Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.753 item publik

Publikasi

Halaman 35 dari 338

Hubungan Pemanfaatan Buku KIA dengan Pengetahuan Ibu Nifas tentang Tanda Bahaya Masa Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Mamburungan

SALSABILA AMELIA
2026 · Thesis · Open Access

Tanda bahaya masa nifas merupakan gejala abnormal yang mengindikasikan adanya komplikasi selama periode pasca persalinan dan berpotensi meningkatkan kesakitan maupun kematian ibu apabila tidak dikenali secara dini. Pengetahuan mengenai tanda bahaya perlu dimiliki oleh setiap ibu nifas sebagai upaya pencegahan komplikasi. Salah satu media edukasi yang dapat dimanfaatkan adalah Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), namun pemanfaatannya oleh ibu nifas masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya masa nifas di wilayah kerja Puskesmas Mamburungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional dan desain cross-sectional. Populasi berjumlah 120 ibu nifas dengan sampel 55 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner pemanfaatan buku KIA dan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya masa nifas. Hasil uji statistik menggunakan Kendalss Tau c ditunjukan bahwa nilai p-value 0,004 0,05 menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya masa nifas. Ibu nifas yang memanfaatkan buku KIA dengan baik cenderung memiliki tingkat pengetahuan yang lebih baik dibandingkan dengan ibu yang kurang memanfaatkan buku KIA. Pemanfaatan buku KIA berhubungan dengan peningkatan pengetahuan ibu nifas dalam mengenali tanda bahaya masa nifas. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi dan pendampingan penggunaan buku KIA pada setiap kunjungan nifas guna mendukung deteksi dini komplikasi.

A DESCRIPTIVE SURVEY OF READING DIFFICULTIES AND SUPPORT NEEDS OF NINTH GRADE STUDENT IN READING TEXTS AT SMP N 3 TARAKAN

MUH. TACHTA AINULLAH
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan membaca yang dialami siswa serta kebutuhan dukungan yang diperlukan dalam memahami teks bacaan bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian adalah 61 siswa kelas IX.6 dan IX.7 di SMPN 3 Tarakan yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru Bahasa Inggris sebagai kelas yang merepresentasikan kemampuan membaca siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari beberapa bagian, yaitu persepsi kemampuan membaca siswa, kesulitan membaca teks bahasa Inggris, serta kebutuhan dukungan pembelajaran membaca. Data dikumpulkan melalui Google Form dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, mean, dan standar deviasi menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami beberapa kesulitan dalam membaca teks bahasa Inggris, terutama dalam memahami kosakata baru, memahami kalimat yang panjang dan kompleks, mengingat detail informasi, serta menemukan makna tersirat dalam teks. Nilai rata-rata pada item kesulitan membaca berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa kesulitan membaca masih cukup sering dialami oleh siswa. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa siswa membutuhkan berbagai bentuk dukungan pembelajaran. Dukungan digital menjadi kebutuhan tertinggi, diikuti oleh dukungan kosakata, dukungan visual, dan dukungan guru, sedangkan kerja kelompok berada pada tingkat kebutuhan yang lebih rendah. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kesulitan membaca siswa tidak hanya berkaitan dengan aspek linguistik, tetapi juga dengan strategi pembelajaran dan bentuk dukungan yang diberikan selama proses membaca. Oleh karena itu, guru disarankan untuk mengintegrasikan penggunaan teknologi digital, pengajaran kosakata sebelum membaca, serta penggunaan media visual guna membantu meningkatkan pemahaman membaca siswa. This study aimed to describe the reading difficulties experienced by students and the support needs required to understand English reading texts. The research employed a descriptive quantitative method using a survey approach. The participants were 61 ninth-grade students from classes IX.6 and IX.7 at SMPN 3 Tarakan, selected based on the English teacher’s recommendation as representative classes of students’ reading ability levels. The research instrument was a questionnaire consisting of several sections, including students’ perceptions of reading ability, reading difficulties in English texts, and learning support needs for reading comprehension. Data were collected through a Google Form questionnaire and analyzed using descriptive statistics, including frequency, percentage, mean, and standard deviation with SPSS. The findings indicated that students still experienced several difficulties in reading English texts, particularly in understanding unfamiliar vocabulary, comprehending long and complex sentences, remembering detailed information, and identifying implied meanings in texts. The mean scores of reading difficulty items were categorized at a moderate level, indicating that reading difficulties were still frequently experienced by students. Furthermore, the results revealed that students required various forms of learning support. Digital support was identified as the most needed support, followed by vocabulary support, visual support, and teacher support, while group work support was categorized at a lower level of need. Based on these findings, it can be concluded that students’ reading difficulties are not only related to linguistic aspects but also to instructional strategies and the types of support provided during the reading process. Therefore, teachers are recommended to integrate digital technology, vocabulary pre-teaching activities, and visual media to help improve students’ reading comprehension.

Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Menangani Bad Words Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan

AHMAD RISWAN
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menangani bad words pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Tarakan. Peran guru BK diwujudkan melalui pembinaan kepribadian siswa, sehingga siswa diharapkan mampu menunjukkan perilaku yang baik, bertanggung jawab atas keputusan yang diambil, serta berkembang menjadi individu yang mandiri. Guru BK juga berperan dalam memberikan layanan bimbingan agar siswa dapat memahami cara mencegah permasalahan, mengambil keputusan secara bijak, dan membentuk kemandirian diri.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian berada di Jalan Sungai Brantas, Kampung Empat, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung dari bulan Februari hingga Juni 2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur, dokumentasi, serta triangulasi sumber.Hasil penelitian diperoleh dari wawancara yang dilakukan peneliti dengan mengacu pada tiga indikator utama, yaitu pengembangan pribadi dan sosial, penanganan masalah pribadi dan akademik, serta pembinaan etika dan moral. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK kelas VIII di SMP Negeri 3 Tarakan telah menjalankan perannya dengan baik dalam menangani perilaku bad words pada siswa. hal tersebut terlihat adanya perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif, seperti berkurangnya perilaku bad words, adanya kesadaran dalam berkomunikasi secara sopan, serta tumbuhnya sikap tanggung jawab dalam pergaulan sehari-hari. jadi, dapat disimpulkan dari penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa guru BK kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan telah menjalankan perannya dengan baik dalam menangani perilaku bad words, serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan kepribadian dan etika siswa.

PENERAPAN MODEL KWL (KNOW, WANT, LEARNED) UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN NARASI BAGI SISWA KELAS VII DI SMP FRATER DON BOSCO TARAKAN

ELSA ORAPLE
2026 · Thesis · Open Access

ELSA ORAPLE, 2026 Penerapan Model KWL (Know, Want, Learned) untuk Meningkatkan Pembelajaran Menulis Karangan Narasi bagi Siswa Kelas VII di SMP Frater Don Bosco Tarakan. Skripsi jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Dr. Asih Riyanti, M.Pd dan Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A.). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertjuan untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas VII SMP Frater Don Bosco Tarakan melalui penerapan model KWL (Know, Want, Learned). Subjek penelitian berjumlah 27 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi aktivitas guru, tes keterampilan menulis karangan narasi, serta penilaian proyek pengisian lembar kerja KWL. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa aktivitas siswa berada pada persentase 60% dengan kategori kurang baik, sedangkan aktivitas guru berada pada kategori sangat baik dengan skor 84. Keterampilan menulis karangan narasi siswa pada siklus I masih bervariasi, dengan ketuntasan belajar 40%. Selain itu, pada siklus II, setelah dilakukan perbaikan pembelajaran melalui bimbingan individual dan penguatan materi, aktivitas siswa meningkat menjadi 85,1% dengan kategori baik dan aktivitas guru meningkat dengan skor 93. Keterampilan menulis karangan narasi siswa mengalami peningkatan dengan ketuntasan belajar mencapai 100%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model KWL (Know, Want, Learned) efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi bagi siswa kelas VII di SMP Frater Don Bosco Tarakan.

GAMBARAN PERSEPSI SISWA TERHADAP LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER (LGBT) (STUDI DESKRIPTIF SISWA KELAS X SMAN 4 TARAKAN)

REZA PRAYUDA
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa kelas X terhadap LGBT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara untuk memperoleh gambaran mengenai pemahaman, sikap, serta faktor-faktor yang memengaruhi persepsi siswa terhadap fenomena LGBT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terbentuk dalam dua kecenderungan utama, yaitu persepsi positif dan persepsi negatif. Persepsi positif siswa ditunjukkan melalui pemahaman dasar mengenai istilah LGBT serta sikap humanis yang tetap menghargai individu sebagai sesama manusia. Siswa mampu menjelaskan kepanjangan dan makna umum LGBT, meskipun pemahaman tersebut masih berada pada tingkat dasar dan belum sepenuhnya komprehensif. Selain itu, siswa menunjukkan sikap tidak menoleransi kekerasan serta bersedia berinteraksi dalam batas tertentu, seperti dalam kegiatan belajar, yang mencerminkan adanya penerimaan sosial yang terbatas. Sementara itu, persepsi negatif siswa ditunjukkan melalui respons emosional berupa rasa tidak nyaman, geli, dan heran terhadap fenomena LGBT. Siswa juga memandang LGBT bertentangan dengan nilai agama, norma sosial, dan aturan masyarakat, sehingga dianggap tidak dapat diterima. Selain itu, siswa memiliki kekhawatiran bahwa keberadaan LGBT dapat mengganggu hubungan sosial di lingkungan sekolah, memicu konflik, serta memengaruhi perilaku teman sebaya. Faktor yang memengaruhi persepsi siswa terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi nilai agama, keyakinan moral, pengalaman, dan kondisi emosional siswa. Faktor eksternal meliputi pengaruh media sosial, lingkungan pertemanan, keluarga, dan sekolah sebagai agen sosialisasi. Interaksi kedua faktor tersebut membentuk persepsi yang kompleks dan ambivalen. Kesimpulannya, persepsi siswa terhadap LGBT tidak bersifat tunggal, melainkan ambivalen, yaitu adanya pemahaman dasar dan sikap humanis di satu sisi, serta penolakan moral dan kekhawatiran sosial di sisi lain. Persepsi tersebut merupakan hasil proses sosialisasi yang berlangsung secara berkelanjutan dalam lingkungan keluarga, sekolah, agama, dan masyarakat.

Pengaruh Penambahan Pasir Gusung Kota Tarakan Terhadap Perilaku Tanah Ekspansif

QORI BINTANG RAMADHAN
2026 · Thesis · Open Access

Tanah merupakan dasar pondasi bangunan yang sangat memengaruhi stabilitas struktur. Jenis tanah yang harus diperhatikan salah satunya tanah ekspansif. Tanah ekspansif merupakan jenis tanah lempung yang memiliki sifat kembang-susut tinggi. Akibat dari perubahan kadar air dapat menyebabkan kerusakan konstruksi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memperbaiki sifat tanah ekspansif adalah stabilisasi tanah menggunakan material granular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan pasir gusung Kota Tarakan terhadap sifat fisik dan mekanis tanah ekspansif. Tanah yang digunakan berasal dari Jalan Kuburan Cina, Gunung Lingkas, Kota Tarakan. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium dengan variasi penambahan pasir gusung sebesar 20%, 40% dan 60% serta masa pemeraman selama 10, 20 dan 30 hari. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian sifat fisik tanah berupa Analisa saringan, kadar air, berat volume tanah, Spesific gravity dan Atterberg limit serta sifat mekanis tanah berupa pemadatan, California Bearing Ratio (CBR), dan Unconfined Compressive Strength (UCS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pasir gusung dan peningkatan masa pemeraman memberikan pengaruh terhadap perubahan sifat fisik dan mekanis tanah ekspansif. Penambahan pasir gusung menyebabkan plastisitas tanah menurun karena dominasi material granular sehingga beberapa campuran tidak lagi menunjukkan sifat plastis. Selain itu, nilai kuat tekan bebas (UCS) meningkat dari 0,0502 kg/cm2 menjadi 0,115 kg/cm2, nilai MDD juga meningkat dari 1,393 gr/cm3 menjadi 1,679 gr/cm3 dan daya dukung tanah (CBR) meningkat dari nilai 9,59% menjadi 25,47%. Variasi campuran yang paling efektif diperoleh pada penambahan pasir gusung sebesar 60% dengan masa pemeraman 30 hari, yang menunjukkan peningkatan sifat mekanis tanah paling optimal.

STUDI IDENTIFIKASI TUMBUHAN PANGAN SUKU BULUNGAN DI DESA SEKATAK BUJI DAN PENERAPANNYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

NADIA
2026 · Thesis · Open Access

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan hayati yang sangat melimpah salah satunya tumbuhan. Salah satu pemanfaatan tumbuhan adalah sebagai sumber bahan pangan bagi manusia yang dimanfaatkan karena mengandung nilai gizi sehingga digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Salah satu suku di Indonesia yang masih menjaga kearifan dalam pemanfaatan tumbuhan lokal adalah Suku Bulungan, di Desa Sekatak Buji, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pangan oleh Suku Bulungan di Desa Sekatak Buji. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah menggunakan metode interaktif yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan jenis tumbuhan yang dikonsumsi sebagai bahan pangan oleh masyarakat Suku Bulungan di Desa Sekatak Buji ditemukan sebanyak 45 famili dari 102 spesies tumbuhan. Bagian tumbuhan yang sering dimanfaatkan sebagai bahan pangan terdiri dari buah, daun, rimpang, umbi, batang dan bunga. Adapun pengolahan tumbuhan sebagai bahan pangan terbagi menjadi dua yaitu dapat dimakan langsung dan melalui proses memasak seperti perebusan, ditumis dan dimasak santan. Beragam jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan oleh Suku Bulungan di Desa Sekatak Buji dapat diimplementasikan sebagai modul ajar pada pembelajaran biologi dalam materi keanekaragaman hayati.

PEMANFAATAN LIMBAH JEROAN IKAN DARI PASAR TRADISIONAL DAN LUMPUR MANGROVE SEBAGAI PENGHASIL ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN MICROBIAL FUEL CELL (MFC)

M.RAFIQ
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan limbah jeroan ikan dari pasar tradisional Kota Tarakan dan lumpur mangrove sebagai media penghasil energi listrik menggunakan sistem Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian dilaksanakan pada September–November 2025 di Laboratorium Minihatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan dua perlakuan, yaitu perlakuan dengan penambahan lumpur mangrove dan perlakuan tanpa lumpur mangrove, masing-masing dilakukan tiga kali pengulangan selama 60 hari pengamatan. Limbah jeroan ikan digunakan sebagai substrat organik, sedangkan lumpur mangrove berfungsi sebagai sumber mikroorganisme elektrogenik. Pengukuran tegangan dilakukan setiap hari menggunakan multimeter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua perlakuan mampu menghasilkan energi listrik dengan kecenderungan peningkatan tegangan selama masa pengamatan. Tegangan rata-rata pada perlakuan dengan lumpur mangrove sebesar 0,7108 V, sedangkan perlakuan tanpa lumpur mangrove sebesar 0,7015 V. Tegangan maksimum yang diperoleh mencapai sekitar 0,78 V. Hasil uji statistik t-test menunjukkan bahwa perbedaan kedua perlakuan tidak signifikan secara statistik (p>0,05), namun secara deskriptif penambahan lumpur mangrove menghasilkan tegangan yang lebih tinggi dan mempercepat fase adaptasi mikroorganisme dalam sistem MFC. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah jeroan ikan memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan limbah perikanan secara berkelanjutan.

Pengembangan Media Roda Pintar Edukasi (Rotari) Pada Materi Hak dan Kewajiban Siswa Kelas III B SD Negeri 013 Tarakan

NURFATIRAH SARI
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan pendekatan Mixed Methods yang bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Roda Pintar Edukasi (Rotari) pada materi hak dan kewajiban siswa kelas III sekolah dasar. Pendekatan Mixed Methods digunakan karena penelitian ini menganalisis data kualitatif dan kuantitatif secara terpisah, kemudian menggabungkannya sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh terhadap hasil pengembangan media pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE yang terdiri atas lima tahapan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan divalidasi oleh ahli media, ahli materi, dan praktisi. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran Rotari memperoleh kriteria sangat layak dengan persentase rata-rata sebesar 93,3%, yang terdiri atas validator media sebesar 92%, validator materi sebesar 94%, dan praktisi sebesar 94%. Hasil respon siswa pada uji coba terbatas yang melibatkan 5 siswa memperoleh persentase sebesar 100% dengan kategori sangat tertarik. Sementara itu, pada uji coba lapangan yang melibatkan 28 siswa diperoleh persentase sebesar 92,9% dengan kategori sangat tertarik. Adapun hasil analisis pengetahuan siswa menunjukkan bahwa pada uji coba terbatas diperoleh nilai N-Gain sebesar 0,90 dengan kategori tinggi, dengan kriteria efektivitas sangat efektif sedangkan pada uji coba lapangan diperoleh nilai N-Gain sebesar 0,54 dengan kategori sedang atau cukup efektif. Hasil uji t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Rotari cukup efektif pada materi hak dan kewajiban. Dengan demikian, media Roda Pintar Edukasi (Rotari) layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran PPKn di sekolah dasar.

Hubungan Antara Minat Belajar dan Kemampuan Literasi Sains Siswa Sekolah Menengah Pertama

ENJELNI ROMBE DATU
2026 · Thesis · Open Access

Learning interest is an important internal factor that can enhance students' scientific literacy skills by fostering active engagement, curiosity, and perseverance throughout the learning process. This study aimed to examine the relationship between learning interest and scientific literacy skills and to determine the extent to which learning interest contributed to the scientific literacy skills of junior high school students. A quantitative approach with a correlational research design was employed. The study involved 127 students from SMP Negeri 8 Tarakan, selected using simple random sampling. Learning interest was measured using indicators of enjoyment, attention, interest, and engagement, while scientific literacy skills were assessed through a scientific literacy test focusing on the scientific competency dimension. The results show that the mean score for learning interest was 67, indicating a high level of learning interest among students, whereas the mean score for scientific literacy skills was 41 70. Pearson's correlation analysis produced a significance value of 0.695 (p>0.05) and a correlation coefficient of 0.035, indicating a very weak relationship between the two variables. Furthermore, linear regression analysis yielded a coefficient of determination (R) of 0.001 (0.1%), indicating that learning interest accounted for only 0.1% of the variance in students' scientific literacy skills. These findings imply that learning interest is not a significant predictor of scientific literacy skills among the participants. Therefore, it can be concluded that no statistically significant relationship exists between learning interest and the scientific literacy skills of junior high school students in this study.

Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.U di Puskesmas Gunung Lingkas

SYAHWA ALYA
2026 · Thesis · Open Access

Pelayanan Kebidanan Komprehensif merupakan pelayanan asuhan kebidanan yang dilaksanakan secara menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas hingga bayi baru lahir dengan tujuan mendeteksi kondisi yang terjadi pada wanita selama masa tersebut serta memberikan asuhan sesuai standar kebidanan. Asuhan kebidanan komprehensif atau Continuity of Care yang dilakukan pada Ny. U dimulai sejak kehamilan trimester III, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir secara berkelanjutan menggunakan standar asuhan kebidanan. Asuhan diberikan mulai tanggal 11 Maret 2026 sampai 26 Maret 2026 di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan dengan total enam kali kunjungan, meliputi dua kali kunjungan kehamilan, satu kali persalinan, satu kali nifas, dan dua kali kunjungan bayi baru lahir. Kunjungan kehamilan dilakukan pada usia kehamilan 38 minggu 4 hari dan 39 minggu 3 hari dengan hasil pemeriksaan dalam kondisi normal tanpa komplikasi. Asuhan persalinan diberikan pada usia kehamilan 39 minggu 4 hari sesuai standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN). Kala I berlangsung 30 menit dari pembukaan 7 cm sampai 10 cm, kala II berlangsung 8 menit dengan bayi lahir spontan, cukup bulan, segera menangis, warna kulit kemerahan, dan tonus otot baik. Kala III berlangsung 8 menit dengan plasenta lahir lengkap tanpa kelainan dan tanpa robekan, sedangkan kala IV berlangsung 2 jam dengan hasil tanda-tanda vital dalam batas normal, perdarahan ±50 cc, dan tidak terdapat laserasi. Kunjungan nifas dan bayi baru lahir menunjukkan kondisi ibu dan bayi dalam batas normal, TFU 3 jari di atas simfisis, lochea serosa, tanpa tanda infeksi, serta bayi laki-laki dengan berat badan 3.200 gram dan panjang badan 49 cm. Asuhan komprehensif yang diberikan menunjukkan bahwa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir berlangsung fisiologis tanpa penyulit serta dapat mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. D DI PUSKESMAS KARANG REJO

YULIAMI
2026 · Thesis · Open Access

Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal (AKN) di Indonesia, khususnya Kalimantan Utara dan Kota Tarakan, menunjukkan urgensi peningkatan upaya kesehatan yang tidak hanya kuratif tetapi juga promotif dan preventif. Berlatar belakang tantangan ini, dilakukan asuhan kebidanan komprehensif kepada Ny. D di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Bertujuan mengidentifikasi, mencegah risiko, serta memberikan edukasi kesehatan yang berkelanjutan dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga bayi baru lahir, sejalan dengan landasan teori dan standar asuhan kebidanan yang berlaku. Pengkajian pada Ny. D G4P3A0, dimulai pada usia kehamilan 35 minggu 4 hari, dilakukannya pemeriksaan kehamilan dengan total lima kali, satu kali pada trimester I, dua kali pada trimester II, dan tiga kai pada trimester III. menunjukkan kondisi kehamilan fisiologis, namun teridentifikasi adanya keluhan nyeri pinggang atas dan bawah yang memerlukan asuhan kebidanan yang berkesinambungan. Seluruh tahapan asuhan antenatal telah dilakukan sesuai standar 10T. Proses persalinan Ny. D berlangsung fisiologis pada 29 Maret 2026. Kemajuan persalinan kala I berjalan optimal dengan durasi singkat sekitar 45 menit, diikuti kelahiran bayi perempuan spontan dalam 10 menit di kala II dengan kondisi baik. Kala III dan IV juga berlangsung lancar tanpa komplikasi serius. Asuhan masa nifas 6 jam postpartum serta asuhan pada bayi baru lahir 6 jam menunjukkan kondisi ibu dan bayi dalam batas normal, dengan adaptasi yang baik tanpa keluhan. Pembahasan dalam laporan ini mengidentifikasi kesenjangan antara asuhan dilapangan dengan standar teori yang berlaku. Asuhan persalinan, nifas, dan bayi baru lahir secara keseluruhan telah terlaksana sesuai standar asuhan kebidanan, tanpa ditemukan masalah atau komplikasi yang mengindikasikan faktor risiko. Asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan telah efektif dalam mendukung proses fisiologis Ny. D dan bayinya. Saran yang diberikan mencakup pentingnya Komunikasi, Informasi dan edukasi berkelanjutan bagi klien demi tercapainya kesehatan ibu dan anak yang optimal.

THE USE OF DUOLINGO BASED LEARNING IN ENGLISH SPEAKING SKILLS : A CASE STUDY AT SMPN 3 TARAKAN

FAMA FIRMANSYAH
2026 · Thesis · Open Access

THE USE OF DUOLINGO BASED LEARNING IN ENGLISH SPEAKING SKILLS: A CASE STUDY AT SMPN 3 TARAKAN ABSTRACT This research examines the use of Duolingo-based learning as a technology-assisted approach to develop speaking skills at SMPN 3 Tarakan. Using a qualitative case study design, the study involved three junior high school students with different levels of English proficiency high achievers (S1), average achievers (S2), and low achievers (S3) as participants. Data were collected through semi-structured interviews, classroom observations, and documentation during three sessions conducted in May 2025. Findings indicate progressive improvement in six indicators of speaking skills (active engagement, fluency, accuracy, interaction skills, confidence, and adaptability) in all three participants over the observation period, albeit at different rates according to individual proficiency levels. (S1) demonstrated consistent and strong performance across all dimensions, (S2) showed significant improvement, particularly in fluency and interaction skills, while (S3) demonstrated the most significant affective shift, moving from communicative withdrawal and language anxiety in the initial session to greater participation and resilience in the final session. Additionally, this study examined how students used and perceived Duolingo-based learning across three sub-dimensions: prior experience with the app, perceived impact on speaking development, and expectations for technology-mediated learning. All three participants reported generally positive perceptions, recognizing Duolingo's low-pressure, game-based environment as supportive of pronunciation awareness, vocabulary development, and communicative confidence. The study concluded that the use of Duolingo-based learning as a supplementary resource within a structured EFL speaking program can result in meaningful communicative improvements across a range of learner achievement levels, particularly when combined with classroom-based communicative instruction.

Pengembangan Media Kartu Suku Kata dalam Membantu Siswa yang Mengalami Kesulitan Menulis di Kelas I B SD Negeri 031 Tarakan

PUTRIE NANDA APRILIA
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran kartu suku kata dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan menulis di kelas I-B SD Negeri 031 Tarakan, serta mengetahui tingkat kelayakan dan kemenarikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, develop, implement, dan evaluate. Subjek penelitian ini aadalah 22 siswa kelas I-B SDN 031 Tarakan. Teknik pengumpulan data memnggunakan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli media, ahli materi, serta angket kemenarikan siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa media kartu suku kata yang dikembangkan memperoleh presentase kelayakan sebesar 90% dari ahli media dan 90% dari ahli materi dengan kategori sangat layak. Selalin itu, hasil uji kemenarikan menunjukan presentase sebesar 98% dari siswa dan 100% dari guru dengan kategori sangat menarik. Dengan demikian, media kartu suku kata yang dikembangkan dinyatakan sangat layak dan sangat menarik untuk digunakan dalam pembelajaran menulis siswa kelas I sekolah dasar.

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PERMAINAN MATHOPOLY TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII SMP NEGERI 13 TARAKAN

DZILHIJAH RAHMANIA
2026 · Thesis · Open Access

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PERMAINAN MATHOPOLY TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII SMPN 13 TARAKAN ABSTRAK Kajian ini difokuskan untuk menelisik secara sistemik tingkat pengaruh implementasi pendekatan pembelajaran berbasis permainan terhadap kapasitas representasi matematis peserta didik pada materi persamaan garis lurus di kelas VIII SMPN 13 Tarakan. Penelaahan dilakukan melalui eksplorasi menyeluruh terhadap kondisi awal kompetensi siswa, proses aktualisasi pembelajaran di ruang kelas, hasil capaian pasca-intervensi, serta pengolahan data menggunakan teknik analisis statistik inferensial. Metodologi yang diterapkan bersifat kuantitatif dengan desain eksperimental, tepatnya Nonequivalent Control Group Design. Partisipan penelitian mencakup dua rombongan belajar kelas VIII yang masing-masing diposisikan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok pembanding. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa rerata skor post-test pada kelompok eksperimen berada pada angka 82,24, sedangkan kelompok kontrol hanya mencapai 40,17. Ditinjau dari hasil pre-test, kedua kelompok sama-sama mengalami eskalasi performa belajar, namun intensitas peningkatan pada kelompok eksperimen jauh lebih dominan dan progresif. Pada kelompok eksperimen, rerata nilai bergeser signifikan dari 37,24 menuju 82,24, sementara kelompok kontrol hanya mengalami pergerakan terbatas dari 21,72 menjadi 40,17. Ketimpangan laju peningkatan ini mengindikasikan bahwa strategi pembelajaran berbasis permainan memiliki kontribusi yang lebih kuat dalam mengoptimalkan kemampuan representasi matematis dibandingkan pendekatan pembelajaran konvensional. Uji hipotesis melalui Independent Sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 yang berada jauh di bawah batas ambang 0,05. Temuan tersebut mengarahkan pada penolakan H₀ serta penerimaan H₁, sehingga dapat ditegaskan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik dari penerapan metode pembelajaran berbasis permainan terhadap kemampuan representasi matematis siswa pada topik persamaan garis lurus.

Deskripsi implementasi nilai-nilai pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab dalam proses pembelajaran di kelas V-B SDN 032 Tarakan

YULIANA
2026 · Thesis · Open Access

Pendidikan bertujuan mengembangkan potensi siswa sekaligus membentuk kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab dalam proses pembelajaran di kelas V-B SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, dan informan pada penelitian ini adalah siswa kelas V-B dan guru wali kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya Teknik analisis data yang di gunakan menggunakan model miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V-B telah mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab, khusus nya pada butir sila mengakui dan memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabatnya dan mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa selira. Namun masih terdapat sebagian siswa yang masih kurang dalam mengimplementasikannya. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan peserta didik lebih meningkatkan kesadaran menghargai sesama dan guru, peneliti selanjutnya untuk mengkaji faktor penyebab masih adanya perilaku yang kurang sesuai, serta memperluas cakupan penelitian agar hasilnya lebih menyeluruh.

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ULAR TANGGA MATERI PENGAMALAN PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI KELAS V SD NEGERI 007 LUMBIS

WENI NOPTITA
2026 · Thesis · Open Access

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis permainan ular tangga yang layak serta menarik untuk digunakan dalam pembelajaran PPKn pada materi pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di kelas V SDN 007 Lumbis. Metode penelitian yang digunakan merupakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, serta evaluasi. Subjek penelitian melibatkan ahli materi, ahli media, guru, serta siswa kelas V sebagai responden dalam uji coba terbatas maupun uji coba lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran permainan ular tangga dinyatakan layak berdasarkan validasi ahli materi dengan persentase sebesar 80,00% dan sangat layak berdasarkan validasi ahli media dengan persentase sebesar 91,42%. Respon guru terhadap media ini mencapai tingkat kemenarikan sebesar 100%, sedangkan respon siswa pada uji coba terbatas memperoleh persentase sebesar 100% dan pada uji coba lapangan sebesar 99,83%, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 99,94% yang termasuk dalam kategori sangat menarik. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis permainan ular tangga yang dikembangkan terbukti layak, inovatif, serta menarik sebagai media pembelajaran. Selain itu, media ini mampu meningkatkan motivasi belajar serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga dapat menjadi alternatif media yang aplikatif dalam pembelajaran PPKn di Sekolah Dasar.

IMPLEMENTASI TENTANG BANTUAN SOSIAL DI KECAMATAN KAYAN HULU KABUPATEN MALINAU

ROBEN ADAN
2026 · Thesis · Open Access

Implementasi bantuan sosial merupakan salah satu instrumen penting negara dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan bantuan sosial di Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, dengan menitikberatkan pada aspek pelaksanaan, efektivitas, serta hambatan yang dihadapi dalam praktik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis, yaitu mengkaji ketentuan peraturan perundang-undangan terkait bantuan sosial serta mengaitkannya dengan realitas pelaksanaan di lapangan. Data diperoleh melalui wawancara dengan aparat pemerintah kecamatan, perangkat desa, dan masyarakat penerima bantuan, serta didukung oleh studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi bantuan sosial di Kecamatan Kayan Hulu pada dasarnya telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan normatif yang berlaku, baik dari sisi perencanaan, pendataan penerima, maupun penyaluran bantuan. Namun demikian, efektivitas pelaksanaan bantuan sosial masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan data penerima yang akurat dan mutakhir, kondisi geografis wilayah yang sulit dijangkau, serta keterbatasan sumber daya aparatur dalam proses pengawasan dan evaluasi. Faktor koordinasi antarinstansi dan partisipasi masyarakat juga berpengaruh terhadap keberhasilan program bantuan sosial.Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi bantuan sosial di Kecamatan Kayan Hulu telah berjalan, tetapi belum sepenuhnya optimal dalam mencapai tujuan keadilan dan pemerataan kesejahteraan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui penguatan basis data terpadu, peningkatan kapasitas aparatur, serta pengawasan yang lebih transparan dan partisipatif agar bantuan sosial dapat tepat sasaran dan berkelanjutan.

IMPLEMENTASI TENTANG BANTUAN SOSIAL DI KECAMATAN KAYAN HULU KABUPATEN MALINAU

ROBEN ADAN
2026 · Thesis · Open Access

Implementasi bantuan sosial merupakan salah satu instrumen penting negara dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan bantuan sosial di Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, dengan menitikberatkan pada aspek pelaksanaan, efektivitas, serta hambatan yang dihadapi dalam praktik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis, yaitu mengkaji ketentuan peraturan perundang-undangan terkait bantuan sosial serta mengaitkannya dengan realitas pelaksanaan di lapangan. Data diperoleh melalui wawancara dengan aparat pemerintah kecamatan, perangkat desa, dan masyarakat penerima bantuan, serta didukung oleh studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi bantuan sosial di Kecamatan Kayan Hulu pada dasarnya telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan normatif yang berlaku, baik dari sisi perencanaan, pendataan penerima, maupun penyaluran bantuan. Namun demikian, efektivitas pelaksanaan bantuan sosial masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan data penerima yang akurat dan mutakhir, kondisi geografis wilayah yang sulit dijangkau, serta keterbatasan sumber daya aparatur dalam proses pengawasan dan evaluasi. Faktor koordinasi antarinstansi dan partisipasi masyarakat juga berpengaruh terhadap keberhasilan program bantuan sosial.Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi bantuan sosial di Kecamatan Kayan Hulu telah berjalan, tetapi belum sepenuhnya optimal dalam mencapai tujuan keadilan dan pemerataan kesejahteraan. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui penguatan basis data terpadu, peningkatan kapasitas aparatur, serta pengawasan yang lebih transparan dan partisipatif agar bantuan sosial dapat tepat sasaran dan berkelanjutan.