Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.753 item publik

Publikasi

Halaman 57 dari 338

PENGEMBANGAN MEDIA ZONA-BANGUN PADA MATERI KESEBANGUNAN DAN KEKONGRUENAN DALAM KAITANNYA DENGAN KETERTARIKAN SISWA DI SMP

FITRIANA
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketertarikan siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi kesebangunan dan kekongruenan, yang disebabkan oleh keterbatasan variasi media pembelajaran yang digunakan di kelas. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam membedakan konsep kesebangunan dan kekongruenan serta kurang terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan melibatkan siswa secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Zona Bangun serta mendeskripsikan kemenarikan dan ketertarikan siswa terhadap penggunaan media tersebut dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri dari validator ahli media, validator ahli materi, serta siswa SMP sebagai pengguna media. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi ahli dan angket ketertarikan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Zona Bangun memperoleh penilaian positif dari ahli media dan ahli materi. Selain itu, kemenarikan dan ketertarikan siswa terhadap media dibuktikan melalui hasil angket respon siswa yang menunjukkan kategori menarik, serta didukung oleh hasil observasi yang menunjukkan keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran, seperti mengamati, mengelompokkan, dan menjelaskan bangun datar berdasarkan konsep kesebangunan dan kekongruenan. Dengan demikian, media Zona Bangun dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran pada materi kesebangunan dan kekongruenan di SMP.

Diversi Tindak Pidana Pencurian yang Dilakukan oleh Anak (Studi kasus: LP/B/23/XII/2021/SPKT/KSKP/TUNON TAKA/POLRES NUNUKAN)

MUHAMMAD SAFAR
2026 · Thesis · Open Access

Diversi merupakan instrumen penting dalam Sistem Peradilan Pidana Anak yang bertujuan mengalihkan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana formal menuju mekanisme non-punitif yang berorientasi pada perlindungan dan pembinaan anak. Penerapan diversi diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA), namun dalam praktiknya masih menimbulkan berbagai persoalan, khususnya ketika anak melakukan tindak pidana secara berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah mengenai bagaimana diversi diterapkan dalam penanganan tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anak di bawah umur serta bagaimana akibat hukum diversi menurut UU SPPA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Data penelitian bersumber dari bahan hukum primer dan sekunder, yang dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan diversi dalam penanganan tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anak telah dilaksanakan sesuai ketentuan UU SPPA pada kasus pertama, yaitu dengan mengupayakan diversi sejak tahap penyidikan melalui musyawarah yang melibatkan anak, orang tua, korban, pembimbing kemasyarakatan, dan pekerja sosial. Diversi berhasil menghindarkan anak dari proses peradilan formal serta memberikan pembinaan yang bersifat restoratif. Namun, pada kasus pencurian yang dilakukan secara berulang, penerapan diversi tidak lagi sepenuhnya sesuai dengan ketentuan Pasal 7 ayat (2) UU SPPA karena anak telah berstatus residivis. Akibat hukum diversi menurut UU SPPA meliputi penghentian proses peradilan pidana formal, pengalihan pertanggungjawaban anak ke mekanisme pembinaan non-punitif, serta perlindungan hak anak dari pemidanaan dan stigma. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diversi tidak dapat diposisikan sebagai solusi tunggal dalam penanganan tindak pidana anak, khususnya bagi anak residivis, sehingga diperlukan pendekatan pembinaan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Diversi, Anak Berhadapan dengan Hukum, Tindak Pidana Pencurian, Sistem Peradilan Pidana Anak.

Implementation of Dimensions of The Deep Learning Graduate Profile of Merdeka Curriculum in Teaching English at SMPN 1 Tarakan

NOOR MUTIARA
2026 · Thesis · Open Access

This research aims to illustrate how the eight elements of the deep learning graduate profile were implemented in English language education at SMPN 1 Tarakan, related the problems encountered by teachers. This study uses a descriptive qualitative method, with data gathered through observation, questionnaires, and interviews. It includes one teacher and 31 students. According to the research findings, numerous characteristics of classroom activities have been added, including faith and piety toward God Almighty, communication, teamwork, and independence. However, not all dimensions appear to be consistently implemented, and features such as creativity, critical thinking, citizenship, and self-confidence remain limited due to pupils' limited abilities and low self-esteem. The most challenging problem for teachers is integrating all eight characteristics into a single class, which is exacerbated by variations in student involvement and time constraints. Overall, implementation is a continuous process that requires ongoing improvement and support.

MAKNA DAN SIMBOL ARSITEKTUR PADAN LIU' BURUNG DI KABUPATEN MALINAU PROVINSI KALIMANTAN UTARA

JEKI
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini membahas makna dan simbol Arsitektur Padan Liu' Burung sebagai salah satu warisan budaya yang merepresentasikan identitas masyarakat Dayak Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek pada penelitian ini diperoleh dari tokoh adat Kabupaten Malinau. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara, dokumentasi, menulis/mencatat. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat makna Arsitektur Padan Liu' Burung yaitu data berupa Arsitektur banggunan, 3 pasak atap, pintu utama, pintu kedua, tiang, tangga ulin, lantai panggung memiliki makna melambangkan keselarasan, kekuatan dan mempertahankan nilai-nilai leluhur. Data berupa bentuk tameng, ornamen burung enggang memiliki makna melambangkan perlindungan dan keberanian. Data berupa warna kuning, biru, putih, hitam, hijau, merah memiliki makna melambangkan keindahan dan kekuatan bagi suku Dayak. Arsitektur ini melambangkan sebagai ruang sosial dan juga sebagai medium komunikasi nilai-nilai leluhur, terutama yang berkaitan dengan hubungan manusia, alam, dan kepercayaan tradisional dan juga berperan sebagai simbol status sosial dan sarana pelestarian adat melalui ritual maupun kegiatan komunal. Unsur-unsur seperti bentuk bangunan, ukiran, motif burung, serta tata ruangnya memuat simbol kosmologis yang merefleksikan pandangan hidup masyarakat Dayak terhadap keseimbangan dan keharmonisan. Hasil kajian disimpulkan bahwa arsitektur tradisional ini memiliki kedalaman nilai filosofis yang penting untuk dilestarikan sebagai identitas budaya dan referensi pengembangan arsitektur lokal di masa depan.

ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN GEDUNG PERPUSTAKAAN KOTA TARAKAN

A.FAUZI
2026 · Thesis · Open Access

The current condition of the Tarakan City Library Building requires repair and maintenance efforts due to the building’s age, which has reached over a decade consequently, it has experienced various forms of demage that have the potential to disrupt user comfort. Therefire, building maintenance and upkeep activities need to be carried out periodically to ensure that the building’s facilities and infrastructure continue to function optimally and provide a sense of safety and comfort for users. This study was conducted to determine the extent of demaga occurring at the Tarakan City Library building and to provide recommendations for repairing the identified damage. The method used in this study was a quantitative approach through direct field observations to identify the types of damage occurring in the building and to measure the dimensions of the damage. The results of the study indicated that the percentage of damage levels in the Tarakan City Library Building For Structural components reached 17.60%, non-structural components reachend 6.94%, and the total damage level for the building reached 12.27%, falling within the category of minor damage. Additionally, recommendations for repairing cracks in structural elements such as columns, beams, and walls that have sustained damage include using a mixture of conbextra GP cement and water. Furthermore, for wall finishing work, it is recommended to repaint using durable paint. Meanwhile, damage to non-structural components such as faucets, electrical installations, and door handles should be addressed by replacing these components with new ones to prevent further deterioration.

Pertanggungjawaban Pidana Dalam Kasus Balap Liar Yang Mengakibatkan Kecelakaan dan Korban Jiwa

ALDI
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Pertanggungjawaban Pidana Dalam Kasus Balap Liar Yang Mengakibatkan Kecelakaan dan Korban Jiwa. Pertama bagaimana penegakkan hokum oleh aparat Kepolisian di Kota Tarakan terhadap kasus balap liar yang berujung pada kecelakaan lalu lintas? Kedua, Bagaimana bentuk pertanggunggungjawaban pidana terhadap pelaku balap liar yang menyebabkan korban jiwa lalu lintas di Kota Tarakan?. Skripsi ini menggunakan metode penelitian empiris yang berfokus mengamati langsung fenomena balap liar di Tarakan. Data primer yang penulis gunakan data yang diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder bersumber dari bahan kepustakaan, jurnal, dan artikel terkait balap liar. Hasil dari penelitian ini berhasil menjawab 2 rumusan masalah yang pertama, penegakkan hokum kasus balap liar berujung kecelakaan di Kota Tarakan menerapkan kombinasi tindakan pre-emptif dan represif. Mayoritas penyelesaian dilakukan melalui SP3 (penghentian penyidikan), sementara kasus yang dilanjutkan kepenuntutan (P21) sangat minim. Kedua, bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku balap liar yang menyebabkan korban jiwa di Kota Tarakan adalah pidana ganda karena melibatkan dua pelanggaran utama: aktivitas balap liar itu sendiri dan tindak pidana yang mengakibatkan kematian. Unsur kesalahan dalam kasus ini dikategorikan sebagai kelalaian berat (culpa) karena pelaku mengabaikan kehati-hatian dan melakukan perbuatan yang membahayakan.

Efektivitas Bapas Dalam Proses Diversi Terhadapan Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum di Tarakan

FAJAR AHMAD ILAHI
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK EFEKTIVITAS BAPAS DALAM PROSES DIVERSI TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM DI TARAKAN Penelitian ini mengkaji secara empiris mengenai efektivitas pelaksanaan peran Balai Pemasyarakatan (BAPAS) dalam proses diversi terhadap Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Tarakan dengan locus penelitian pada BAPAS Kelas II Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya perlindungan hak anak dalam sistem peradilan pidana yang berfokus terhadap kepentingan terbaik bagi anak telah dijelasakan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Undang-undang tersebut menegaskan bahwa setiap perkara anak wajib mengupayakan diversi sebagai bentuk penyelesaian di luar proses peradilan formal dengan pendekatan keadilan restoratif. Diversi memiliki tujuan untuk mencapai perdamaian diantara korban dan pelaku, mencegah perampasan kemerdekaan anak, menghindarkan anak dari stigma negatif, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab anak atas perbuatannya. Penulisan ini menggunakan metode empiris dengan observasi, melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap Pembimbing Kemasyarakatan (PK), ABH, serta orang tua klien anak. Data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, laporan penelitian kemasyarakatan (LITMAS), serta bacaan hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PK memiliki peran strategis dalam proses diversi, mulai dari tahap pra ajudikasi, ajudikasi, hingga pasca ajudikasi. PK tidak hanya melakukan pendampingan terhadap anak sejak tahap penyidikan, tetapi juga menyusun LITMAS yang memuat identitas anak, latar belakang keluarga, kondisi sosial dan pendidikan, faktor penyebab tindak pidana, kondisi korban, serta rekomendasi yang dapat menjadi dasar pertimbangan aparat penegak hukum dalam menentukan penyelesaian perkara. LITMAS bersifat wajib dan menentukan sah atau tidaknya proses peradilan anak, sehingga menjadi instrumen penting dalam mewujudkan perlindungan hukum bagi ABH. Data permintaan pendampingan diversi tahun 2021–2025 menunjukkan total 125 perkara dengan jenis kasus yang didominasi oleh pelanggaran lalu lintas, pengeroyokan, pencurian, perlindungan anak, dan tindak pidana lainnya, dengan tingkat keberhasilan diversi yang relatif tinggi meskipun masih terdapat hambatan seperti ketidakhadiran para pihak dan ketidaksepakatan mengenai ganti kerugian. Secara umum, pelaksanaan diversi di BAPAS Kelas II Tarakan telah berjalan efektif sesuai dengan ketentuan normatif dan prinsip keadilan restoratif, namun masih memerlukan penguatan koordinasi antar aparat penegak hukum, peningkatan kesadaran hukum masyarakat, serta optimalisasi sarana dan prasarana untuk menjamin perlindungan dan pembinaan yang berkelanjutan bagi ABH.

Pengaruh Pemberian Pupuk AB Mix Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand) serta Kesuburan Tanah

ELISIA ARDHANI
2026 · Thesis · Open Access

Permasalahan lingkungan banyak terjadi diakibatkan oleh aktivitas manusia yang tidak memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Kerusakan lingkungan tersebut dapat berdampak pada menurunnya fungsi ekologis, menurunnya kualitas lingkungan, serta berkurangnya tingkat kesuburan tanah. Beberapa tanah yang tersebar di Kota Tarakan, Kalimantan Utara termasuk ke dalam golongan tanah marginal beriklim tropis dengan tingkat kesuburan tanah yang rendah, yaitu Ph kisaran 4,1-4,9, kandungan C- Organik kisaran 0,08-0,11%, P total tinggi 0,81%, N total sangat rendah 0,06% dan K total sangat rendah 0,06%. Oleh karena itu, upaya penanganan yang tepat untuk memulihkan lahan tersebut, yaitu melalui kegiatan reklamasi lahan berupa regevetasi lahan. Salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan dalam kegiatan revegetasi lahan adalah jenis tanaman rumput-rumputan (rumput pakchong). Untuk membudidayakan rumput ini diperlukan ketersediaan hara pada tanaman dapat dilakukan dengan cara memberikan pupuk agar dapat mengurangi keterbatasan unsur hara atau kekurangan mineral pada tanaman. Pupuk yang digunakan dalam penelitian ini adalah pupuk AB Mix. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan dan empat ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan yaitu, P0 (kontrol), P1 (kontrol positif (pupuk NPK Mutiara 16-16-16), P2 (400 ppm AB Mix), P3 (800 ppm AB Mix), P4 (1200 ppm AB Mix) dan P5 (1600 ppm AB Mix). Parameter pengamatan yang dilakukan yaitu tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, jumlah anakan, diameter batang, panjang akar,berat basah dan berat kering tanaman. Data dianalisis menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi 800 ppm menunjukkan hasil terbaik pada semua parameter yaitu tinggi tanaman 8 MST 257,87 cm, luas daun umur 8 MST 242,03 cm, Jumlah anakan 8 MST 6,42 batang, jumlah daun umur 8 MST 18 helai, diameter batang umur 8 MST 24,81 mm, panjang akar 8 MST 35,79 cm berat basah 1.030 kg dan berat kering 467,50 gr. Dengan demikian, pemberian perlakuan Ab Mix 800 ppm dapat meningkatkan kesuburan tanah, pertumbuhan dan hasil tanaman Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand).

IDENTIFIKASI MIKROPLASTIK PADA KERANG DARAH (Anadara sp.), KERANG KAPAH (Meretrix meretrix) DAN KERANG BAKAU (Geloina sp.) YANG BERASAL DARI PERAIRAN KOTA TARAKAN

MUHAMAD ISWAN
2026 · Thesis · Open Access

Mikroplastik merupakan fragmen plastik dengan ukuran panjang kurang dari 5 mm. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan serta karakteristik mikroplastik yang meliputi bentuk, warna, dan ukuran pada Kerang Darah (Anadara sp.), Kerang Kapah (Meretrix meretrix), dan Kerang Bakau (Geloina sp.) yang berasal dari perairan Kota Tarakan. Metode penelitian dilakukan melalui analisis karakteristik mikroplastik berdasarkan jenis, warna, dan ukuran partikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Kerang Darah (Anadara sp.) lokasi Pantai Jambsore terdapat 10 partikel mikroplastik yang terdiri atas bentuk fragmen, film, dan fiber. Warna mikroplastik yang teridentifikasi meliputi hijau tua, hijau muda, dan hitam, dengan ukuran berkisar antara 20–40 μm hingga 500 μm. Pada Kerang Kapah (Meretrix meretrix) lokasi Pantai Amal, terdapat 12 partikel mikroplastik dengan bentuk fragmen dan fiber. Warna mikroplastik yang dijumpai yaitu hijau tua, hitam, dan merah, dengan ukuran berkisar antara 20–40 μm hingga 5000 μm. Sementara itu, pada Kerang Bakau (Geloina sp.) lokasi Mangrove (KKMB) terdapat 6 partikel mikroplastik yang seluruhnya berbentuk fragmen. Warna mikroplastik yang teridentifikasi hanya hijau tua, dengan ukuran berkisar antara 40–60 μm hingga 500 μm.

Analisis Dana Perimbangan Terhadap Kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara

DESLYANA RASYIQAH WARDINA
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap kemiskinan yang terjadi di seluruh kabupaten/kota yang berada dalam Provinsi Kalimantan Utara sepanjang periode tahun 2015 hingga tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi data panel, yang didukung oleh data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial DAU dan DAK tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan DBH berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Secara simultan, DAU, DAK, dan DBH berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan

KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL SI BOLANG PADA SISWA KELAS VII B SMP NEGERI 3 TANJUNG PALAS

MARSI RIANTI
2026 · Thesis · Open Access

Marsi Rianti. 2026. Kemampuan Menulis Teks Deskrispi Menggunakan Media Audiovisual Pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri 3 Tanjung Palas. Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan. (dibimbing oleh Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S., M.A. dan Muhammad Ilham, S.S., M.Pd). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis teks deskripsi menggunakan media audiovisual Si Bolang pada siswa kelas VII B SMP Negeri 3 Tanjung Palas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2025 di SMP Negeri 3 Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan data hasil penelitian diperoleh dari tes kemampuan menulis siswa. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audiovisual Si Bolang untuk mengetahui kemampuan menulis teks deskripsi siswa dilihat dari nilai rata- rata kelas yaitu 63 yang menunjukkan bahwa siswa kelas VII B masih tergolong cukup. Lalu untuk persentasi pencapaian pada indikator pertama yaitu judul yang mencapai 70.58% dengan bobot B (66-79), indikator kedua yaitu kreativitas pengembangan tulisan dengan persentase 48.23% dan bobot D (40-55), indikator ketiga yaitu kelengkapan informasi dengan persentase 55.29% dan bobot D (40- 55), indikator keempat yaitu pemilihan kata dengan persentase 56.47% dan bobot C (56-65), dan indikator kelima yaitu penggunaan EYD dengan persentase 22.35% dan bobot di bawah E (30-39). Adapun hasil ketuntasan siswa diperoleh dengan persentase 52,94%.

PENGARUH BELANJA MODAL PERTUMBUHAN EKONOMI DAN TENAGA KERJA TEERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PROVINSI KALIMANTAN BAGIAN UTARA

MUHAMMAD AZLANSYAH
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Belanja Modal Pertumbuhan Ekonomi dan Tenaga Kerja terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi data panel dengan menggunakan Stata 19 dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur tahun 2017 hingga 2023. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang terpilih pada penelitian ini untuk Provinsi di Kalimantan bagian Utara adalah Common Effect Model (CEM) yang menyatakan bahwa belanja modal secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara sedangkan pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara. Secara simultan belanja modal, pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara. Belanja modal, pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja mampu menjelaskan pengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi di Kalimantan bagian Utara sebesar 22,82% sedangkan sisanya disebabkan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

Determinasi Pengangguran di Indonesia Tahun 2015-2024

DIAN OKTAVIANI
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan pengangguran di Indonesia, dengan fokus pada pengaruh investasi, industri besar sedang, industri mikro kecil, kredit modal kerja, dan inflasi terhadap pengangguran di Indonesia. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik dan Otoritas Jasa Keuangan Indonesia tahun 2015-2024. Penelitian ini menggunakan pooled data atau gabungan dari data cross-section dan time series sehingga metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel, dengan pendekatan yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil estimasi menunjukkan bahwa (1) investasi secara parsial berpengaruh positif terhadap pengangguran di Indonesia; (2) industri besar sedang secara parsial berpengaruh negatif terhadap pengangguran di Indonesia; (3) industri mikro kecil secara parsial berpengaruh negatif terhadap pengangguran di Indonesia; (4) kredit modal kerja secara parsial berpengaruh negatif; (5) inflasi secara parsial berpengaruh negatif dan (6) investasi, industri besar sedang, industri mikro kecil, kredit modal kerja, dan inflasi secara simultan berpengaruh terhadap pengangguran di Indonesia. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun industri mikro kecil, kredit modal kerja, dan inflasi tidak berpengaruh secara parsial terhadap jumlah pengangguran, peningkatan investasi serta penguatan industri besar sedang tetap memiliki peran penting dalam menurunkan pengangguran di Indonesia. Selain itu, kebijakan yang mendukung ekspansi usaha dan menjaga stabilitas makroekonomi perlu menjadi fokus utama dalam merumuskan strategi untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perencanaan Pemanenan Air Hujan pada gedung Laboratorium dan PErkuliahan Terpadu Universitas Borneo Tarakan

NURENI
2026 · Thesis · Open Access

Gedung Laboratorium dan Perkuliahan Terpadu Universitas Borneo Tarakan saat ini masih bergantung pada air tanah untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang dalam jangka panjang berpotensi terjadi penurunan muka air tanah. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah pemanfaatan air hujan melalui sistem pemanenan air hujan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem pemanenan air hujan sebagai alternatif sumber air bersih pada Gedung Laboratorium dan Perkuliahan Terpadu Universitas Borneo Tarakan. Tinjauan pustaka mencangkup konsep pemanenan air hujan, analisis hidrologi, analisis curah hujan, kebutuhan air, dan perencanaan bak penampungan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan berupa data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun terakhir terhitung pada tahun 2015 hingga 2024 dari Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, data luas atap gedung, serta kebutuhan air. Pengelolaan data meliputi analisis curah hujan menggunakan distribusi probabilitas untuk menentukan curah hujan rencana, menghitung intensitas hujan menggunakan metode Mononobe, analisis kebutuhan air, serta perencanaan volume bak. Potensi volume air hujan dihitung berdasarkan luasan atap sebesar 1.788,22 m2 dengan koefisien limpasan sebesar 0,85. Perencanaan kapasitas penampung dilakukan dengan menggunakan neraca air untuk mengetahui keseimbangan supply dan kebutuhan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume air hujan yang berpotensi ditampung dari atap gedung dengan proyeksi 20 tahun sebesar 310,52 m3 dengan debit rencana sebesar 0,2407 liter/detik . Volume tersebut menunjukkan bahwa sistem pemanenan air hujan dinilai layak sebagai sumber alternatif air bersih. Dengan penerapan sistem pemanena air hujan dapat mengurangi ketergantungan terhadap air tanah dan dapat mendukung upaya konservasi air di lingkungan kampus.

PERSEPSI TERKAIT RENCANA RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR SORE TANJUNG SELOR

JUARITA LASARUS
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi terhadap rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Sore Tanjung Selor, dengan meninjau dari dua aspek utama yaitu aspek lingkungan dan aspek ekonomi, serta menentukan lokasi alternatif yang paling sesuai antara Pasar Induk dan Pasar Subuh sebagai tempat relokasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 37 responden Pedagang Kaki Lima (PKL), sedangkan pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara dengan pembeli/konsumen, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh wanita, dan pihak pemerintah (Disperindagkop). Analisis data dilakukan dengan menggunakan skala likert untuk menilai persepsi responden terhadap aspek lingkungan dan ekonomi di dua lokasi alternatif relokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek lingkungan memperoleh skor 659 dari skor tertinggi 888 (74%), sedangkan aspek ekonomi memperoleh skor 637 dari skor tertinggi 888 (72%). Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian lokasi relokasi mencapai 73% dan berada pada kategori “setuju”, yang berarti kedua aspek tersebut dinilai cukup baik meskipun belum maksimal. Berdasarkan hasil preferensi seluruh responden yaitu 53 responden terhadap lokasi relokasi, Pasar Subuh dipilih oleh 43 responden (81%), sedangkan Pasar Induk hanya dipilih oleh 10 responden (19%). Hal ini menunjukkan bahwa Pasar Subuh dinilai lebih layak untuk dijadikan lokasi relokasi karena memiliki kondisi lingkungan yang lebih bersih, aman, dan nyaman, serta potensi ekonomi yang lebih tinggi dalam hal aksesibilitas, daya tarik konsumen, dan peluang peningkatan pendapatan pedagang.

kualitas sensori dan kadar monosodium glutamate penyedap rasa dari kombinasi udang mantis (harpiosquilla raphidea) dan ikan rucah

CLARA YOVILAN MOQ
2026 · Thesis · Open Access

Udang mantis (Harpiosquilla raphidea) dan ikan rucah merupakan hasil tangkapan samping (by-catch) yang memiliki nilai ekonomis sangat rendah di Kota Tarakan. Padahal, udang dan ikan umumnya memiliki kandungan glutamat yang berpotensi diolah menjadi penyedap rasa. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kualitas sensori dan kadar monosodium glutamate (MSG) penyedap rasa dari kombinasi udang mantis (Harpiosquilla raphidea) dan ikan rucah. Metode penelitian adalah eksperimental yang terdiri dari tiga tahap yaitu produksi penyedap rasa, pengujian sensori dan penentuan perlakuan terbaik dengan metode indeks efektivitas, serta uji kadar MSG pada perlakuan terbaik. Data uji sensori dianalisis dengan uji Kruskal Wallis, sedangkan data uji kadar MSG dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata antar perlakuan tidak memberi pengaruh nyata terhadap atribut sensori warna, rasa, aroma dan tekstur pada penyedap rasa (sig ≥ 0,05). Berdasarkan uji sensori, penyedap rasa dari kombinasi udang mantis dan ikan rucah disukai panelis dengan kisaran nilai 7,20-7,46. Berdasarkan uji indeks efektivitas, perlakuan terbaik adalah penyedap rasa dengan perbandingan udang mantis dan ikan rucah 30:70 (P4), dengan kadar MSG sebesar 27,90±1,52% mg/100 g. Kombinasi udang mantis (Harpiosquilla raphidea) dan ikan rucah berpotensi digunakan sebagai bahan baku produksi penyedap rasa.

Relasi Oblik Bahasa Bulungan di Buluh Perindu (Kajian Sintaksis)

DINAWATI
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Dinawati.2026. Relasi oblik dalam Bahasa Bulungan di Buluh Perindu (Kajian Sintaksis). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan ( Rita Kumalasari,M.Pd dan Dr. Asih Riyanti,M. Pd). Penelitian ini membahas mengenai bentuk dan makna relasi oblik dalam Bahasa Bulungan. Relasi oblik merupakan hubungan gramatikal non inti yang berfungsi memberikan keterangan tambahan terhadap predikat, seperti keterangan tempat,waktu,alat,tujuan, dan pihak penerima manfaat,namun tidak berperan sebagai subjek atau objek utama dalam kalimat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian sintaksis. Data penelitian berupa tuturan lisan dan data tertulis bahasa Bulungan yang mengandung relasi oblik yang diperoleh dari penutur asli melalui teknik simak, rekam, catat, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan bentuk-bentuk relasi oblik serta mengkaji makna semantis yang terkandung dalamnya. Dari hasil penelitian diperoleh relasi oblik dalam berbagai jenis, antara lain relasi oblik lokatif, relasi oblik instrumental, data relasi oblik benefaktif, data relasi oblik tujuan, data relasi oblik temporal, dan data relasi oblik komitatif, dan relasi oblik keadaan. Dari beberapa jenis relasi oblik tersebut umumnya ditandai oleh frasa preposisional dan memiliki peran penting dalam membentuk kejelasan makna kalimat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa relasi oblik memiliki fungsi sintaksis dan semantis yang signifikan dalam struktur kalimat bahasa Bulungan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian sintaksis bahasa daerah sekaligus mendukung upaya pelestarian bahasa Bulungan pada komunitas penutur Bulungan di luar wilayah asal.

PENGEMBANGAN MEDIA KARTU BERGAMBAR PADA MATERI TRADISI KELUARGA DAN MASYARAKAT SEKITAR DI KELAS III-B SDN 007 TARAKAN

SEPTI KURNIAWATI
2026 · Thesis · Open Access

This study aims to develop picture card learning media for the topic of Family and Community Traditions. The goal is to enhance students' understanding in Grade III-B at SDN 007 Tarakan. The study background is based on observations and interviews, which showed limited student comprehension of local culture. The research used a Research and Development (R&D) model following Borg & Gall. This model consists of several stages: research and information collection, planning, developing a preliminary product, preliminary field testing, main product revision, main field testing, and operational product revision. The developed product was a 10×14 cm picture card. Validation was conducted by media experts, content experts, and practitioners to assess product feasibility. Limited trials involved six students from Grade III-A. Field trials involved 25 students from Grade III-B. Data were collected through validation questionnaires and student response surveys. Validation results indicated the product was categorized as "highly feasible" for media, content, and practitioner aspects. Student responses in both trial stages indicated the picture card media was "very engaging." Consequently, the picture card learning media is suitable for supporting the teaching and learning process. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran kartu bergambar pada materi Tradisi Keluarga Dan Masyarakat Sekitar untuk meningkatkan pemahaman materi peserta didik kelas III-B SDN 007 Tarakan. Latar belakang penelitian didasarkan pada hasil observasi dan wawancara yang menunjukkan kurangnya pemahaman peserta didik terkait budaya. Model penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan Bord & Gall yang terdiri Research and information collecting, Planning, Develop preliminary form of product, Preliminary field testing, Main product revision, Main field testing, Operational produk revision. Produk yang dikembangkan berupa media kartu bergambar berukuran 10x14 cm. Validasi dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan praktisi untuk menilai kelayakan produk. Uji coba terbatas melibatkan 6 peserta didik kelas III-A, sedangkan uj coba lapangan melibatkan 25 peserta didik kelas III-B. Data dikumpulkan melalui angket validasi, angket respon peserta didik. Hasil validasi menunjukkan kategori “sangat layak” pada aspek media, materi dan praktisi. Respon peserta didik pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan menunjukkan kategori media kartu bergambar “sangat menarik”. Dengan demikian, media pembelajaran kartu bergambar layak untuk digunakan sebagai pendukung proses pembelajaran.

BIOEKOLOGI UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii ) DI SUNGAI SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

RATNA DEWI HARTIKA
2026 · Thesis · Open Access

Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) merupakan komoditas perikanan air tawar bernilai ekonomi tinggi yang hidup pada sistem sungai dan estuari. Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, merupakan salah satu habitat alami udang galah yang belum banyak dikaji secara komprehensif dari aspek bioekologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek reproduksi (nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad/TKG, indeks kematangan gonad/IKG), aspek pertumbuhan (hubungan panjang–berat dan faktor kondisi), parameter lingkungan (DO, salinitas, pH, suhu), serta pola distribusi spasial dan temporal udang galah. Penelitian dilakukan pada tiga stasiun (hulu, tengah, hilir) dengan total sampel 300 ekor. Analisis reproduksi dilakukan melalui identifikasi TKG dan perhitungan IKG, sedangkan pertumbuhan dianalisis menggunakan persamaan hubungan panjang–berat (W = aLᵇ) dan faktor kondisi. Parameter kualitas air diukur secara langsung di lapangan. Distribusi spasial dianalisis berdasarkan kelas ukuran antar stasiun, sedangkan distribusi temporal dibandingkan antara fase spring tide dan neap tide. Hasil penelitian menunjukkan nisbah kelamin relatif seimbang (1:1,02). TKG betina didominasi tahap IV, menunjukkan aktivitas reproduksi aktif. Nilai IKG betina lebih tinggi dibanding jantan pada seluruh stasiun. Hubungan panjang–berat menunjukkan pola pertumbuhan allometrik positif pada jantan (b = 3,1342; R² = 0,896) dan allometrik negatif pada betina (b = 2,9366; R² = 0,9127). Parameter kualitas air masih berada pada kisaran optimal (DO 6,7–7,2 mg/L; pH 6,6–7,2; suhu 26,9–32,4°C; salinitas 0‰). Distribusi spasial didominasi kelas ukuran menengah (13–18 cm), dengan kecenderungan individu lebih besar ditemukan di hilir. Distribusi temporal menunjukkan dominasi ukuran menengah pada fase spring tide maupun neap tide. Disimpulkan bahwa populasi udang galah di Sungai Sesayap berada dalam kondisi pertumbuhan aktif dan reproduktif, dengan struktur ukuran yang relatif stabil serta kualitas lingkungan yang mendukung keberlanjutan populasi.