TINA
2026 · Thesis · Open Access
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan sekolah merupakan perilaku yang dilakukan secara sadar oleh warga sekolah untuk menjaga lingkungan sehat dan meningkatkan kesehatan. Pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat ini perlu ditanamkan sejak usia sekolah, karena pada tahap ini anak berada pada fase perkembangan yang penting untuk membentuk kebiasaan hidup sehat. Keberhasilan pada penerapan PHBS pada anak tidak terlepas dari peran orang tua sebagai pembimbing, pengawas, pemberi teladan, motivasi, dan fasilitator. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada anak sekolah dasar di Desa Tanah Kuning. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode studi deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 108 siswa dan orang tua siswa kelas VI SDN 004 dan SDN 002 Tanjung Palas Timur, namun responden yang memenuhi kriteria dan berpartisipasi dalam penelitian sebanyak 95 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian bahwa peran orang tua terdistribusi pada kategori sangat tinggi sebanyak 33,7% (32) responden, rendah sebanyak 33,7% (32) responden, kategori tinggi sebanyak 30,5% (29) responden, dan kategori sangat rendah sebanyak 2,15 (2) responden. Pada hasil penelitian PHBS anak di sekolah mayoritas kategori cukup sebanyak 72,6% (69) responden, kategori baik sebanyak 27,4% (26) responden. Kesimpulan Gambaran peran orang tua dalam pembimbing, pengawas, pemberi teladan, motivasi, dan fasilitator masih bervariasi. Pada hasil Gambaran PHBS pada anak sekolah dasar secara umum berada pada kategori cukup, sehingga masih diperlukan upaya untuk meningkatkan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar lebih optimal.
ANGGI WAHYUNI
2026 · Thesis · Open Access
Makrozoobentos merupakan organisme dasar perairan yang berperan penting dalam rantai makanan serta dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman makrozoobentos dan kondisi lingkungan pada tambak tradisional udang windu dengan mangrove (TDM) dan tanpa mangrove (TTM) di Kota Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling pada tiga stasiun pengamatan pada masing-masing tipe tambak. Data yang dikumpulkan meliputi komposisi jenis, kelimpahan, indeks keanekaragaman (H'), indeks keseragaman (E), indeks dominansi (D), serta parameter kualitas lingkungan berupa suhu, pH air, pH tanah, oksigen terlarut (DO), salinitas, dan amonia. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji t untuk mengetahui perbedaan komunitas makrozoobentos antara kedua lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah jenis dan kelimpahan makrozoobentos pada TDM lebih tinggi dibandingkan TTM. Nilai indeks keanekaragaman pada TDM berkisar 1,56–1,59, sedangkan pada TTM berkisar 1,06–1,26. Hasil uji t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p0,05) antara kedua tipe tambak. Komunitas makrozoobentos yang ditemukan didominasi oleh Gastropoda. Hasil pengukuran kualitas lingkungan menunjukkan bahwa sebagian besar parameter masih berada pada kisaran yang mendukung kehidupan makrozoobentos, meskipun kadar amonia melebihi baku mutu yang direkomendasikan. Keberadaan mangrove terbukti meningkatkan ketersediaan bahan organik dan kualitas habitat sehingga mendukung keanekaragaman dan kelimpahan makrozoobentos yang lebih tinggi pada tambak tradisional udang windu di Kota Tarakan.
MERCY ROYIN ALVIONA
2026 · Thesis · Open Access
Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada ibu maupun janin. Usia ibu ≥35 tahun dan grandemultipara merupakan faktor risiko yang memerlukan pemantauan secara berkesinambungan melalui asuhan kebidanan komprehensif atau Continuity of Care (CoC). Tujuan studi kasus ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan mulai masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Metode yang digunakan adalah Literature Review Based Case dengan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Subjek dalam studi kasus ini adalah Ny. H usia 39 tahun, G6P4A1 dengan kehamilan risiko tinggi. Asuhan dilakukan secara berkesinambungan sejak trimester III kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan kontrasepsi. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan ibu mengalami ketidaknyamanan trimester III dan termasuk kehamilan risiko tinggi berdasarkan faktor usia dan grandemultipara. Persalinan berlangsung spontan pada usia kehamilan 40 minggu 5 hari dengan kondisi ibu dan bayi baik. Masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi, bayi baru lahir dalam keadaan sehat, dan ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif mampu mendeteksi faktor risiko secara dini, memberikan edukasi kesehatan, serta mencegah terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan kebidanan komprehensif secara berkesinambungan pada Ny. H dapat dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan dan memberikan hasil yang baik pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana.
AMEYLIA MIRANDA MAULYDIA
2026 · Thesis · Open Access
Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan berkesinambungan yang diberikan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana melalui pendekatan Continuity of Care (CoC). Tujuannya adalah meningkatkan kesehatan ibu dan bayi, mendeteksi komplikasi secara dini, serta menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi. Laporan ini bertujuan melaksanakan dan mendokumentasikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. W di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan secara Continuity of Care menggunakan metode studi kasus dan pendokumentasian SOAP sesuai standar pelayanan kebidanan. Hasil asuhan menunjukkan seluruh proses berjalan fisiologis: kehamilan tanpa komplikasi, persalinan normal dengan APN, nifas berjalan baik dengan involusi uterus normal serta edukasi ASI eksklusif, bayi baru lahir sehat dengan IMD, vitamin K, dan HB0, serta pelayanan KB melalui konseling sesuai kebutuhan ibu. Kesimpulannya, penerapan Continuity of Care pada Ny. W berjalan baik dan mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal.
EVRIADI TINGAI
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peran Hukum Dalam Penyelesaian Sengketa Batas Wilayah Desa (Studi Kasus Desa Long Ampung, Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau) dalam upaya menjaga kejelasan dan kepastian hukum atas hak kepemilikan wilayah dan menganalisis kendala yang dihadapi dalam penyelesaian sengketa batas wilayah desa di Desa Long Ampung, Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach). Berdasarkan hasil penelitian tesis ini, berperan penting dalam penyelesaian sengketa batas wilayah antar desa di Kabupaten Malinau untuk menjaga kejelasan dan kepastian hukum atas hak kepemilikan wilayah. Regulasi seperti Undan-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 45 Tahun 2016 menjadi dasar dalam penetapan serta penyelesaian sengketa batas desa. Mekanisme penyelesaian meliputi musyawarah desa, mediasi pemerintah daerah, hingga jalur hukum jika diperlukan. Kepastian hak kepemilikan dijamin melalui peta batas desa yang sah dan legalitas administrasi wilayah. Selain itu, hukum juga mendukung tata kelola desa yang lebih baik dalam perencanaan, pelayanan, dan pengelolaan sumber daya. Dengan mekanisme hukum yang efektif, sengketa dapat diselesaikan secara adil dan berkelanjutan. Penyelesaian sengketa batas wilayah desa di Desa Long Ampung, Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau, dilakukan melalui musyawarah adat dan mediasi pemerintah yang melibatkan tokoh adat, pemerintah desa, camat, serta pemerintah kabupaten. Proses ini bertujuan untuk menentukan batas wilayah berdasarkan sejarah penguasaan lahan, hukum adat, dan hasil pemetaan lapangan menggunakan peta desa, GPS, serta batas alam. Setelah tercapai kesepakatan, dilakukan penetapan batas wilayah secara bersama sebagai bentuk penyelesaian konflik. Proses penyelesaian tersebut menghadapi beberapa kendala, seperti belum jelasnya batas administrasi desa, ketidaksesuaian peta lama dengan kondisi lapangan, perbedaan klaim wilayah berdasarkan sejarah dan adat, keterbatasan data pendukung, kondisi geografis yang sulit dijangkau, serta koordinasi dan mediasi antar pihak yang belum optimal.
DESILIANA RESA'
2026 · Thesis · Open Access
.
GELBY LERINA AGUSTINUS
2026 · Thesis · Open Access
.
RISKA SRI WULANDARI
2026 · Thesis · Open Access
DIYANA WAHYUNINGTIYAS
2026 · Thesis · Open Access
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya penurunannya adalah melalui pelayanan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care). Pada kasus ini, Ny. N usia 25 tahun G3P2A0 usia kehamilan 38 minggu 2 hari memiliki LILA 23,5 cm yang berada pada ambang batas risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK), sehingga memerlukan pemantauan dan asuhan komprehensif. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan Continuity of Care dan manajemen kebidanan Varney yang didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Data diperoleh melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan studi dokumentasi di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan tahun 2026. Hasil menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung baik meskipun LILA ibu berada pada ambang batas risiko KEK. Asuhan meliputi edukasi gizi, konsumsi tablet tambah darah, vitamin C, kalsium, serta pemantauan rutin. Persalinan berlangsung spontan tanpa komplikasi. Masa nifas berjalan fisiologis dengan involusi uterus normal dan produksi ASI lancar. Bayi lahir sehat, memperoleh pelayanan neonatal esensial, imunisasi HB-0, serta pemantauan tumbuh kembang sesuai standar. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih kondom sebagai kontrasepsi sementara. Analisis menunjukkan asuhan yang diberikan telah sesuai dengan teori dan standar pelayanan kebidanan. Kesimpulannya, asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. N dapat dilaksanakan secara berkesinambungan mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Pendekatan Continuity of Care membantu deteksi dini faktor risiko, pencegahan komplikasi, serta peningkatan kesehatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, ibu diharapkan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan kontrol rutin, sedangkan tenaga kesehatan perlu terus meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan komprehensif.
NATASYA SEPTY SUSANTY
2026 · Thesis · Open Access
Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada ibu maupun janin sehingga memerlukan pemantauan dan asuhan kebidanan secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi adalah melalui penerapan Continuity of Care (CoC). Laporan ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H usia 39 tahun mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Asuhan dilakukan secara berkesinambungan melalui pengkajian, pemeriksaan fisik, penegakan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi asuhan pada setiap tahap pelayanan. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan Ny. H termasuk dalam kelompok kehamilan risiko tinggi berdasarkan usia ≥35 tahun dan status grande multipara, namun tidak ditemukan komplikasi yang mengganggu kesehatan ibu dan janin. Persalinan berlangsung spontan pervaginam, bayi lahir cukup bulan dengan kondisi baik, masa nifas berjalan fisiologis tanpa komplikasi, serta bayi baru lahir mengalami adaptasi normal. Pada akhir masa pemantauan, ibu memperoleh pelayanan keluarga berencana sesuai kebutuhan dan kondisinya. Asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan secara berkelanjutan terbukti membantu deteksi dini faktor risiko, mencegah terjadinya komplikasi, serta mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal. Oleh karena itu, penerapan Continuity of Care perlu terus ditingkatkan sebagai salah satu upaya dalam mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi.
NOVA RAMA YANTI
2026 · Thesis · Open Access
Asuhan kebidanan komprehensif Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana untuk memantau kesehatan ibu dan bayi, mendeteksi dini komplikasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan. Laporan ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. “I” usia 25 tahun di Puskesmas Karang Rejo menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP dengan metode studi kasus deskriptif. Asuhan dilakukan sejak usia kehamilan 34 minggu 2 hari hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung fisiologis dengan keluhan kontraksi palsu dan nyeri pinggang pada trimester III sebagai perubahan normal menjelang persalinan. Persalinan berlangsung spontan pada usia kehamilan 39 minggu 5 hari tanpa komplikasi. Bayi lahir spontan berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2800 gram, panjang badan 50 cm, segera menangis kuat, bergerak aktif, dan dalam keadaan sehat. Masa nifas berlangsung normal dengan involusi uterus baik, lochea normal, serta proses menyusui yang lancar. Pada masa neonatal tidak ditemukan tanda bahaya dan pertumbuhan bayi sesuai usia. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu memilih kontrasepsi pil progestin yang sesuai untuk ibu menyusui. Kesimpulannya, seluruh rangkaian asuhan mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana dapat dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan tanpa komplikasi bermakna, sehingga penerapan Continuity of Care mendukung kesehatan ibu dan bayi secara optimal.
SITTI FAUZIYYAH AKBAR
2026 · Thesis · Open Access
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang menggambarkan derajat kesehatan suatu negara sehingga diperlukan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta menurunkan AKI dan AKB adalah melalui penerapan asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. A usia 25 tahun di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan dilaksanakan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan Ny. A memiliki faktor risiko obesitas dengan IMT 35,7 kg/m², namun tidak ditemukan komplikasi seperti hipertensi dalam kehamilan, diabetes melitus gestasional, maupun gangguan pertumbuhan janin. Selama kehamilan, tekanan darah, LILA, tinggi fundus uteri, denyut jantung janin, serta hasil pemeriksaan laboratorium berada dalam batas normal. Persalinan berlangsung normal dengan kondisi ibu dan bayi baik. Pada masa nifas, proses involusi uterus berlangsung fisiologis, tidak ditemukan tanda infeksi maupun perdarahan, serta produksi ASI berjalan lancar. Bayi baru lahir dalam kondisi sehat, mampu menyusu dengan baik, mengalami peningkatan berat badan, dan tidak ditemukan tanda bahaya selama masa neonatus. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) telah dilakukan segera setelah bayi lahir, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya sesuai standar karena dilakukan selama kurang lebih 30 menit. Ibu juga telah mendapatkan konseling keluarga berencana dan memilih metode kontrasepsi suntik 3 bulan sesuai kebutuhannya. Pembahasan menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan komprehensif sesuai standar pelayanan mampu mendukung deteksi dini faktor risiko, mencegah terjadinya komplikasi, serta mempertahankan kesehatan ibu dan bayi. Dengan demikian, pendekatan Continuity of Care memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dan mendukung upaya penurunan AKI dan AKB.
CHESAR WULANDARI
2026 · Thesis · Open Access
Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan dilaksanakan menggunakan pendekatan Continuity Of Care mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil asuhan menunjukkan bahwa kehamilan berlangsung fisiologis meskipun ibu memiliki riwayat abortus, riwayat ketuban pecah dini, dan kenaikan berat badan selama kehamilan hanya 6 kg. Selama kehamilan tidak ditemukan komplikasi, tekanan darah, LILA, tinggi fundus uteri, denyut jantung janin, serta hasil pemeriksaan laboratorium berada dalam batas normal. Persalinan berlangsung normal dengan kondisi ibu dan bayi baik. Pada masa nifas, proses involusi uterus berlangsung sesuai fisiologis, tidak ditemukan tanda infeksi maupun perdarahan, serta produksi ASI berjalan lancar. Bayi baru lahir dalam kondisi sehat, mampu menyusu dengan baik, mengalami peningkatan berat badan, memperoleh imunisasi sesuai jadwal, dan tidak ditemukan tanda bahaya selama masa neonatus. Ibu juga telah mendapatkan konseling keluarga berencana dan memilih metode kontrasepsi sesuai kebutuhannya. Pembahasan menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan komprehensif sesuai standar pelayanan mampu mendukung deteksi dini faktor risiko, mencegah terjadinya komplikasi, serta mempertahankan kesehatan ibu dan bayi. Meskipun terdapat kesenjangan berupa kenaikan berat badan ibu yang belum sesuai rekomendasi, kondisi ibu dan janin tetap baik berdasarkan penilaian klinis dan pemeriksaan penunjang. Dengan demikian, pendekatan Continuity of Care terbukti memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan dan menghasilkan luaran maternal serta neonatal yang optimal.
ROSNAWATI
2026 · Thesis · Open Access
Continuity of Care (CoC) merupakan pelayanan kebidanan berkesinambungan sejak kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga keluarga berencana untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi komplikasi secara dini. Studi kasus ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R usia 40 tahun G6P4A1 di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan dilakukan mulai usia kehamilan 36 minggu 4 hari hingga masa nifas, perawatan bayi baru lahir, dan pelayanan keluarga berencana menggunakan manajemen kebidanan dan pendokumentasian SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama kehamilan kondisi ibu dan janin baik tanpa komplikasi. Persalinan dilakukan melalui Sectio Caesarea (SC) atas indikasi medis dengan hasil ibu dan bayi dalam keadaan baik. Masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi pascaoperasi. Bayi baru lahir beradaptasi dengan baik serta memperoleh vitamin K, imunisasi hepatitis B, dan pelayanan neonatal sesuai standar. Pelayanan keluarga berencana dilakukan dengan Metode Operatif Wanita (MOW/tubektomi) bersamaan dengan tindakan SC. Disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif dengan pendekatan Continuity of Care telah terlaksana sesuai standar pelayanan dan kebutuhan klien. Pelayanan berkesinambungan mendukung kesehatan ibu dan bayi, mendeteksi risiko secara dini, serta memberikan hasil asuhan yang optimal.
SITI RAHMANIA
2026 · Thesis · Open Access
Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan berkesinambungan yang diberikan kepada ibu mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Tujuan dari asuhan ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi secara dini adanya komplikasi sehingga dapat mencegah terjadinya morbiditas dan mortalitas maternal maupun neonatal. Asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. E usia 26 tahun G2P0A1 telah dilaksanakan di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan mulai tanggal 30 Maret 2026 sampai dengan 18 Mei 2026. Metode yang digunakan dalam penyusunan asuhan kebidanan ini adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan Continuity of Care (CoC) dan Literature Review Based Case. Hasil asuhan pada masa kehamilan menunjukkan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik dengan keluhan fisiologis berupa nyeri pinggang trimester III yang dapat ditangani melalui edukasi dan penatalaksanaan nonfarmakologis. Persalinan tidak berlangsung secara pervaginam karena terjadi kala II memanjang, sehingga dilakukan tindakan Sectio Caesarea (SC) atas indikasi medis untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi. Bayi baru lahir dengan kondisi baik, menangis spontan, berat badan 2800 gram, panjang badan 49 cm, dan nilai APGAR 8/9 yang menunjukkan adaptasi neonatal yang baik. Pada masa nifas, kondisi ibu berjalan fisiologis dengan involusi uterus normal, pengeluaran lochea sesuai fase, serta luka post SC dalam keadaan bersih tanpa tanda infeksi. Proses laktasi berlangsung baik dan ibu mampu menyusui secara eksklusif. Pada pelayanan keluarga berencana, ibu telah diberikan konseling dan memilih kontrasepsi suntik 3 bulan sebagai metode penundaan kehamilan. Kesimpulan dari pelaksanaan asuhan kebidanan ini adalah bahwa seluruh pelayanan Continuity of Care pada Ny. E telah berjalan sesuai standar kebidanan, kebutuhan klien terpenuhi, serta tidak ditemukan kesenjangan yang berarti antara teori dan praktik.
NISHA AZRINA ZAINE
2026 · Thesis · Open Access
Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana (KB) untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi komplikasi secara dini. Laporan ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R usia 25 tahun G1P0A0 di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan pendekatan Continuity of Care (COC). Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan dilakukan secara berkesinambungan sejak kehamilan usia 37 minggu 5 hari, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi literatur yang didokumentasikan menggunakan metode SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama masa kehamilan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik. Pada proses persalinan ditemukan ketuban pecah dini sehingga dilakukan rujukan ke rumah sakit dan persalinan berlangsung secara sectio caesarea. Bayi lahir hidup berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2.900 gram dan panjang badan 47 cm. Masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi, proses involusi uterus berjalan baik, dan pemberian ASI berlangsung lancar. Bayi baru lahir dalam kondisi sehat dengan pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia. Pada pelayanan keluarga berencana, Ny. R memilih kontrasepsi implant sebagai metode KB pascasalin. Kesimpulan dari asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R menunjukkan bahwa pelayanan Continuity of Care dapat terlaksana dengan baik mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Pelayanan yang berkesinambungan membantu pemantauan kondisi ibu dan bayi secara optimal serta mendukung deteksi dini komplikasi.
CITRA MARDHINA
2026 · Thesis · Open Access
Ibu nifas post sectio caesarea sering mengalami nyeri pada area luka operasi akibat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Nyeri umumnya mulai dirasakan ketika efek anestesi spinal berkurang, terutama pada 6–12 jam pertama pascaoperasi. Nyeri yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu mobilisasi dini, kenyamanan, istirahat, proses laktasi, serta pemulihan ibu pada masa nifas. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kenyamanan dan mengurangi persepsi nyeri adalah aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemberian aromaterapi lavender dengan intensitas nyeri pada ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama di Rumah Sakit Pertamina Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan rancangan post-test only control group design. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama yang dibagi menjadi 10 responden kelompok intervensi dan 10 responden kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan terapi standar rumah sakit berupa analgetik ditambah aromaterapi lavender, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan terapi standar rumah sakit tanpa aromaterapi lavender. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terdapat 3 responden (30,0%) mengalami nyeri ringan, 7 responden (70,0%) nyeri sedang, dan tidak terdapat responden nyeri berat. Pada kelompok kontrol, tidak terdapat responden nyeri ringan, 7 responden (70,0%) mengalami nyeri sedang, dan 3 responden (30,0%) nyeri berat. Hasil uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test diperoleh nilai p-value = 0,048. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian aromaterapi lavender dengan intensitas nyeri pada ibu nifas post sectio caesarea 6–12 jam pertama.
PRAYOGO LAKSONO
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin, motivasi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja Guru PNS pada SMA Negeri Terpadu Unggulan | Tana Tidung Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 30 responden. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dan uji t didukung dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disiplin, Motivaasi dan Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru PNS Pada SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung, semakin tinggi Tingkat kedisiplin guru dalam mematuhi peraturan sekolah, maka semakin baik pula kinerja yang dihasilkan, semakin baik Motivasi yang diberikan maka semakin baik pula kinerja yang dihasilkan, Lingkungan Kerja yang aman, nyaman, kondusif serta didukung fasilitas yang memadai mampu meningkatkan Kinerja guru PNS Pada SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung .
MUHAMAD SYAFE'I AQSHA
2026 · Thesis · Open Access
ABSTRACK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap jurnalis dalam hak memperoleh informasi, serta untuk mengidentifikasi kendala-kendala hukum yang dihadapi oleh jurnalis dalam memperoleh informasi publik di Indonesia. Jurnalis memiliki peran sentral dalam pilar demokrasi demi menjaga transparansi, fungsi kontrol sosial, dan akuntabilitas pemerintahan. Namun pada praktiknya, jurnalis masih sering menghadapi tindakan intimidasi, kekerasan, hingga kriminalisasi saat menjalankan tugas profesionalnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Sumber data yang digunakan meliputi bahan hukum primer seperti Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Kode Etik Jurnalistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap jurnalis terbagi menjadi bentuk preventif dan represif. Secara yuridis, Pasal 4 Ayat (3) UU Pers secara tegas menjamin hak pers untuk mencari dan memperoleh informasi, yang diperkuat dengan sanksi pidana dalam Pasal 18 Ayat (1) bagi siapa saja yang sengaja menghambat tugas jurnalistik. Kendala hukum yang dihadapi jurnalis meliputi adanya ketidakselarasan penafsiran (ambiguitas) pasal-pasal dalam UU ITE yang berpotensi mengkriminalisasi jurnalis, intervensi kepentingan sepihak, serta batasan informasi yang dikecualikan dalam Pasal 17 UU KIP yang sering disalahgunakan oleh badan publik untuk menutup akses informasi. Diharapkan aparat penegak hukum dapat meningkatkan sinergi perlindungan represif yang tegas bagi pelaku kekerasan terhadap jurnalis, serta pentingnya penguatan profesionalisme jurnalis dalam menaati Kode Etik Jurnalistik.
REFINA AYU ANGGRAINI
2026 · Thesis · Open Access
Pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang kemudian ditetapkan menjadi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 membawa perubahan mendasar dalam sistem perizinan di Indonesia. Salah satu perubahan tersebut adalah penggantian izin lingkungan menjadi persetujuan lingkungan yang terintegrasi dalam sistem perizinan berusaha berbasis risiko. Perubahan ini menimbulkan berbagai pandangan mengenai kedudukan dan fungsi persetujuan lingkungan dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta dampaknya terhadap pembangunan berkelanjutan. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tipe penelitian hukum normatif yakni penelitian pada asasnya merupakan penelitian doktrinal atau penelitian hukum teoretis. Pendekatan perundang-undangan (statue approach) pada dasarnya dilakukan dengan menelaah semua peraturan perundang-undangan yang bersangkutan paut dengan permasalahan isu hukum yang sedang dihadapi terkait dengan konsep persetujuan lingkungan sebagai model perizinan berusaha dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Pendekatan konseptual (conseptual approach) adalah pemahaman terhadap pandangan atau doktrin yang berkembang dalam ilmu hukum dapat menjadi pijakan untuk membangun argumentasi hukum ketika menyelesaikan permasalahan isu hukum yang sedang dihadapi terkait dengan dampak persetujuan lingkungan terhadap pembangunan berkelanjutan. Bahwa persetujuan lingkungan merupakan model perizinan yang berfungsi sebagai instrumen pengendalian administratif dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Bahwa persetujuan lingkungan memiliki dampak yang bersifat dualisme terhadap pembangunan berkelanjutan, persetujuan lingkungan pada dasarnya mendukung pembangunan berkelanjutan karena berupaya menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada konsistensi pengawasan dan pelaksanaan ketentuan perlindungan lingkungan hidup.