Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.753 item publik

Publikasi

Halaman 78 dari 338

pengembangan flipbook sebagai media untuk pencegahan pernikahan dini di SMA Negeri 1 Sebatik

NUR AZMA
2025 · Thesis · Open Access

Tingginya pernikahan dini di Indonesia berdasarkan data UNICEF (dalam Fachrunisa et,al, 2024) mengungkapkan bahwa pernikahan dini mencapai sekitar 1,5 juta kasus yang menempatkan Indonesia urutan ke-8 diseluruh dunia dan ASEAN. Berdasarkan hasil observasi peneliti di SMA Negeri 1 Sebatik juga terdapat sekitar 6 kasus pernikahan dini, sehingga peneliti mengembangkan sebuah media yang digunakan untuk membantu mencegah pernikahan dini. Adapun penelitian terdahulu yang mendukung pengembangan Flipbook dilakukan oleh Kodi et.al, (2019), “Pengembangan Media Flipbook Fisika Berbasis Android Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Topik Perpindahan Kalor’’. Hasil penelitian menunjukkan validasi oleh ahli media memperoleh presentase 85,71% dan ahli materi memperoleh presentase 82,4%, keduanya dikategorikan Sangat Layak. Selain itu hasil respon guru maupun siswa terhadap media tersebut juga dinilai Sangat Baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan R&D yang terdiri dari tujuh tahapan yaitu, Identifikasi masalah, pengumpulan data, perancangan produk, validasi produk, revisi produk, uji coba produk dan revisi produk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan pengembangan Flipbook sebaai media untuk pencegahan pernikahan dini di SMA Negeri 1 Sebatik. Hasil validasi dari validator media diperoleh presentase sebesar 70% dengan kriteria “Layak” dan hasil validasi dari validator materi diperoleh presentase sebesar 90% dengan kriteria “Sangat Layak”. Kemudian uji coba produk pada salah satu guru Bimbingan dan Konseling dengan perolehan presentase sebesar 97% dengan kriteria “Sangat Baik” serta hasil respon dari 10 siswa kelas XII PSP 1 diperoleh rata-rata kategori “Sangat Baik”. Maka dapat disimpulkan bahwa Flipbook sebagai media untuk pencegahan pernikahan dini di SMA Negeri 1 Sebatik memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan. Sehingga untuk media Flipbook ini lebih berkembang maka diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat menguji keefektifannya serta dapat menambahkan materi yang lebih lengkap terkait pencegahan pernikahan dini.

IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERBAHASA DAN KOMUNIKASI PADA ANAK AUTISME (KAJIAN PSIKOLINGUISTIK)

WINDI ROSALINDA
2025 · Thesis · Open Access

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari mengidentifikasi kemampuan berbahasa ekspresif dan reseptif yang dimiliki anak dengan gangguan autisme dengan menggunakan kajian psikolinguistik. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskriptif kualitatif karena mendeskripsikan masalah-masalah yang berkenaan dengan kemampuan berbahasa anak autisme serta gangguan komunikasi yang dialami anak dengan gangguan autisme. Objek pada penelitian ini anak dengan gangguan autisme bernama Al Parabi (AL) usia 18 tahun. Data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan diantaranya pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan diakhiri dengan penarik kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa Al anak dengan gangguan autisme memiliki kemampuan berbahasa ekspresif dan kemampuan berbahasa reseptif untuk tujuan komunikasi. Kemampuan berbicara Al mengalami kesulitan kognitif dan pemrosesan yang dimana Al mengalami kesulitalitan menggunakan kata-kata tersebut dalam kalimat yang terstruktur. Adapun komunikasi verbal yang dimiliki Al yaitu dapat melakukan komunikasi dua arah. Dan untuk kemampuan komunikasi non-verbalnya terkadang anak dapat melakukan komunikasi dengan kontak mata dan terganggu jika berkomunikasi terjadi sentuhan. Lemah kuatnya suara yang dikeluarkan sudah jelas dan dapat didengar orang lain, untuk kecepatan dalam berkomunikasi anak normal dan cukup baik.

PENGARUH INFLASI, NILAI TUKAR, DAN HARGA BATU BARA TERHADAP EKSPOR BATU BARA DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

RODHIYAH ARDIFA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, nilai tukar rupiah, dan harga batu bara terhadap ekspor batu bara di Provinsi Kalimantan Utara, baik secara parsial maupun simultan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada peran penting batu bara sebagai komoditas unggulan ekspor Indonesia, khususnya Kalimantan Utara yang memiliki cadangan besar dan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Data yang digunakan berupa data sekunder berbentuk time series triwulanan periode 2015–2024, yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik sebagai prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel inflasi dan nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspor batu bara, sedangkan harga batu bara berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, inflasi, nilai tukar, dan harga batu bara berpengaruh signifikan terhadap ekspor batu bara di Provinsi Kalimantan Utara. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,333 yang berarti bahwa ketiga variabel independen hanya mampu menjelaskan variasi ekspor sebesar 33,3%, sedangkan sisanya 66,7% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.Temuan ini menunjukkan bahwa faktor harga batu bara memiliki peran dominan dalam memengaruhi ekspor, sementara inflasi dan nilai tukar tidak memberikan pengaruh langsung yang signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan pelaku usaha dalam merumuskan strategi perdagangan dan kebijakan ekspor, serta bagi penelitian selanjutnya untuk memperluas variabel yang dianalisis.

PENGARUH INSENTIF PAJAK TERHADAP KEBERLANGSUNGAN USAHA UMKM DI KOTA TARAKAN MELALUI KEPATUHAN WAJIB PAJAK

JESIKA
2025 · Thesis · Open Access

Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya insentif pajak sebagai kebijakan fiskal pemerintah yang diharapkan dapat mendukung perkembangan UMKM sekaligus mendorong kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan insentif pajak terhadap keberlangsungan usaha UMKM di Kota Tarakan dengan kepatuhan wajib pajak sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 UMKM yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) di Kota Tarakan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS versi 4.1.1.4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan insentif pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlangsungan usaha UMKM, serta berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Namun, kepatuhan wajib pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap keberlangsungan usaha dan tidak terbukti memediasi hubungan antara insentif pajak dengan keberlangsungan usaha UMKM. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manfaat insentif pajak lebih dominan dirasakan secara langsung oleh UMKM dalam menjaga keberlanjutan usahanya dibandingkan melalui peningkatan kepatuhan pajak.

ELASTISITAS PENGELUARAN PEMERINTAH TERHADAP PENGANGGURAN DAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO DI KOTA TARAKAN

YUNI KARTIKA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elastisitas pengeluaran pemerintah terhadap pengangguran dan Produk Domestik Regional Bruto di Kota Tarakan periode 2017–2024. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya efektivitas kebijakan fiskal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan pengangguran daerah. metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik dokumentasi terhadap data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan. Analisis dilakukan menggunakan perhitungan elastisitas untuk melihat persentase perubahan pengangguran dan Produk Domestik Regional Bruto terhadap perubahan pengeluaran pemerintah setiap tahun. hasil penelitian menunjukkan bahwa elastisitas pengeluaran pemerintah terhadap pengangguran bersifat inelastis dengan nilai rata-rata –5,95, yang berarti peningkatan pengeluaran belum mampu menekan pengangguran secara signifikan. Sedangkan elastisitas terhadap Produk Domestik Regional Bruto juga inelastis dengan rata-rata –1,38, menunjukkan bahwa peningkatan pengeluaran pemerintah belum efektif mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan fiskal yang lebih produktif dan tepat sasaran.

ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PUBLIK DI RUMAH SAKIT PRATAMA SEBATIK

JUSNIANTI
2025 · Thesis · Open Access

Pelayanan kesehatan merupakan bagian dari pelayanan publik yang memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan yang menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas. Penelitian ini bertujuan untuk: (i) mengukur Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan di Rumah Sakit Pratama Sebatik, (ii) mengidentifikasi persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik, dan (iii) merumuskan strategi kebijakan untuk peningkatan IKM. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui penyebaran kuesioner kepada 98 responden. Analisis data dilakukan berdasarkan perhitungan IKM sesuai dengan PermenPAN-RB Nomor 14 Tahun 2017 tentang Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan di Rumah Sakit Pratama Sebatik berada dalam kategori “Baik”. Penilaian tersebut didasarkan pada sembilan unsur pelayanan, antara lain: (i) persyaratan layanan yang jelas dan mudah dipahami, (ii) prosedur yang cukup sistematis namun perlu disederhanakan bagi lansia dan penyandang disabilitas, (iii) waktu pelayanan yang relatif cepat meskipun mengalami perlambatan pada jam-jam sibuk, (iv) biaya yang terjangkau terutama bagi peserta BPJS, (v) jenis layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, (vi) kompetensi tenaga pelaksana yang baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (vii) sikap petugas yang ramah dan empatik, (viii) sarana dan prasarana yang cukup memadai meskipun masih membutuhkan penambahan alat medis, serta (ix) mekanisme pengaduan yang dinilai baik meskipun partisipasi masyarakat masih rendah. Secara umum, pelayanan di Rumah Sakit Pratama Sebatik telah memberikan pelayanan yang baik dan sesuai dengan ekspetasi masyarakat. Namun, diperlukan peningkatan pada aspek prosedural, kelengkapan sarana medis, dan sistem pengaduan untuk mengoptimalkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat kepercayaan masyarakat di wilayah perbatasan.

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN BAHAYA MEROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA PUTRA DI SMA NEGERI TARAKAN

GRASE PUTRI ANASTASYA HUTASOIT
2025 · Thesis · Open Access

Merokok menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena merupakan faktor risiko utama untuk beberapa penyakit kronis yang dapat menyebabkan kematian. Merokok adalah perilaku yang sangat merugikan kesehatan, namun masih sulit untuk dihilangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan bahaya merokok dengan perilaku merokok pada remaja putra. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis cross-sectional. Populasi pada penelitian ini sebesar 2.082 siswa dan didapatkan sampel dalam penelitian ini sejumlah 336 siswa putra yang bersekolah di SMA Negeri Tarakan. Untuk penentuan jumlah sampel setiap sekolahnya menggunakan teknik proporsional sampling dan teknik yang digunakan untuk pengambilan yang sampel yaitu purposive sampling. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penlitian ini yaitu adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan bahaya merokok pada perilaku remaja. Analisis menggunakan fisher’s exact test yang menunjukkan nilai p 0,05 (p = 0,014) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan bahaya merokok dengan perilaku merokok. Mayoritas responden menunjukkan tingkat pengetahuan tinggi serta memiliki perilaku merokok yang rendah, sehingga penelitian ini dapat dijadikan referensi ilmu keperawatan komunitas untuk menambah wawasan informasi mengenai bahaya merokok. Peneliti berharap agar peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan memperhatikan keterbatasan yang ada pada penelitian ini sehingga penelitian ini dapat berkembang.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERTA PENETAPAN KADAR FLAVONOID DAN FENOLIK EKSTRAK ETANOL KUNCUP BUNGA ECENG PADI (Monochoria sp.)

DADANG FERY ANJASMORO
2025 · Thesis · Open Access

Eceng padi (Monochoria sp.) meskipun dikenal sebagai tumbuhan pengganggu (gulma), memiliki potensi sebagai sumber senyawa antioksidan alami. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis kapasitas antioksidan serta mengkuantifikasi kandungan total flavonoid dan senyawa fenolik dalam ekstrak etanol kuncup bunga Monochoria sp. Proses ekstraksi menggunakan teknik maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) yang hasilnya diekspresikan dalam nilai IC50, sementara analisis fenolik total dan flavonoid total masing-masing menggunakan reagen Folin-Ciocalteu dan metode pembentukan kompleks AlCl3 secara spektrofotometri. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak etanol kuncup bunga eceng padi memiliki aktivitas antioksidan dengan IC50 136,7 ± 24,905 μg/mL, yang termasuk dalam kategori sedang. Kandungan total fenolik terukur sebesar 28,030 ± 7,838 mg GAE/g ekstrak, dan total flavonoid sebesar 23,788 ± 5,040 mg QE/g ekstrak. Disimpulkan bahwa kuncup bunga eceng padi menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan kandungan fenolik yang cukup tinggi, sehingga berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber antioksidan alami.

EKSTRAKSI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA ASTAXANTHIN DARI KULIT UDANG WINDU (Penaeus monodon)

MUTMAINNAH RAHMAN
2025 · Thesis · Open Access

Kulit udang Windu (Penaeus monodon) merupakan limbah hasil perikanan yang melimpah dan berpotensi sebagai sumber astaxanthin, sebuah senyawa karotenoid dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi astaxanthin dari kulit udang windu asal Tarakan, mengkuantifikasi kadarnya, serta menguji aktivitas antioksidannya. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut aseton 100% selama 5 hari pada rasio bahan terhadap pelarut 1:10 (b/v). Kadar astaxanthin dianalisis secara spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 476 nm, sedangkan aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dan dinyatakan dalam nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak astaxanthin yang dihasilkan memiliki warna merah-oranye khas dengan kadar rata-rata sebesar 78,61±4,45 µg/g. Uji aktivitas antioksidan menghasilkan nilai IC50 sebesar 262,5±15.77 µg/mL, yang mengindikasikan bahwa ekstrak astaxanthin memiliki aktivitas antioksidan yang lemah. Dengan demikian, kulit udang windu (Penaeus monodon) dari perairan Tarakan terbukti berpotensi sebagai sumber astaxanthin alami dengan aktivitas antioksidan yang lemah, hasil lemah ini disebabkan oleh ekstrak yang belum murni sehingga perlu penelitian lanjutan dalam pemurnian astaxanthin untuk dapat dimanfaatkan lebih lanjut dalam industri pangan, farmasi, atau kosmetik.

Classroom Icebreaker: Analyzing Students’ Motivation in Learning English at SMP Negeri 3 Tarakan

NURLINDA MOHD.AZIZ
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana aktivitas ice breaker memengaruhi motivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif untuk menyelidiki pengaruh aktivitas ice breaker di kelas terhadap motivasi belajar siswa. Partisipan penelitian ini terdiri atas 32 siswa kelas VII dan satu guru bahasa Inggris di SMP Negeri 3 Tarakan. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi observasi kelas, kuesioner, dan wawancara. Data dikumpulkan melalui observasi langsung selama proses pembelajaran, penyebaran kuesioner kepada siswa, serta wawancara dengan guru dan beberapa siswa terpilih, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan indikator motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas ice breaker mampu meningkatkan motivasi siswa dengan menciptakan suasana kelas yang lebih santai dan interaktif, sehingga mendorong partisipasi aktif serta meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, aktivitas ini membantu siswa menjadi lebih memahami dan terbiasa menggunakan bahasa Inggris, karena mereka terlibat dalam kegiatan belajar yang sederhana, bermakna, dan menyenangkan. Kondisi tersebut berkontribusi dalam mengurangi kecemasan belajar yang sering dialami siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. Lebih lanjut, aktivitas ice breaker terbukti secara efektif meningkatkan motivasi siswa berdasarkan komponen model ARCS, yaitu attention (perhatian), relevance (relevansi), confidence (kepercayaan diri), dan satisfaction (kepuasan). Implikasi dari temuan ini adalah bahwa penerapan aktivitas ice breaker dapat digunakan sebagai strategi pedagogis yang efektif untuk menciptakan lingkungan pembelajaran bahasa Inggris yang dinamis, kondusif, dan berpusat pada siswa, serta mendukung pengembangan motivasi belajar siswa secara berkelanjutan.

Efektivitas Anggaran Pelatihan Terhadap Pengangguran dan Penyerapan Tenaga Kerja di Kota Tarakan

ELVI SAMPE LOTO'
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas anggaran pelatihan kerja terhadap pengangguran dan penyerapan tenaga kerja di Kota Tarakan. Permasalahan pengangguran dan belum optimalnya penyerapan tenaga kerja menjadi isu penting dalam pembangunan ekonomi daerah, sehingga diperlukan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah, khususnya melalui alokasi anggaran pelatihan kerja yang diselenggarakan oleh Lembaga Latihan Kerja (LLK) Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan selama periode 2019–2024. Teknik analisis yang digunakan adalah Incremental Capital Output Ratio (ICOR) untuk mengukur efektivitas penggunaan anggaran terhadap perubahan tingkat pengangguran dan penyerapan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas anggaran pelatihan kerja terhadap pengangguran dan penyerapan tenaga kerja di Kota Tarakan bersifat fluktuatif. Pada beberapa tahun, anggaran pelatihan kerja menunjukkan efektivitas dalam menurunkan tingkat pengangguran dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja, namun pada tahun-tahun tertentu efektivitasnya menurun. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan anggaran pelatihan kerja belum sepenuhnya konsisten dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pelatihan kerja agar alokasi anggaran dapat memberikan dampak yang lebih optimal terhadap penurunan pengangguran dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di Kota Tarakan.

PENGARUH TENAGA KERJA KESEHATAN DAN SARANA PRASARANA TERHADAP BEBAN KERJA DAN KUALITAS PELAYANAN DI PUSKESMAS KECAMATAN TANA LIA TAHUN 2024

ERIC SEPTIAN
2025 · Thesis · Open Access

Puskesmas di Kecamatan Tana Lia, menghadapi berbagai tantangan serta keterbatasan dari sisi tenaga kerja maupun sarana prasarana yang belum memadai, sehingga berpengaruh terhadap beban kerja dan menurunkan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tenaga kerja kesehatan dan sarana prasarana terhadap beban kerja serta dampaknya terhadap kualitas pelayanan di Puskesmas Tana Lia. Ketersediaan tenaga kerja kesehatan dan kondisi sarana prasarana merupakan dua faktor krusial yang memengaruhi kinerja pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode analisis jalur, responden pada penelitian ini menggunakan seluruh tenaga kesehatan berjumlah 35 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan beban kerja, dan kualitas pelayanan kesehatan. Sedangkan, sarana prasarana berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas pelayanan, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap beban kerja. Beban kerja tenaga kesehatan ternyata tidak berperan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara tenaga kerja maupun sarana prasarana dengan kualitas pelayanan. Evaluasi model menunjukkan bahwa variabel tenaga kerja dan sarana prasarana mampu menjelaskan 69,7% varians kualitas pelayanan, sedangkan varians beban kerja yang dapat dijelaskan oleh variabel independen relatif rendah, yakni sebesar 17,6%. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dipengaruhi secara langsung oleh ketersediaan tenaga kerja dan sarana prasarana.

ANALISIS DAMPAK DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERIODE 2015-2024

STANLEY ANDRE NUGRAHA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara pada periode 2015 hingga 2024. Fokus utama penelitian ini adalah rasio PAD terhadap total pendapatan daerah, rasio PAD terhadap total belanja daerah, serta pengangguran sebagai variabel kontrol yang dianalisis terhadap kemiskinan sebagai variabel dependen. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi data panel, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan DJPK Kementerian Keuangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio PAD terhadap total pendapatan daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan rasio PAD terhadap total belanja daerah berpengaruh negatif namun tidak signifikan, dan pengangguran berpengaruh positif namun tidak signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam mengarahkan peningkatan kemandirian pendapatan yang disertai perbaikan kualitas belanja agar kebijakan fiskal daerah lebih efektif dalam menurunkan tingkat kemiskinan di Kalimantan Utara.

STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI PANTAI AMAL LAMA KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

ARMIN ARDIANSYAH
2025 · Thesis · Open Access

Kelurahan Pantai Amal, Tarakan Timur, Kota Tarakan, merupakan daerah pesisir yang sebagian besar wilayahnya ditutupi ekosistem mangrove dan termasuk dalam kawasan konservasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas mangrove di Pantai Amal Lama melalui pengukuran kerapatan, frekuensi, dominansi, serta perhitungan indeks keanekaragaman (H’), keseragaman (E), dan dominansi (C). Pengambilan data dilakukan dengan metode transek kuadrat dan teknik purposive sampling pada 15 stasiun, masing-masing memiliki tiga transek berukuran 10×10 m untuk pohon, 5×5 m untuk anakan, dan 1×1 m untuk semai. Parameter lingkungan yang diukur meliputi salinitas dan pH air, sedangkan analisis menggunakan formula Bengen (2004) untuk menentukan kerapatan, frekuensi, dominansi relatif, dan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan Sonneratia sp. merupakan jenis paling dominan dengan nilai INP tertinggi 296,05%, sedangkan Rhizophora sp dan Avicennia sp terbatas. Nilai H’ 2,0, E 0,50–0,75, dan C 0,903–0,924 menandakan dominasi satu spesies. Dengan salinitas rata-rata 26 ppt dan pH 7,4–7,6, kondisi masih sesuai untuk pertumbuhan mangrove. Disarankan rehabilitasi Penanaman Jenis Avicennia sp dan Rizophora sp guna menjaga keseimbangan ekosistem serta edukasi masyarakat penting untuk mendukung pelestarian mangrove dan keberlanjutan sosial-ekonomi di wilayah pesisir.

PENERAPAN PRINSIP NE BIS IN IDEM DALAM KASUS TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI TINJAU DARI PRESPEKTIF HAK ASASI MANUSIA (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 1853 K/Pid.Sus/2014)

ROBIYATUL ADAWIYAH
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini membahas penerapan prinsip ne bis in idem dalam perkara tindak pidana narkotika berdasarkan studi kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 1853 K/PID.SUS/2014) serta keterkaitannya dengan perlindungan hak asasi manusia. Prinsip ini berfungsi penting untuk menjamin kepastian hukum, memberikan rasa keadilan, serta mencegah terjadinya penuntutan ganda terhadap terdakwa atas perbuatan yang sama. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan kasus melalui kajian peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan literatur hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan studi kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 1853 K/PID.SUS/2014) telah melanggar prinsi ne bis in idem karena responden diadili dua kali untuk perbuatan yang sama, dengan barang bukti yang sama, dan dalam konteks hukum yang sama. Prinsip ne bis in idem tidak berlaku apabila waktu terjadinya perkara (tempus delicti) dan tempat terjadinya perkara (locus delicti) berbeda dengan kasus sebelumnya yang sudah memiliki putusan yang tetap. Pada putusan Mahkamah Agung Nomor 1853 K/PID.SUS/2014, pertimbangan hakim dalam mengawal prinsip ne bis in idem dari perspektif Hak Asasi Manusia akan sangat menekankan pada perlindungan hak atas kepastian hukum, keadilan substantif, dan pencegahan perlindungan proses hukum. Hakim akan melakukan penafsiran yang cermat terhadap "perbuatan yang sama" tidak hanya secara tekstual tetapi juga kontekstual, dengan mempertimbangkan dampak terjadinya ganda terhadap hak asasi penipu. Keputusan untuk menerapkan atau menolak ne bis in idem pada akhirnya akan mencerminkan keseimbangan antara kepentingan negara dan jaminan hak asasi individu dalam sistem peradilan pidana.

Efektivitas Bukti Elektronik Dalam Sistem Pembuktian Tindak Pidana Pencurian Di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Tarakan

IZA AULIA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait efektivitas bukti elektronik dalam sistem pembuktian tindak pidana pencurian di Polres Tarakan. Pertama peran bukti elektronik dalam tindak pidana pencurian. Kedua efektivitas penggunaan bukti elektronik dalam pembuktian tindak pidana pencurian di Polres Tarakan serta menggunakan data primer, data sekunder, dan data tersier. Data primer berasal dari beberapa narasumber, yaitu penyidik Reskrim Polres Tarakan. Data sekunder didapatkan dari Undang-Undang, buku, jurnal, dan artikel. Data tersier berasal dari website-website internet resmi yang terkait. Hasil dari penelitian ini, yaitu pertama, peran bukti elektronik dalam pembuktian tindak pidana pencurian di Polres Tarakan peran bukti elektronik adalah sebagai alat bukti sah dalam proses peradilan pidana dan perdata yang berfungsi mendukung pembuktian suatu kejadian. Bukti elektronik, berupa informasi atau dokumen elektronik, memberikan kepastian hukum dan mendukung pembuktian digital seperti rekaman CCTV atau email, asalkan memenuhi syarat keaslian, keutuhan, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai UU ITE. Kedua, efektivitas bukti elektronik dalam pembuktian tindak pidana pencurian di Polres Tarakan pada dasarnya terbukti efektif sebagai alat bukti, sepanjang memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Penelitian ini menyarankan agar Polres Tarakan melalui Satreskrim bekerja sama dengan ahli IT atau digital forensik, memperbarui SOP, serta menerapkan penyimpanan bukti elektronik secara forensik untuk menjamin keaslian dan validitasnya. Selain itu, perlu dibangun sinergi antara penyidik, jaksa, dan hakim, dengan dukungan pemerintah daerah serta institusi pendidikan hukum dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melaporkan bukti elektronik sejak awal kejadian.