Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.753 item publik

Publikasi

Halaman 327 dari 338

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. N DI WILAYAH PUSKESMAS JUATA TARAKAN

NURMALIA RAMADHANI SAFIRA
2020 · Thesis · Open Access

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2015 Angka Kematian Ibu (AKI) diseluruh dunia diperkirakan 216/100.000 kelahiran hidup dan angka kematian neonatal turun 47% menjadi 19/1000 kelahiran hidup. Upaya percepatan penurunan AKI dilakukan dengan menjamin setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan ibu berkualitas, seperti pelayanan kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, perawatan pasca persalinan ibu dan bayi, serta pelayanan keluarga berencana. Oleh karena itu dilakukan asuhan secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah melakukan asuhan komprehensif dari masa kehamilan selama 4 kali kunjungan meliputi, 1 kali kunjungan pada trimester I, 1 kali kunjungan di trimester II dan 2 kali kunjungan di trimester III dengan standar pelayanan 10 T, pertolongan persalinan dengan menggunakan 60 langkah, nifas dilakukan 3 kali kunjungan yang meliputi, 6-8 jam, 6 hari 2 minggu dan 6 minggu post partum hingga bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan pada 6-48 jam, 3-7 hari dan 8-28 hari. Asuhan kebidanan Komprehensif terhadap Ny. N umur 26 tahun G5P3A1 pada saat melakukan kunjungan awal pada Ny. N pada tanggal 16 November 2019 usia kehamilan 35 minggu dan pemeriksaan lainnya dalam keadaan normal , tetapi ibu mengatakan bahwa pada malam hari ibu sering buang air kecil dan dilakukan KIE tentang ketidaknyamanan pada trimester III pada kunjungan ulang tanggal 19 November 2019 ibu mengatakan sudah tidak sering buang air kecil pada malam hari. Hal ini sesuai dengan penatalaksanaan ketidaknyamanan pada Ny. N telah berhasil ditangani. Pada tanggal 3 Januari 2020 ibu mengatakan nyeri perut serta mulas semakin kuat dan terdapat keluar lendir bercmpur darah ,jam 21:30 WITA ibu datang kepuskesmas dan dilakukan pemeriksaan dalam pembukaan 8 cm ketuban utuh, kemudian dilakukan pemeriksaan jam 22:00 WITA pembukaan telah lengkap . Pada pukul bayi lahir normal pukul 22:30 WITA JK perempuan, kala III berlangsung 10 menit plasenta lahir lengkap pukul 22:45 WITA, kala IV berlangsung 2 jam dan keadaan ibu baik. Kunjungan nifas 3 kali, yaitu KF1 tanggal 4 januari 2019 pukul 06:00 WITA di dapatkan keluhan yang ibu rasakan perut masih terasa mules, TFU sepusat dan keadaan ibu baik, KF2 dilakukan pada hari ke-4 pada tanggal 08 januari 2020, TFU 3 jari diatas simpisis dan keadaan ibu baik, KF3 dilakukan pada hari ke-11 post partum pada tanggal 15 januari 2020. TFU tidak teraba dan keadaan ibu baik. Sesudah 2 jam bayi lahir dilakukan pengukuran BB 3200 gram, PB 49 cm, LK cm, LD cm, KN dilakukan 3 kali, yaitu KN1 dilakukan pada 6 jam pada tanggal 4 januari 2020 WITA tidak ada tanda bahaya BBL dan keadaan bayi baik, KN2 yaitu 4 hari pada tanggal 8 januari 2020 pemberian ASI baik. BAB warna kuning, tali pusat kering dan keadaan bayi baik. KN3 yaitu pada 11 hari tanggal 15 januari 2020 didapat tali pusat lepas dan keadaan bayi baik. Asuhan Kebidanan Komprehensif telah dilakukan pada Ny. M sejak masa kehamilan, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan neonats dan didokumentasi melalui metode SOAP. Sehingga dapat meningkatkan keterampilan dalam melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif. Untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan sehingga memberikan asuhan yang lebih baik. Sesuai dengan standar asuhan kebidanan serta dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan agar dapat menerapkan asuhan kebidanan sesuai dengan teori.

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. A Di Puskesmas Gunung Lingkas

GRENIDA ROSPITA RINI
2020 · Thesis · Open Access

Tingginya AKI dan AKB menjadi masalah di Indonesia, disebabkan karena pertolongan oleh non tenaga Kesehatan dan pengawasan antenatal yang masih kurang memadai sehingga terjadinya resiko tinggi dalam Kehamilan. Masalah ini dapat diatasi dengan meningkatkan pelayanan kebidanan yang berkualitas sesuai dengan standar asuhan kebidanan. ​​​​Tujuan dari Laporan Tugas Akhir Asuhan Kebidanan Komprehensif ini adalah untuk memberikan asuhan kebidanan secara menyeluruh mulai dari masa kehamilan, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan hingga ibu berencana menggunakan KB. Asuhan Kebidanan Komprehensif ini telah diberikan pada Ny.A usia 35 tahun G3P2A0 di Praktik Mandiri Bidan Rubiyah, Amd.Keb, sejak tanggal 05 November 2019 sampai 27 November 2019. Pengambilan data dilakukan secara langsung dan pendokumentasian dilakukan dengan SOAP.​ Asuhan Kebidanan pada kehamilan mengacu pada standar pelayanan minimal 10 T yang dilakukan sebanyak tiga kali kunjungan. Penatalaksanaan asuhan persalinan menggunakan standar Asuhan Persalinan Normal (APN). Lama persalinan Ny.A dimulai dari kala I yaitu 2 jam, Kala II selama 30 menit, Kala III selama 10 menit dan Kala IV berlangsung selama 2 jam. Kunjungan Nifas (KF) dilakukan sebanyak 3 kali bersamaan dengan kunjungan bayi (KN) yaitu pada 6 jam, 3 hari, 4 hari dan 13 hari. Pada Persiapan KB ibu telah diberikan penjelasan tentang jenis-jenis KB dan apa saja keuntungan dan kekurangan dari KB, kemudian menyakinkan ibu tentang KB yang akan digunakan dan ibu memutuskan untuk menggunakan KB Suntik 3 bulan.​​​​​​​​​​ Berdasarkan hasil Asuhan Kebidanan Komprehensif yang telah diberikan pada Ny.A didapatkan bahwa selama masa kehamilan, persalinan dan masa nifas Ny.A berjalan dengan normal tidak ada faktor resiko atau komplikasi dan pada bayi Ny.A dalam kondisi baik dan sehat, tidak ada infeksi dan tidak ada cacat bawaan. Berakhirnya Asuhan Kebidanan Komprehensif diharapkan pasien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan. Sehingga ibu dan bayi tetap dapat mencegah dan terhindar dari terjadinya komplikasi.

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.B Di Wilayah Puskesmas Gunung Lingkas

NUR HAMIDAH
2020 · Thesis · Open Access

Menurut data World Health Organization (WHO), kematian ibu setiap hari 830 ibu di dunia (Indonesia 38 ibu berdasarkan AKI 305) meninggal akibat penyakit atau komplikasi terkait kehamilan dan persalinan. Sekitar 15% dari kehamilan atau persalinan mengalami komplikasi 85% normal. Kira-kira 75% kematian ibu disebabkan oleh perdarahan parah (sebagian besar perdarahan pasca salin), infeksi (biasanya pasca salin), tekanan darah tinggi saat kehamilan (preeclampsia/eklampsia), partus lama atau macet, aborsi yang tidak aman (WHO, 2018).. Asuhan Kebidanan pada kehamilan mengacu pada standar pelayanan minimal 10 T yang dilakukan sebanyak tiga kali kunjungan. Penatalaksanaan asuhan persalinan menggunakan standar Asuhan Persalinan Normal (APN). Lama persalinan Ny.B dimulai dari kala I yaitu 30 menit , Kala II selama 35 menit, Kala III selama 10 menit dan Kala IV berlangsung selama 2 jam. Kunjungan Nifas (KF) dilakukan sebanyak 3 kali bersamaan dengan kunjungan bayi (KN) yaitu pada 6 jam, 2 hari, 4 hari dan 13 hari. Persiapan KB ibu telah diberikan motivasi untuk ber-KB dan telah dijelaskan macam- macam KB. Keuntungan dan keterbatasan KB, menyakinkan kembali tentang KB yang digunakan dan ibu memustuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan. Pelaksanaan Asuhan Kebidanan komprehensif dimulai tanggal 05 november 2019 di Puskesmas Gunung Lingkas tarakan pada Ny.B sebagai responden untuk pelaksanaan asuhan. Kunjungan awal dilakukan pada usia kehamilan 36 minggu dan selanjutnya dilakukan kunjungan ulang sebanyak dua kali setiap satu minggu sekali kunjungan ulang. Persalinan pada usia 38 minggu. Asuhan persalinan menggunakan 60 langkah APN. berdasarkan hasil Asuhan Kebidanan Komprehensif yang telah dilakukan pada Ny.B didapatkan bahwa masa kehamilan, persalinan dan masa nifas Ny.B berjalan dengan normal tanpa ada faktor resiko atau komplikasi apapun dan bayi Ny.B dalam kondisi baik, tidak ada infeksi dan cacat bawaan serta dengan dilakukannya Asuhan tersebut diharapkan klien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap dapat mencegah terjadinya komplikasi hingga kematian.

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. P di Wilayah Puskesmas Karang Rejo Tarakan

CELINE ANDRIYANI
2020 · Thesis · Open Access

World Health Organization (WHO) data on national health status on the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) stated that globally around 830 women die every day due to complications during pregnancy and childbirth, with a Maternal Mortality Rate (MMR) of 216 per 100,000 live births. (WHO, 2017). As many as 99 percent of maternal deaths due to pregnancy, childbirth or birth problems occur in developing countries. The high MMR and Infant Mortality Rate (IMR) are still big problems for Indonesia, because they can provide an overview of the development of health status and are also used as indicators in assessing the success of health services and health development programs. This problem can be overcome by carrying out comprehensive midwifery services which are ongoing midwifery care starting from pregnancy, childbirth, childbirth and newborns, so as to improve the quality of services and the welfare of mothers and babies, and reduce the risk of complications for mothers and babies. Implementation of Comprehensive Midwifery Care began on November 15, 2019 at Puskemas Karang Rejo Tarakan with Mrs. P as the respondent for the implementation of care. Initial visits are carried out when the client enters 37-38 weeks of gestation and then repeated visits are carried out 2 times and carried out every 1 week 1 visit. Labor occurs at 39-40 weeks of gestation. Postpartum visits were carried out 3 times and simultaneously with visits to newborns. The implementation of pregnancy care uses the standard of normal delivery care (APN). The management of postpartum and newborn care adjusts to the needs of the puerperium and newborns. The aim of conducting comprehensive midwifery care is to detect early whether there are problems during pregnancy, childbirth, postpartum and newborns using the SOAP method. During comprehensive midwifery care there are no problems with pregnancy. In childbirth, a problem is found, namely the prolonged stage I due to inadequacy and premature rupture of the membranes, but the problem can be resolved by referring to the Tarakan Hospital and the mother can give birth spontaneously and there are no complications. During the postpartum visit and the baby did not find any problems, the mother and baby were in good condition, the care provided was in accordance with established standards. Comprehensive midwifery care has been documented in the form of a SOAP.

Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny H di wilayah puskesmas gunung lingkas

RIZKA OCTIANI NURKHAIMA
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Asuhan kebidanan komprehensif adalah suatu pemeriksaan yang diberikan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan sederhana dan konseling asuhan kebidanan yang mencakup pemeriksaan kesinambungan diantara Asuhan kebudanan Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Bayi Baru Lahir. Tujuanya untuk melakukan asuhan kebidanan komprhensif pada Ny. H dan bayinya sejak masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Hasil pemeriksaaan dilakukan pendampingan secara komprehensif dan data diperoleh di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan dari bulan November 2019 s/d januari 2020 Ny, H G3P1A1 Umur 37 Tahun Tanggal 06 November 2019 Jam 09.00 Wita Ny H datang ingin memeriksakan kehamilannya, hasil pemeriksaan Ny H hamil 34 minggu 2 hari. K2 Ny H hamil 38 minggu dan pada saat K2 didapatkan masalah pada kehamilan ibu yaitu Anemia ringan dengan kadar HB 9,4 Gr/dl. Pada tanggal 31 desember 2019 Ny H G3P1A1 Hamil 40 minggu. Partus kala II fase aktif keadaan ibu dan janin baik, pada jam 14.30 wita bayi lahir spontan dengan letak belakang kepala, berat badan 3,200 gram , panjang badan 52 cm. Pada jam 14.35 wita Ny H P2A1 partus kala III, keadaan ibu baik , Jam 14.40 plasenta lahir spontan dan lengkap. Pada Jam 15.30 Ny H P2A1 Partus kala IV, keadaan ibu dan bayi baik, jam 21.30 Ny H P2A1 6 jam nifas , keadaan ibu baik. Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan dan keadaan bayi baik. kesimpulan pemeriksaan ini , bidan dapat menerapkan Asuhan Kebidanan Komprehensif dengan menggunakan Manajemen Asuhan Kebidanan Metode

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.H DI PMB rubiyah,A.md.Keb

KASMA
2020 · Thesis · Open Access

Tingginya AKI dan AKB menjadi masalah di Indonesia, disebabkan karena pertolongan oleh non tenaga kesehatan, pengawasan antenatal yang masih kurang memadai sehingga terjadinya resiko tinggi dalam kehamilan, terlalu banyak anak, terlalu muda dan terlalu tua untuk hamil. Masalah ini dapat diatasi dengan meningkatkan pelayanan kebidanan yang berkualitas sesuai dengan standar kebidanan. Tujuan diberikan asuhan kebidanan komprehensif sejak masa hamil, hingga bayi baru lahir, mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Penatalaksanaan asuhan komprehensif dari masa dilakukan sebanyak 7 kali. Pada trimester pertama 1 kali, trimester kedua 2 kali dan trimester ketiga 4 kali dengan standar pelayanan 10 T, pertolongan persalinan menggunakan 60 langkah, nifas dilakukan 3 kali kunjungan 6 jam, 7 hari dan 14 hari asuhan pada bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan 6 jam, 3-7 hari dan 8-28 hari. Asuhan kebidanan masa kehamilan tidak ditemukan adanya masalah ibu dalam keadaan normal, pada kunjungan ke-1 37 minggu 6 hari ibu mengalami sakit punggung sehingga diberikan KIE, kehamilan berlangsung normal. Asuhan persalinan normal. Asuhan persalinan dilakukan dengan APN 60 langkah tidak teridentifikasi penyulit atau komplikasi. Persalinan kala I,II,III,IV berlangsung normal. Asuhan masa nifas dilakukan 3 kali kunjungan yang meliputi 6 jam postpartum, 7 hari dan 14 hari tidak teridentifikasi adanya masalah penyulit atau komplikasi, nifas berlangsung normal. Asuhan bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan yang meliputi 6 jam, 3 hari dan 8 hari tidak teridentifikasi adanya masalah atau komplikasi, bayi baru lahir dalam keadaan normal. Asuhan komprehensif mampu berlangsung dengan baik jika adanya kerjasama antara bidan dengan tenaga kesehatan yang lain, serta dukungan dari pemerintah berupa peningkatan fasilitas kesehatan, dengan dilakukan asuhan kebidanan persalinan, nifas, dan bayi baru lahir terdeteksi dan dapat segera diatasi, agar mampu mengurangi angka kematian ibu dan bayi.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. R DI WILAYAH PUSKESMAS KARANG REJO TARAKAN

RUSTINA
2020 · Thesis · Open Access

Kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir merupakan suatu keadaan yang fisiologis namun dalam prosesnya terdapat kemungkinan suatu keadaan yang dapat mengancam jiwa ibu dan bayi bahkan dapat menyebabkan kematian, oleh karena itu kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir harus ditangani oleh petugas kesehatan yang berwenang demi kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi. Tujuan laporan tugas akhir ini untuk memberikan asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, masa nifas, dan bayi baru lahir dengan menggunakan pendekatan SOAP. Asuhan berkesinambungan dilakukan oleh penulis dari masa hamil trimester III, bersalin, masa nifas, dan bayi baru lahir. Asuhan diberikan sejak tanggal 14 November 2019 sampai 26 Desember 2019. Kunjungan asuhan kebidanan juga dilakukan dirumah ibu dan di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan kunjungan hamilsebanyak 4 kali, bersalin 1 kali, kunjungan nifas 3 kali, bayi baru lahir 3 kali. Asuhan kebidanan diberikan pada Ny.R G3P2A0 UK 32 minggu. Pada kunjungan ibu tidak memiliki keluhan apapun. Dari hasil pemeriksaan tidak didapatkan gangguan pada ibu. Pada usia kehamilan 36 minggu ibu bersalin di Puskesmas Karang Rejo secara normal. Proses persalinan kala I berlangsung selama 10 jam 19.00-06.00 WITA, kala II berlangsung selama 10 menit bayi lahir spontan pukul 06.25 WITA, kala III berlangsung selama 10 menit plasenta lahir lengkap pukul 06.35 WITA, kala IV berlangsung selama 2 jam. Pada tanggal 12 Desember 2019 bayi lahir spontan menangis kuat, warna kulit kemerahan,tonus otot aktif. Perineum ibu tidak terdapat robekan. Pada kunjungan masa nifas 1-6 minggu yang dialami ibu normal dan tidak ada kelainan. Diharapkan klien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan sehingga dapat mengetahui pentingnya pengawasan pada saat hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.S DI WILAYAH PUSKESMAS JUATA TARAKAN

NUR SAKINAH
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.S DI PUSKESMAS JUATA Tujuan Laporan Asuhan Kebidanan Komprehensif ini untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif mulai dari masa kehamilan, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan rencana KB dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan. Asuhan tersebut telah diberikan pada Ny.S usia 26 tahun G2 P1A0 di Puskesmas Juata Tarakan sejak tanggal 10 November 2019 sampai 09 Desember 2019. Pengambilan data dilakukan secara langsung dan pendokumentasian melalui SOAP. Asuhan Kebidanan pada kehamilan mengacu pada standar pelayanan minimal 10 T yang dilakukan sebanyak empat kali kunjungan. Penatalaksanaan asuhan persalinan menggunakan standar Asuhan Persalinan Normal (APN). Lama persalinan Ny.S dimulai dari kala I yaitu 7 jam , Kala II selama 20 menit, Kala III selama 15 menit dan Kala IV berlangsung selama 2 jam. Bayi mengalami asfiksia ringan namun dapat di tangani atau di atasi dengan baik sesuai prosedur dan bimbingan dari preseptor. Kunjungan Nifas (KF) dilakukan sebanyak 3 kali bersamaan dengan kunjungan bayi (KN) yaitu pada 6 jam, 2 hari, 4 hari dan 13 hari. Persiapan KB ibu telah diberikan motivasi untuk ber-KB dan telah dijelaskan macam-macam KB. Keuntungan dan keterbatasan KB, menyakinkan kembali tentang KB yang digunakan dan ibu memustuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan. Berdasarkan hasil Asuhan Kebidanan Komprehensif yang telah dilakukan pada Ny.S didapatkan bahwa masa kehamilan, persalinan dan masa nifas Ny.S berjalan dengan normal tanpa ada faktor resiko atau komplikasi apapun dan bayi Ny.S mengalami asfiksia ringan namun dapat kembali normal setelah di lakukan penanganan asfiksia sesuai prosedur. Tidak ada infeksi dan cacat bawaan serta dengan dilakukannya Asuhan tersebut diharapkan pasien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap dapat mencegah terjadinya komplikasi. Kata Kunci : Kehamilan, Persalinan, Masa Nifas

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. L DIWILAYAH PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

ELISABETH YEDO KOLIN
2020 · Thesis · Open Access

Asuhan Kebidanan Komprehensif adalah asuhan yang diberikan secara berkesinambungan kepada ibu selama kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir (BBL), neonatus dan Keluarga Berencana (KB). Tujuan dari asuhan kebidanan kompfrehensif ini untuk memantau dan mendeteksi adanya kemungkinan terjadi komplikasi yang menyertai Ny. L dan bayinya sejak masa kehamilan, persalinanan, nifas dan bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Metode yang dilakukan pada laporan tugas akhir ini adalah metode pendekatan studi kasus dimana penulis mengumpulkan data dan mendeskripsikan proses asuhan kebidanan komprehensif Continuty Of Care (COC) pada Ny. L dengan kehamilan dari usia 34-37 minggu dengan kunjungan kehamilan sebanyak 3 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, bayi baru lahir 1kali, neonatus 4 kali dan Keluarga Berencana (KB) 1 kali melalui pendekatan Varney Dan SOAP. Pada Ny. L proses kehamilan berjalan dengan fisiologis walupun Ny. L dikategorikan resiko tinggi, hal ini diketaui dari usia Ny. L 36 tahun dan jumlah kehamilan Ny. L lebih dari 4 kali atau disebut dengan grandemultipara. Proses persalinan berlangsung normal di Puskesmas Karang Rejo tanpa ada komplikasi dan penatalaksanaan telah dilkukan sesuai APN 60 langkah dengan kala 1 30 menit. Kala II 5 menit, kala III 5 menit dan kala IV 2 jam. Pada tanggal 02 Desember 2019 pukul 01.35 WITA bayi lahir spontan berjenis kelamin laki-laki, menangis kuat, tonus otot baik, warna kulit kemerahan, berat badan 2900 gram dan panjang badan 47 cm. Pada asuhan masa nifas Ny. L tidak ada keluhan, dan masa neonatus pada bayi Ny. L tidak ada keluhan. Kunjungan keluarga berencana dilakukan 1 kali, pada kunjungan pertama ibu telah memutuskan untuk menggunakan KB suntik 3 bulan setelah memberikan konseling mengenai kelebihan, keterbatasan serta efek sanping metode KB. Setelah dilakukan asuhan kebidanan pada Ny. L selama kehamilan terdapat kesenjangan antara teori dan kasus. Pada asuhan persalinan kala 1, II, III dan IV tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus. Sedangkan pada asuhan nifas, bayi baru lahir, neonatus dan keluarga berencana (KB) dalam batas normal. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan continuity of care yang telah dilakukan pada Ny. L diharapkan klien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap baik dan mencegah terjadinya komplikasi hingga kematian.

Analisis kelayakan usaha, tingkat keramahan lingkungan dan hubungan terhadap pendapatan bubu dasar (bottom fish pots) di desa tepian, kecamatan sembakung, nunukan

HARIYADI
2020 · Thesis · Open Access

Most of the people in the edge of the village of Sembakung sub-district of Nunukan Regency work as fisherman whouse basic bubu fishing equipment and get a mixed income from the bottom fish pots. Bubu fishermen doing fishing business still rarely calvulate in detail the costs incurred and the income received at the time production s that the benefits generated are not known. In addition, fisherman also rarely pay attention to use of fishing gear so as not to damage the waters. This study aims to analyze the business feasibility, the level of environmental friendliness and the bottom fish pots fishermen’s income relationship in the Tepian Sembakung Village, Nunukan District. This research method used is quantitative descriptive method with sampling and data collection using an observation approach that is observing the main catches of giant bottom shrimp fishermen (Macrobrachium rosenbergii) and byproducts of catfish bottom trap fishermen (pagasius hypophthalsmus), chopsticks (Chopsticks), (Toxotes jaculatrix), fish with a cross (Paraplotosus albilabris) and mangrove crab (Scylla serrata), and using a survey apprpach that is interviewing techniques for the feasibility of basic bubu fishermen and the level of environmental friendliness of basic bubu fishermen. The result of the feasibility analysis of the basic bubu fishermen business generate monthly profit of Rp. 3.346.944 and produce bep, roi, b/c ratio in fishers with more than 1 base tarp so that this fishing gear generates profit and is feasible to run and the base trap isnincluded in the category of fishing gear that is very environmentally friendly with a value

Pengaruh Model Pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas IX MTs Negeri Tarakan

AYATUSY SYIFA
2020 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas IX MTs Negeri Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Sampel penelitian ini adalah kelas IX-C sebagai kelas eksperimen dan kelas IX-D sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata hitung dan simpangan baku. Analisis inferensial menggunakan uji Mann Whitney U. Berdasarkan hasil analisis uji Mann Whitney U menunjukkan bahwa pada data pretest dengan taraf signifikan 0.05 diperoleh 0,101 > 0.05 maka H0 diterima sehingga tidak terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sedangkan pada data posttest dengan taraf signifikan 0.05 diperoleh 0,0197 0.05 maka H0 ditolak sehingga model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan.

AKSESIBILITAS PETANI TERHADAP LEMBAGA PEMBIAYAAN USAHATANI HORTIKULTURA SAYURAN DI KECAMATAN TARAKAN UTARA KOTA TARAKAN

MIRANDA ARTHADINA SARAGIH
2020 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Daerah yang menjadi basis tanaman hortikultura sayuran yaitu pada Kecamatan Tarakan Utara yang merupakan salah satu daerah utama penghasil sayuran. Namun, petani hortikultura sayuran yang ada di Kecamatan Tarakan Utara perekonomiannya masih menengah kebawah. Hal ini dikarenakan sulitnya memperoleh bantuan modal yang disebabkan ketidakmampuan dalam menyediakan agunan dan karena persyaratan yang tidak dapat dipenuhi oleh para petani. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Agar mengetahui sumber dan jenis pembiayaan lembaga usahatani hortikultura sayuran di Kecamatan Tarakan Utara (2) Untuk mengetahui aksesibilitas terhadap sumber pembiayaan di Kecamatan Tarakan Utara. Metode penentuan sampel yaitu dengan menggunakan metode Snowball sampling dan analis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menjelaskan sumber dan jenis pembiayaan lembaga usahatani hortikultura sayuran di Kecamatan Tarakan Utara adalah dari sumber pembiayaan lembaga informal dan formal, Adapun sumber pembiayaan lembaga informal berasal dari: Tengkulak dan Rentenir. Sumber pembiayaan dari lembaga formal berasal dari Kur Bank Bri, Baznas dan Dinas Pertanian. Aksesibilitas petani hortikultura sayuran terhadap sumber pembiayaan yang mudah diakses adalah berasal dari Lembaga Informal yaitu Tengkulak dan Rentenir karena dalam prosedurnya tidak mensyaratkan agunan dan mekanisme peminjaman pada lembaga ini relatif sangat cepat dan sederhana, sesuai dengan kemampuan petani. Pada umumnya lembaga informal lebih menekankan pada persyaratan kejujuran dan kepercayaan. Hal ini bisa dilihat dari, apabila petani terlambat membayar pinjaman maka sanksi dari lembaga ini hanya berupa Bunga yang semakin hari bertambah, teguran/peringatan. Namun, karena kemudahan dalam mengaksesnya maka petani banyak memilih menggunakan sumber pembiayaan dari lembaga ini.