artificial Neural Network (ANN). Sistem tersebut diintegrasikan ke dalam interface desktop menggunakan PyQt5 sehingga dapat mempermudah pengguna dalam menilai kualitas udang secara efektif. Total dataset yang digunakan sebanyak 400 dataset dengan rincian 200 untuk udang segar dan 200 untuk udang tidak segar. Dari dataset tersebut kemudian dibagi proporsi 85% (340 data) untuk data latih dan 15% (60 data) untuk data uji. Proses pelatihan dilakukan dengan epoch sebanyak 200 dan batch size 35 dengan latar belakang putih pada setiap pengambilan dataset. Hasil terbaik diperoleh pada epoch ke-199 dengan nilai loss sebesar 0,0199 dan accuracy sebesar 0,9971. Hasil pengujian terhadap 60 data uji menunjukkan bahwa sistem mampu mengidentifikasi kesegaran udang dengan nilai precision 1,00, recall 1,00, dan F-measure 1,00 pada kelas udang segar. Sedangkan pada kelas udang tidak segar diperoleh nilai precision 1,00, recall 0,90, dan F-measure 0,95. Hal ini menandakan bahwa sistem berhasil mendeteksi kedua kelas udang windu dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Hanya saja perlu ada perbaikan pada pengambilan dataset citra udang tidak segar .Dengan adanya aplikasi ini, proses identifikasi kesegaran udang dapat dilakukan dengan lebih baik sehingga membantu dalam pemilihan udang segar dan tidak segar secara lebih efektif.
MEGAWATI KAMBU
2025 · Thesis · Open Access
-
SRI ERDINA
2025 · Thesis · Open Access
-
TIA NATALIA
2025 · Thesis · Open Access
Masyarakat Suku Dayak Kenyah memiliki pengetahuan turun-temurun dalam pemanfaatan tumbuhan untuk pengobatan tradisional. Namun, kemiripan morfologi antara spesies tanaman, khususnya daun, sering menjadi kendala dalam identifikasi yang akurat. Meskipun minat terhadap herbal medicine semakin meningkat, keterbatasan pemahaman mengenai tanaman obat tetap menjadi masalah, meski Indonesia memiliki lebih dari 38.000 spesies tumbuhan, dengan 2.039 di antaranya tanaman herbal. Proses klasifikasi daun obat tradisional masih dilakukan secara manual, berisiko terjadi kesalahan akibat kemiripan bentuk dan tekstur antar daun. Penelitian ini mengusulkan sistem klasifikasi citra daun obat tradisional Suku Dayak Kenyah menggunakan metode deep learning Convolutional Neural Network (CNN), dengan fokus pada daun senggani (Melastoma malabathricum L), daun jarak (Jatropha curcas), dan daun sengkubak (Pycnarrhena cauliflora). Penelitian menggunakan dataset 900 citra primer yang diproses melalui tahapan preprocessing dan augmentation hingga menghasilkan 2.340 citra. Dataset dibagi menjadi 80% data latih, 10% data validasi, dan 10% data uji. Proses analisis meliputi pembagian dataset, pelatihan model, dan evaluasi performa dengan mengamati kestabilan metrik pada data validasi dan pengujian. Hasil pelatihan model CNN dengan arsitektur MobileNetV2 menunjukkan bahwa akurasi terbaik tercapai pada epoch ke-50 dengan nilai akurasi pelatihan 100%, akurasi validasi 100%, dan validation loss sebesar 0,0565. Evaluasi terhadap data uji menunjukkan performa model sangat baik, dengan nilai precision, recall, dan F1-Score rata-rata mencapai 100% pada seluruh kategori daun serta rata-rata akurasi 100%. Namun, pengujian pada 90 data uji dari dataset luar menunjukkan penurunan performa model, dengan rata-rata precision 88%, recall 84%, dan F1-score 83%, dengan rata-rata dari akurasi per kelas 88,9% dan akurasi total model pada data uji luar dataset adalah 84,4%. Hasil ini menunjukkan bahwa model CNN dengan arsitektur MobileNetV2 efektif dalam klasifikasi citra daun obat tradisional Suku Dayak Kenyah, dan dapat menjadi solusi inovatif serta standar kualitas dalam klasifikasi daun senggani, daun jarak, dan daun sengkubak.
AHMAD RYANSYAH
2025 · Thesis · Open Access
Hutan mangrove berperan penting secara ekologis, salah satunya sebagai habitat dan sumber makanan bagi gastropoda yang berfungsi sebagai pengurai serasah. Hutan mangrove di Kota Tarakan memiliki luas sekitar 1.587 hektar dan tersebar di sepanjang pesisir serta pulau-pulau kecil di wilayah kota tersebut. Gastropoda merupakan salah satu spesies terbanyak yang menempati daerah ekosistem mangrove. Gastropoda dapat ditemukan pada berbagai substrat, hal ini dikarenakan gastropoda memiliki daya adaptasi yang lebih tinggi dibandingkan kelas lainnya. Salah satu tumbuhan yang memiliki banyak manfaat di daerah pesisir maupun pantai adalah mangrove. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola distribusi dan kepadatan gastropoda Terebralia sp. Di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan. Penelitian dilakukan pada Februari – Maret 2025 menggunakan metode purposive sampling. Analisis mencakup pola distribusi menggunakan Indeks Morisita, hubungan panjang–berat, faktor kondisi, serta kepadatan populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola distribusi Terebralia sp. bersifat acak, dengan nilai X² hitung (1,2809) lebih kecil pada selang kepercayaan 95%. Hal ini menandakan populasi mampu beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan tanpa kecenderungan hidup berkoloni. Hubungan panjang–berat menghasilkan persamaan W = 0,0025L²·¹⁰⁹⁴, yang menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif. Nilai faktor kondisi rata-rata 1,31, menandakan kondisi tubuh Terebralia sp. tergolong baik. Sementara itu, kepadatan populasi mencapai 12,2 ind/m², tergolong tinggi jika dibandingkan dengan hasil penelitian Astuti menunjukkan kepadatan Terebralia palustris berkisar antara 3 – 6 ind/m², sehingga kepadatan yang tinggi pada umumnya mencerminkan bahwa habitat tersebut memiliki daya dukung yang tinggi, baik dari segi ketersediaan pakan, kualitas substrat, maupun perlindungan terhadap predator.
EKO PRASETYO WARDANA
2025 · Thesis · Open Access
Air merupakan sumber daya vital bagi kehidupan dan kebutuhan sehari-hari manusia, baik untuk pertanian, industri, maupun rumah tangga. Oleh karena itu, pengelolaan air yang baik sangat diperlukan agar ketersediaannya tetap terjaga. Namun dalam praktiknya, PDAM Tanjung Selor masih menghadapi kendala karena sistem monitoring ketinggian air yang digunakan bersifat manual, sehingga kurang efisien dan berpotensi menyebabkan tangki meluap atau kosong. Penelitian ini bertujuan merancang sistem monitoring dan prediksi ketinggian air berbasis Internet of Things (IoT) dengan metode Fuzzy Mamdani untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi pengelolaan air. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan perancangan perangkat keras dan perangkat lunak. Sistem dibangun menggunakan sensor ultrasonik JSN-SR04T yang tahan air, mikrokontroler Wemos D1 R1, indikator LED, Buzzer, serta platform Blynk untuk monitoring jarak jauh. Data dikumpulkan sebanyak 12 sampel dengan interval 10 menit, kemudian diproses menggunakan logika Fuzzy Mamdani untuk menentukan kategori level ketinggian air (kosong, setengah, penuh) serta dilakukan prediksi tren dengan regresi linear untuk memprediksi waktu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan monitoring secara real-time dengan rata-rata Error keseluruhan sebesar 1,15%, sehingga tingkat akurasi mencapai 98,85%. Selain itu, performa komunikasi data menunjukkan rata-rata latensi sebesar 342 ms dengan Packet Loss 0%, dengan jarak pengujian sejauh 12 meter yang membuktikan bahwa sistem dapat mentransmisikan data secara stabil tanpa kehilangan informasi. Implementasi metode Fuzzy Mamdani terbukti meningkatkan keandalan pembacaan data sensor dan mendukung prediksi perubahan ketinggian air. Secara keseluruhan hasil tersebut menunjukan sistem terbukti handal, akurat, serta efisien untuk melakukan monitoring ketinggian Level air. Oleh karena itu, sistem monitoring berbasis IoT dengan metode Fuzzy Mamdani layak di implementasikan karena dapat mengurangi kesalahan manual, meningkatkan efisiensi, serta membantu PDAM Tanjung Selor dalam mengelola pasokan air secara lebih optimal.
MUHAMMAD ADITYA AHMAD
2025 · Thesis · Open Access
Udara merupakan salah satu unsur penting bagi kehidupan makhluk hidup. Kualitas udara yang buruk dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, terutama jika mengandung gas berbahaya seperti amonia (NH₃), benzena (C₆H₆), dan alkohol (C₂H₅OH). Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan WeMos D1 R2, sensor MQ-135, dan metode Fuzzy Tsukamoto sebagai sistem pendukung keputusan. Data konsentrasi gas yang diperoleh sensor dikonversi ke ppm, kemudian diolah menggunakan fuzzy Tsukamoto untuk menentukan kategori kualitas udara Baik, Sedang, atau Buruk, dengan hasil pemantauan ditampilkan secara real-time melalui aplikasi Blynk. Hasil kalibrasi sensor MQ-135 menggunakan tiga sampel gas menunjukkan rata-rata error sebesar 5,02% dengan tingkat akurasi 94,98%, masing-masing dengan error pembacaan gas amonia 5,81%, alkohol 4,18%, dan benzena 5,08%. Setelah proses kalibrasi, sistem diuji secara real-time terhadap 15 sampel data yang diambil pada pagi, siang, dan sore selama lima hari. Hasil pengujian menunjukkan akurasi klasifikasi sebesar 100% dibandingkan dengan standar ISPU, dengan rata-rata nilai Z fuzzy sebesar 4,14 yang termasuk kategori Baik (0–50). Kondisi ini menunjukkan konsentrasi gas berbahaya masih sangat rendah dan tidak berisiko terhadap kesehatan maupun lingkungan. Selain itu, perbandingan nilai Z manual dan sistem menunjukkan konsistensi yang baik dengan nilai Mean Absolute Error (MAE) 1,40, Root Mean Square Error (RMSE) 2,49, dan Error Relatif 17,69%. Kemudian, kinerja IoT sistem usulan dalam mengirim dan menerima data dari jarak 1-10 meter berhasil mendapatkan nilai rata-rata untuk Packet Loss 3,6% dan Latency 285,2 ms dalam kategori bagus. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem monitoring yang dikembangkan mampu memberikan informasi kualitas udara secara real-time, serta berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui penambahan sensor polutan lain, perluasan cakupan area penelitian, dan integrasi basis data berbasis cloud guna mendukung analisis jangka panjang.
IRGI AHMAD FAHREZI
2025 · Thesis · Open Access
-
MUHAMMAD AFIF
2025 · Thesis · Open Access
MAULIDA WAHYUNI PUTRI
2025 · Thesis · Open Access
Sargassum sp. memiliki banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat. Oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan teknologi pengolahan rumput laut Sargassum sp. menjadi produk yang lebih bernilai tambah salah satunya yaitu tepung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh treatment perendaman Sargassum sp. menggunakan air tawar, air asin, dan aquades terhadap karakteristik tepung yang dihasilkan. Analisis rendemen, kadar air (SNI 01-2354.2 2006), kadar protein (SNI 01-2354.4 2006), dan kadar lemak (SNI 01-2354.3 2006) , kadar karbohidrat (SNI 01-2370-1991), kadar abu (Furnace) dan serat kasar (SNI 01-2891-1992) . Rendemen pada perendaman aquades sebesar 4,6%, kadar air pada perendaman air asin 10,77%, kadar abu pada perendaman air asin 32,57%, kadar lemak pada perendaman air asin 20,59, kadar protein pada perendaman air tawar 30,60%, kadar karbohidrat pada perendaman air tawar 39,60%, dan serat kasar pada perendaman air tawar 17,16%. Kesimpulannya bahwa perendaman air tawar efektif untuk menghasilkan tepung dengan kandungan protein, karbohidrat, dan serat kasar yang tinggi. Perendaman air asin menghasilkan tepung dengan kadar abu dan lemak yang lebih tinggi. Sementara itu, aquades merupakan perlakuan terbaik untuk mendapatkan rendemen tepung tertinggi.
SUBIANSYAH
2025 · Thesis · Open Access
A
SUKMA
2025 · Thesis · Open Access
Pulau Tarakan merupakan wilayah yang memiliki potensi sumber daya perikanan yang melimpah, terutama ikan arut (Pomadasys sp.) yang termasuk ikan demersal dengan nilai ekonomis penting. pengelolaan perikanan yang berkelanjutan diperlukan dengan menyeibangkan tujuan sosial ekonomi dan kelestarian ekosistem melalui pendekatan Ecosystem Approach to Fisheris Management (EAFM), khususnya pada domain teknik penangkapan ikan, yang menjadi fokus utama penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penangkapan ikan berdasarkan indikator penangkapan ikan dipulau Tarakan. Penelitian dilakukan selama tiga bulan, dari Januari-Maret 2025, di perairan Pulau Tarakan khususnya di pos pendaratan ikan arut di kelurahan selumit pantai. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan melalui wawancara dengan 10 nelayan pengguna alat tangkap rawai dasar dan observasi hasil tangkapan sebanyak tiga kali. Analisis data dilakukan dengan membandingkan Hasil Tangkap Utama (HTU), Hasil Tangkap Samping (HTS), Hasil Tangkapan Buangan (HTB), serta mempertimbangkan indikator-indikator pada domain teknik penangkapan ikan sesuai modul EAFM 2014. Hasil menunjukkan alat tangkap rawai dasar di perairan pulau tarakan bersifat ramah lingkungan dan selektif, dengan scoring 3. Modifikasi alat tangkap dan alat bantu penangkapan belum dilakukan, sehingga kondisi alat tangkap masih sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan scoring 3. Kapasitas dan frekuensi penangkapan diberikan scoring 1, sedangkan tingkat selektivitas alat tangkap cukup tinggi dengan HTU mencapai 82,3% dengan scoring 3. Kesesuaian fungsi dan ukuran kapal dengan dokumen legal juga baik dengan scoring 3, namun sertifikasi awak kapal sangat rendah karena pelatihan dilakukan secara otodidak tanpa sertifikat formal scoring 1. Total skor indikator domain teknik penangkapan 245, menunjukkan bahwa alat tangkap rawai dasar selektif dan potensi keberlanjutan. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi menyeluruh dan terintegrasi terhadap pengelolaan berbasis EAFM yang melibatkan semua domain, tidak hanya teknik penangkapan, untuk menjaga keberlanjutan sumber daya di Pulau Tarakan.
MIKAEL MANGAA
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang optimalnya pemberian layanan informasi karir secara khusus terkait perguruan tinggi di sekolah yang masih diberikan secara monoton sehingga kurang menarik bagi siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sebuah aplikasi NAMPATI (Layanan Informasi Perguruan Tinggi) sebagai media bimbingan dan konseling untuk memberikan layanan informasi karir secara lebih interaktif. Penelitian ini menggunakan metode research and development dengan model ADDIE atau Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Produk berupa aplikasi NAMPATI yang dirancang melalui google sites dan dikembangkan dengan kodular.io. Hasil uji kelayakan menunjukkan aplikasi ini sangat layak digunakan, dengan persentase validasi 95% oleh ahli media, 96% oleh ahli materi, 95%, oleh pengguna produk, serta 84,25% oleh respon siswa. Secara keseluruhan aplikasi media NAMPATI dinyatakan sangat layak dan sangat praktis sebagai media layanan informasi karir secara khusus informasi perguruan tinggi. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan aplikasi ini dengan teknologi pemrograman yang lebih mutakhir serta menambahkan informasi rinci terkait fakultas dan program studi pada masing-masing perguruan tinggi.
SYAFAWATI LUTFIAH
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana literasi keluarga dan kepercayaan diri berkontribusi terhadap prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas VII di SMPN 1 Tarakan. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi korelasi prediktif. Sebanyak 60 siswa dipilih sebagai sampel melalui sampling acak berkluster dari tiga kelas yang berbeda. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta statistik inferensial dengan regresi linier berganda melalui SPSS 25.0. Temuan menunjukkan bahwa literasi keluarga dikategorikan sebagai sedang (58%), kepercayaan diri juga berada dalam rentang sedang (45%), sementara prestasi belajar bahasa Inggris secara umum baik (52%). Uji prasyarat menunjukkan bahwa data memenuhi asumsi normalitas, linearitas, homogenitas, dan tidak adanya multikolinearitas. Uji F menunjukkan tingkat signifikansi 0,001 0,05, menunjukkan bahwa literasi keluarga dan kepercayaan diri secara bersamaan berkontribusi terhadap prestasi belajar bahasa Inggris siswa. Selain itu, hasil uji t menunjukkan bahwa literasi keluarga secara signifikan mempengaruhi prestasi (p = 0.016 0.05), dan kepercayaan diri juga memberikan dampak signifikan (p = 0.038 0.05), artinya kedua faktor tersebut secara parsial berkontribusi terhadap kinerja siswa dalam bahasa Inggris. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0.214 menunjukkan bahwa dua variabel prediktor menjelaskan 21,4% variasi dalam pencapaian bahasa Inggris, sementara faktor-faktor lain di luar lingkup penelitian ini membentuk 78,6% sisanya. Kesimpulannya, penelitian ini menekankan bahwa pencapaian bahasa Inggris siswa tidak hanya dipengaruhi oleh pembelajaran di kelas, tetapi juga oleh lingkungan literasi di rumah dan tingkat kepercayaan diri mereka dalam proses belajar. This study aimed to investigate the extent to which family literacy and self-efficacy contribute to the English learning achievement of seventh-grade students at SMPN 1 Tarakan. A quantitative approach employing a correlational predictive design was utilized. The sample consisted of 60 student selected through cluster random sampling from three different classes. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics with multiple linear regression through SPSS 25.0. Findings indicated that family literacy was categorized as medium (58%), self-efficacy was also in the medium range (45%), while English learning achievement was generally good (52%). The prerequisite tests confirmed that the data met the assumptions of normality, linearity, homogeneity, and absence of multicollinearity. The F-test showed a significance level of 0.001 0.05, suggesting that family literacy and self-efficacy simultaneously contribute to students’ English learning achievement. Moreover, the t-test results revealed that family literacy had a significant effect on achievement (p = 0.016 0.05), and self-efficacy also made a significant impact (p = 0.038 0.05), meaning that both factors partially contributed to student performance in English. The coefficient of determination (R²) was 0.214, indicating that the two predictors explained 21.4% of the variance in English achievement, while other factors beyond the scope of this research shaped the remaining 78.6%. In conclusion, the study emphasizes that students’ English achievement is shaped not only by classroom learning but also by the literacy environment at home and their level of self-efficacy in the learning process.
FEBRIYANTI LEDA KALEGOTANA
2025 · Thesis · Open Access
Bioinhibitor adalah suatu zat senyawa kimia yang bila ditambahkan ke dalam suatu lingkungan dapat berfungsi untuk menghambat atau menurunkan pertumbuhan laju korosi pada logam, pada prakteknya jumlah yang di tambahkan secara kontinu maupun periodik. Pemanfaatan ekstrak daun nipah (Nypa fruitcans) sebagai bio inhibitor korosi logam besi penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) sebagai bioinhibitor logam besi dengan kondisi pH, konsentrasi, temperatur bio inhibitor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif Hasil yang didapatkan pada uji efektivitas ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) sebagai bio inhibitor logam besi larutan HCl 3%, yang ditunjukkan memiliki nilai efisiensi bio inhibitor sebesar 68,52%. Pengujian konsentrasi yang efektif menghasilkan konsentrasi 0,4 gram dengan nilai efisiensi bio inhibitor 85,67%. Pengujian suhu dengan nilai efisiensi tertinggi dihasilkan pada suhu (9ºC) dengan nilai efisiensi bio inhibitor sebesar 94,81 %. Ekstrak (Nypa fruitcans) menunjukkan hasil efisiensi bio inhibitor yang tinggi sehingga memiliki potensi digunakan sebagai bio inhibitor logam besi.
RUSMIYANTI
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh motivasi, disiplin, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan bagian produksi pada PT. Idec Abadi Wood Industries Kota Tarakan. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, melibatkan 100 karyawan bagian produksi pada PT. Idec Abadi Wood Industries Kota Tarakan sebagai responden. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi, disiplin, dan kepuasan kerja berpengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja.
LENI LEN
2025 · Thesis · Open Access
Abstract This study aimed to evaluate the effect of Azolla flour (Azolla sp.) and commercial feed FF999 on the growth of Sangkuriang catfish (Clarias gariepinus). The study was conducted for 30 days using a Completely Randomized Design (CRD) with three treatments and seven replications. The treatments tested included: A (100% commercial feed FF999), B (100% Azolla flour), and C (a combination of 50% commercial feed + 50% Azolla flour). The parameters observed included absolute weight gain, absolute length gain, survival rate (SR), feed conversion ratio (FCR), and water quality (temperature, pH, dissolved oxygen, and ammonia). The results showed that treatment C (a combination of 50% commercial feed and 50% Azolla flour) produced the highest weight gain (0.257 g) and the best length gain (1.28 cm), with the highest survival rate (86%). Treatment B (100% Azolla flour) showed the lowest FCR (1.14) but also had the lowest survival rate (43%). Water quality throughout the study remained within the appropriate range for catfish cultivation, despite fluctuations in ammonia levels. The conclusion of this study is that the combination of 50% Azolla flour and 50% commercial feed FF999 is the most effective feed formulation in supporting the growth and survival of Sangkuriang catfish. These results provide a more economical and sustainable feed alternative for fish farmers.
MEGAWATI
2025 · Thesis · Open Access
For fish farmers, the problem is that the cost of commercial feed is very expensive compared to the results of cultivation. This research aims to determine the effect of giving Azolla flour (Azolla sp) and commercial feed f999 on the growth of tilapia (Orechromis niloticus). This research was carried out for 30 days and used a Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments and 7 replications. Treatment consisted of A (commercial feed 100%), B (Azolla sp 100%) and C (Azolla sp 100% + commercial feed f999 100%). Parameters that will be observed include growth in absolute weight, absolute length, survival (SR), feed conversion ratio (FCR) and water quality. The results showed that treatment C produced the highest growth in absolute weight and absolute length with the lowest feed conversion ratio (FCR) value with a value of (2.16) which identified the best feed efficiency. The highest survival rate was also achieved in treatment C (48%). Water quality such as temperature, pH, DO and ammonia during the research was still within the range that tilapia can tolerate, although ammonia levels tend to be high.