Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.753 item publik

Publikasi

Halaman 257 dari 338

KEBIASAAN MAKAN IKAN SENANGIN (Eleutheronema tetradactylum) DI PERAIRAN BANGKUDULIS

ASRIANI
2022 · Thesis · Open Access

Perairan Bangkudulis terletak di Kabupaten Tanah Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Perairan Bangkudulis merupakan salah satu daerah penangkapan ikan. Salah satu jenis ikan adalah ikan Senangin (E. tetradactylum). Ikan ini merupakan ikan demersal yang hidup di perairan berlumpur, berpasir, berlempung dan berbatu serta memiliki kemampuan berenang di perairan payau. E. tetradactylum memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sehingga berpotensi mengalami overfishing yang berujung pada kepunahan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi kepunahan tersebut adalah dengan melakukan penelitian pada aspek biologi. Salah satu aspek biologi adalah kebiasaan makan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan E. tetradactylum di perairan Bangkudulis. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan oleh nelayan yang menggunakan jaring insang dasar untuk menangkap ikan di perairan Bangkudulis. Pengambilan data dilakukan pada bulan Desember 2021 sampai Februari 2022. Metode yang digunakan untuk kebiasaan makan adalah Indeks Nilai Penting (IRP). E. tetradactylum adalah karnivora yang memakan ikan, udang, dan cumi-cumi. IRP untuk ikan sebesar 93,27% sebagai makanan utama, IRP untuk udang sebesar 4,93% sebagai makanan pendamping, dan IRP cumi-cumi sebesar 1,74% sebagai makanan tambahan.

KEKERABATAN BAHASA DAYAK KENYAH UMA ALIM DENGAN BAHASA DAYAK KENYAH UMA LASAN (KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF)

VIJAI
2022 · Thesis · Open Access

Secara umum, penelitian ini memberikan informasi mengenai data dan keterangan bahasa Dayak Kenyah Uma Alim dan bahasa Dayak Kenyah Uma Lasan untuk penelitian linguistik historis komparatif di Indonesia dan secara khusus menganalisis adanya kekerabatan di antara kedua bahasa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik leksikostatistik. Metode dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan trigulansi. Teori yang digunakan adalah linguistik historis komparatif yang memiliki peran utama salah satunya adalah menjelaskan hubungan kekerabatan suatu bahasa dengan bahasa yang lainnya di suatu wilayah yang ditentukan dengan menggunakan daftar kosa kata dasar Morris Swades yang berjumlah 200 kata. Kata kerabat (kognat) dalam bahasa Dayak Kenyah Uma Alim dengan bahasa Dayak Kenyah Uma Lasan terdapat 187 kosa kata dasar Swadesh, terdapat 81 pasangan kata yang identik, 34 pasangan kata yang memiliki korespondensi fonemis, 28 pasangan kata yang memiliki kemiripan secara fonetis, 44 pasangan kata yang memiliki satu fonem berbeda dan 13 pasangan kata yang tidak berkerabat. Persentase kata kerabat antara bahasa Dayak Kenyah Uma Alim dan bahasa Dayak Kenyah Uma Lasan yaitu 93.5%. Bahasa Uma Alim dan bahasa Uma Lasan merupakan bahasa yang tunggal pada 203 – 105 tahun yang lalu. Bahasa Uma Alim dan bahasa Uma Lasan mulai berpisah dari suatu bahasa proto antara tahun 1.819 – 1.917 (dihitung dari tahun 2022). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Dayak Kenyah Uma Alim dengan bahasa Dayak Kenyah Uma Lasan termasuk ke dalam kategori satu bahasa (dialek).

Karakteristik Nanopartikel Kitosan Cangkang Kepiting Bakau (Scylla sp) dengan Asam Format Menggunakan Metode Gelasi Ionik

MUKMAINNA
2022 · Thesis · Open Access

Limbah cangkang kepiting bakau memiliki potensi sebagai bahan baku untuk pembuatan nanopartikel kitosan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mutu kitosan cangkang kepiting bakau (Scylla sp.) melalui analisis kadar air, abu, nitrogen total, derajat deasetilasi dan morfologinya serta mendapatkan karakteristik nanopartikel kitosan melalui analisis Particle Size Analyzer (PSA) dan Scanning Electron Microscope Energy Dispersive X-ray (SEM-EDX). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rendemen kitosan cangkang kepiting bakau (Scylla sp.) sebesar 11,56%. Mutu kitosan menunjukkan nilai kadar air 0,14%, kadar abu 0,01% nitrogen total 0,77%. Derajat Deasetilasi yang diperoleh sebesar 76% sesuai dengan SNI No.7949 Tahun 2013, Protan Laboratory. Hasil karakterisasi nanopartikel kitosan dengan analisis Particle Size Analyzer menghasilkan ukuran sebesar 35,20 nm, dengan Polidispersity Indeks (PI) 0,274 dan intensitas 13,54 nm. Morfologi kitosan dan nanopartikel kitosan berbentuk tidak seragam (amorf).

INVENTARISASI TUMBUHAN OBAT SUKU TIDUNG DI DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS SEBAGAI PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA KELAS X

RACHMAN FAIZAL
2022 · Thesis · Open Access

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh Suku Tidung di Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kalimantan Utara. (2) Mengetahui pemanfaatan tumbuhan obat Suku Tidung. (3) Mengetahui pemanfaatan tumbuhan obat Suku tidung dalam penyusunan perangkat pembelajaran Biologi di SMA Kelas X. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah masyarakat yang berkompeten dalam pengetahuan tumbuhan obat dengan penentuan sampel menggunakan teknik snowball sampling untuk memperoleh data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan jenis-jenis Tumbuhan Obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku tidung di desa mansalong kecamatan lumbis sebanyak 30 jenis yang tergolong kedalam 18 famili. Famili tanaman yang umum digunakan yaitu Famili Zingiberaceae. Bagian organ yang banyak digunakan yaitu daun sebanyak 29%. Hasil penelilitian dianalisis kedalam perangkat pembelajaran kurikulum 2013. Dari hasil analisis yang dilakukan, hasil penelitian dapat dimasukkan dalam penyusunan perangkat pembelajaran mengenai kingdom plantae pada kompetensi dasar 3.7 Menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan kedalam divisio berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan peranannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi.

PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING INDIVIDU DI SMP NEGERI 1 LUMBIS KABUPATEN NUNUKAN

HENDY WIRANDI
2022 · Thesis · Open Access

PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING INDIVIDU DI SMP NEGERI 1 LUMBIS KABUPATEN NUNUKAN Hendy Wirandi. 2022. “Pelaksanaan Layanan Konseling Individual di SMP Negeri 1 Lumbis Kabupaten Nunukan”. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh Siti Rahmi, S,Sos.I.,M.Pd selaku pembimbing utama dan Bapak Suprianto, S.Sos.,M.Pd selaku pem-bimbing anggota. Layanan konseling individual merupakan layanan dalam bimbingan dan konseling yang dilaksanakan untuk mengatasi berbagai macama masalah siswa di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan layanan konseling individual di SMP Negeri 1 Lumbis Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan informan penelitian terdiri dari 4 orang diantaranya guru bimbingan dan konseling dan 3 orang siswa yang telah mendapatkan layanan konseling in-dividual. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa dalam pelaksanaan layanan konseling individual di SMP Negeri 1 Lumbis dilaksanakan melalui 3 tahapan, yaitu pra konseling dimana dalam tahap ini guru bimbingan dan konseling melakukan analisis kebutuhan siswa, menyusun RPL, serta menata ruang layanan; proses konseling dilakukan melalui perilaku attending, transisi pembicaraan, negosisasi kontrak layanan serta melaksanakan layanan me-lalui teknik dan pendekatan sesuai dengan masalah siswa; serta pasca konseling dimana da-lam tahap ini guru bimbingan dan konseling menyusun laporan layanan konseling, serta melakukan monitoring perkembangan perilaku siswa dan melakukan evaluasi.

Analisis Peran Lembaga Dalam Agribisnis Cabai Rawit (Capsicum frutescens, L.) di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan

M. FAISAL APDAU
2022 · Thesis · Open Access

Peran lembaga dalam agribisnis usaha tani cabai rawit yang ada di wilayah Tanjung Palas Tengah tepatnya di Desa Salimbatu tersebut tidak berjalan secara optimal. Kendala dalam mendorong pengembangan cabai rawit yaitu kurangnya tenaga terampil, keterbatan dalam penerapan teknologi, pasca penen dan akses transportasi yang minim. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengidentifikasi lembaga-lembaga yang terlibat dalam agribisnis cabai rawit dan mengetahui bagaimana keterlibatan lembaga dalam agribsinis cabai rawit di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Metode penentuan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan menggunakan informan sebanyak 10 orang dari berbagai lembaga/instansi terkait. Dengan teknik pengolahan data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 10 lembaga utama yang terlibat dalam agribisnis cabai rawit diantaranya yaitu lembaga (1) Kelompok Tani (2) Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, (3) Balai Penyuluh Lapangan (4) Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, (5) PT.PKN (6) Pemerintah Desa Salimbatu (7) Kecamatan Tanjung Palas Tengah (8) Bank Kaltimtara Tanjung Palas Cabang Pembantu (9) Usaha kecil dan menengah pesona sambel (10) Tengkulak. Bentuk Peran lembaga dalam agribisnis cabai rawit yaitu Lembaga yang terlibat dalam subsitem Hulu adalah 1) Dinas pertanian Kabupaaten Bulungan 2) Kelompok Tani. 3) Bank Kaltimtara Tanjung Palas Cabang Pembantu 4) PT. PKN, kemudian lembga yang terlibat dalam subsistem Usaha Tani adalah 1) Balai Penyuluh Pertanian 2) Kelompok Tani. 3) Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan 4) Pemerintah Desa Salimbatu 5) Kecamatan Tanjung Palas Tengah, dan lembaga yang terlibat dalam subsistem hilir adalah 1) Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdaganganian 2) Tengkulak 3) UKM Pesona Sambel, serta lembaga yang terlibat dalam subsistem penunjang adalah 1) Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan 2) Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan 3) PT. PKN 4) Bank Kaltimtara Tanjung Palas Cabang Pembantu 5) Kecamatan Tanjung Palas Tengah 6) Pemerintah Desa Salimbatu. 7) Kelompok Tani

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN SENANGIN ( Eleutheronema tetradactylum) DI PERAIRAN BANGKUDULIS

RIRIN FITRIA. A
2022 · Thesis · Open Access

Daerah penangkapan nelayan Juata Laut berada di Perairan Pulau Bangkudulis yang berhadapan dengan Pulau Tarakan dan Pulau Tibi, sehingga Pulau Bangkudulis ini diketahui memiliki potensi keanekaragaman jenis spesies ikan salah satunya yaitu ikan Senangin. Ikan Senangin memiliki harga ekonomis yang tinggi sehingga berpotensi secara berlebihan yang pada akhirnya mengarah kepada kepunahan. Salah satu upaya dalam rangka mengatasi kepunahan, perlu dilakukan penelitian tentang aspek biologi perikanan hubungan panjang berat da faktor kondisi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan Senangin di Perairan Bangkudulis. Penelitian ini dilakukan pada bulan November sampai dengan Februari 2022. Ikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 592 ekor yang terdiri atas jantan 525 ekor dan betina 63 ekor. Persamaan hubungan panjang berat ikan Senangin memenuhi persamaan jantan W= 0,069Lx3,49 dan betina W= 0,004Lx3,24 pola pertumbuhan ikan bersifat allometrik positif. Nilai faktor kondisi ikan jantan >1 51,61 48,38 dan betina >1 44,78 1 55,22 Hasil nilai faktor kondisi menunjukan bahwa kondisi di perairan pulau Bangkudulis ikan Senangin jantan lebih besar kegemukan dibandingkan ikan betina

AKTIVITAS ANTIBAKTERI KITOSAN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis PENYEBAB JERAWAT

GITA LIA ROSALINDA
2022 · Thesis · Open Access

Cangkang kepiting bakau merupakan limbah hasil perikanan yang dapat dijadikan sebagai bahan baku kitosan. Kitosan memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai antibakteri penyebab jerawat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mutu kitosan dari cangkang kepiting bakau melalui analisis Fourier Transform InfraRed (FTIR) dan Scanning Electron Microscope Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX) serta mendapatkan konsentrasi terbaik kitosan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis penyebab jerawat. Metode penelitian ini dengan cara deskriptif untuk analisis mutu kitosan dan aktvitas antibakteri menggunakan analysis of variant pada selang kepercayaan 95% dengan satu faktor yaitu penambahan kitosan pada taraf 0,25%; 0,5%; 0,75%; dan 1%. Asam asetat sebagai kontrol negatif dan Ampisilin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan nilai derajat deasetilasi sebesar 76% sesuai dengan standar SNI No.7949 Tahun 2013 dan Protan Laboratory. Morfologi kitosan memperlihatkan bentuk tidak teratur, bergelombang, dan berpori serta mengandung beberapa unsur yaitu C,O,Ca,dan Al. Aktiviras antibakteri kitosan dalam menghambat bakteri S. aureus dan S. epidermidis pada kosentrasi 0,25%, 0,5% , 0,75%, dan 1% menghasilkan zona hambat sebesar 9,5±0,71mm, 10±0mm, 11±0mm, 13,5±0,71mm dan 9±0mm, 10±0mm, 11±0mm, 12,5±0,71mm. Konsentrasi 1% terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan S. epidermidis. Aktivitas kitosan pada penelitian ini termasuk dalam katogori sedang hingga kuat.

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN YANG DIHADAPI GURU DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN K13 MATA PELAJARAN BIOLOGI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI TARAKAN

FITRIANI. A
2022 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan antara perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran mata pelajaran biologi dengan ketetapan pembelajaran kurikulum 2013. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini terdiri dari dua guru mata pelajaran biologi kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data angket yang diberikan kepada guru pada aspek permasalahan perencanaan pembelajaran termasuk kategori permasalahan rendah sekali dengan nilai 86%, aspek permasalahan pelaksanaan pembelajaran termasuk kategori permasalahan rendah sekali dengan nilai 89%, dan aspek permasalahan penilaian pembelajaran termasuk kategori permasalahan rendah sekali dengan nilai 84%. Dapat disimpulkan bahwa permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran K13 masih terdapat permasalahan pada perencanaan pembelajaran sulit dalam pengelolaan waktu dalam membuat RPP dan sulit menentukan metode dan media pembelajaran, pada pelaksanaan pembelajaran peserta didik kurang aktif, guru jarang melakukan tanya jawab sebelum melakukan pembelajaran, dan guru jarang melakukan evaluasi diakhir pembelajaran, dan pada aspek penilaian pembelajaran guru tidak melakukan penilaian pada penilaian sikap. Secara keseluruhan pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 belum terlaksana sesuai dengan ketetapan pembelajaran kurikulum 2013.

Korelasi Minat Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI Pada Mata Pelajaran Biologi di SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan

RECXY PERDANA SYAH PUTRA
2022 · Thesis · Open Access

KORELASI MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat belajar siswa terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas XI pada mata pelajaran biologi di SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei, dengan metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI biologi di SMA Muhammdiyah Boarding School. Sedangkan sampel penelitian yaitu siswa kelas XI MIPA putra yang berjumlah sebanyak 19 siswa dan siswa kelas XI MIPA putri yang berjumlah sebanyak 33 siswi yang dipilih berdasarkan jurusan yaitu MIPA. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan jawaban dari angket minat yang disebarkan langsung di sekolah dan dari hasil nilai ulangan harian yang dilakukan oleh guru mata pelajaran biologi di SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi atau hubungan yang signifikan antara minat belajar siswa (X) terhadap hasil belajar (Y). Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis menggunakan uji regresi dengan nilai signifikan sebesar 0,170 > 0,005 pada KD I dan 0,239 > 0,005 pada KD II. Kata Kunci: Korelasi, Minat, Hasil Belajar

PERAN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK BELAJAR DARI RUMAH (BDR) PADA SISWA KELAS IV SDIT IBNU ABBAS TARAKAN

NUR WIJAYA SAPUTRA
2022 · Thesis · Open Access

PERAN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK BELAJAR DARI RUMAH (BDR) PADA SISWA KELAS IV SDIT IBNU ABBAS TARAKAN Abstrak Pada masa pandemi COVID-19 pembelajaran tidak lagi dilakukan secara tatap muka melainkan pembelajaran dilakukan secara BDR (Belajar dari Rumah), oleh karena itu peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak belajar dari rumah. Namun pada masa pandemi ini pembelajaran belum terlaksana maksimal diakibatkan kurangnya orang tua mendampingi anak belajar. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak peran orang tua terhadap anak dalam mendampingi pembelajaran anak dari rumah pada siswa kelas IV SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian yaitu di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Instrumen penelitian ini adalah wali kelas IV, orang tua siswa, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Hasil dari penelitian ini tentang peran orang tua dalam mendampingi anak belajar dari rumah dapat disimpulkan bahwa orang tua telah melaksanakan perannya dalam pembelajaran daring dari rumah dibuktikan hasil wawancara dan observasi yaitu orang tua telah membimbing serta mendampingi anak belajar dirumah mendidik yang efektif, orang tua memberikan fasilitas penunjang pembelajaran yang disediakan orang tua berkaitan perangkat elektronik seperti HP dan kouta internet, orang tua memberikan semangat serta motivasi, orang tua sebagai director dengan mengarahkan dan membimbing anak ketika belajar terhadap instruksi yang diberikan guru dapat dipahami dan dikerjakan.

Efektivitas Penggunaan Diffuser Oksigen Berbeda Terhadap Kualitas Air Pada Budidaya Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Sistem Bioflok.

JENNIFER RATU AGAN
2022 · Thesis · Open Access

Aerasi merupakan transfer gas oksigen atau penambahan oksigen ke dalam air yang sangat penting dalam budidaya bioflok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan diffuser berbeda terhadap kualitas air pada budidaya Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dengan sistem Bioflok. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan menggunakan metode analisis regresi linear. Ikan lele dumbo yang digunakan memiliki panjang 6 cm dan berat rata-rata 1,55 gram. Ikan lele dumbo dengan menggunakan sistem bioflok dipelihara selama 30 hari dengan dua perlakuan dan lima ulangan yaitu P1 (Selang diffuser/uniring), dan P2 (Batu Aerasi), masing-masing perlakuan diberikan padat tebar yang sama yaitu sebanyak 50 ekor/200 liter. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aerasi yang berbeda pada budidaya ikan lele dumbo dengan menggunakan sistem bioflok menghasilkan parameter kualitas air oksigen terlarut dan volume flok yang berbeda nyata sig.(2-tailed)0,05. Nilai rata-rata oksigen terlarut pada perlakuan berkisar P1 4.40-5.49 mg/L dan P2 4.19-4.77 mg/L. Data volume flok yang dihasilkan pada P1 22 ml/L, P2 20 ml/L. Parameter suhu berkisar antara 28-31ᵒC, pH berkisar P1 7.52-8.63 P2 7.46-8.45, amoniak berkisar antara 0.00-0.08 mg/L , nitrit berkisar antara 0.02-0.2 mg/L , nitrat berkisar antara 0.04-40 mg/L , fosfat berkisaran 0.00-0.015 mg/L, dan parameter TSS, alkalinitas, kelimpahan fitoplankton, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi berdasarkan uji statistik (uji t) menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata sig.(2-tailed>0,05). Kualitas air dari masing-masing perlakuan menunjukkan kisaran yang layak untuk mendukung budidaya ikan lele dumbo dengan sistem bioflok.

PENGARUH BIOENRICHMENT Artemia salina MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA PADA AKTIVITAS Molting POSTLARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon).

DEWI ANA TONGLOLANGI'
2022 · Thesis · Open Access

Udang windu adalah golongan crustacea yang pertumbuhannya diikuti dengan ganti kulit (molting). Berdasarkan wawancara yang dilakukan, salah satu masalah yang dialami oleh beberapa hatchery di Pantai Amal kota Tarakan adalah Terhambatnya proses molting pada udang fase Post Larva 2. Hal ini diduga berkaitan dengan ketersedian pakan alami atau nutrisi yang diberikan, pengaruh kualitas pakan alami yang diberikan tersebut mempengaruhi proses biosintesis hormon ekdisteroid. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses molting salah satunya menggunakan tumbuhan herbal yaitu tumbuhan karamunting. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengayaan Artemia salina menggunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabatricum) dengan konsentrasi yang berbeda dalam mempercepat proses molting pada fase PL 2 udang windu (Penaeus monodon). Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan 1 yaitu tanpa pemberian ekstrak daun karamunting, perlakuan kedua yaitu perendaman dengan konsentrasi ekstrak 50 ppm , perlakuan ketiga yaitu perendaman dengan konsentrasi ekstrak 100 ppm dan perlakuan keempat dengan konsentrasi 150 ppm. Dari hasil penelitian ini didapatkan persentase molting udang windu tertinggi yaitu dengan konsentrasi ekstrak 100 ppm dengan nilai persentase molting sebesar 67%. Tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) udang windu yang tertinggi juga diperoleh pada perlakuan 100 ppm yaitu sebanyak 70%. Dengan demikian konsentrasi ekstrak daun karamunting yang terbaik dan mampu meningkatkan persentase molting dan kelangsungan hidup post larva udang windu adalah 100 ppm.

STRUKTUR UKURAN DAN PERTUMBUHAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) DARI PERAIRAN ESTUARIA BULUNGAN

FINA AMANDA
2022 · Thesis · Open Access

Salah satu biota di estuaria yang sering tertangkap pada kegiatan penangkapan ikan oleh nelayan adalah ikan kakap putih (Lates calcarifer). Aspek yang menjadi fokus riset adalah terkait dengan struktur ukuran dan pertumbuhan ikan kakap putih. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguraikan dan menjelaskan struktur ukuran panjang dan berat, menerangkan model pertumbuhan dengan pendekatan von Bertalanffy, menerangkan pola/sifat pertumbuhan dengan pendekatan hubungan panjang berat dan faktor kondisi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2021-Maret 2022 di perairan estuaria sungai Kayan (perairan muara Ancam, perairan muara Bulungan dan perairan muara Mapat) menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan metode pengumpulan sampel secara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan struktur ukuran pada ikan kakap putih (Lates calcarifer) memiliki panjang dominan pada kisaran 32,9-37,2 cm dengan berat 496,2 – 728,4 gram (total), 32,9-37,2 cm dengan berat 496,2-728,4 gram (jantan), dan 37,4-39,8 cm dengan berat 701,8-804,6 gram (betina). Model pertumbuhan Von Bertalanffy pada sampel ikan kakap putih (Lates calcarifer) menghasilkan persamaan Lt = 91.208 {1 - 2.71828 -0.016 ( t - 0.935 )}. Hubungan panjang berat ikan kakap putih (Lates calcarifer) secara keseluruhan, jantan dan betina bersifat allometrik negative dan memiliki nilai faktor kondisi nilai 1 atau mendekati 1 yang menunjukkan bahwa kondisi ikan kakap putih jantan dan betina dalam kondisi atau bentuk tubuh yang cukup baik.

PENGARUH LAMA PERENDAMAN BIOENRICHMENT Artemia salina MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) TERHADAP AKTIVITAS MOLTING BENUR UDANG WINDU (Penaues monodon)

DARMA
2022 · Thesis · Open Access

Tumbuhan herbal memiliki senyawa bioaktif yang dapat berperan sebagai agen dalam meningkatkan laju pertumbuhan organisme yang dibudidayakan. Kandungan senyawa bioaktif dari tumbuhan karamunting seperti flavonoid, tanin, saponin, fenolat dan isoflavonoid, memiliki potensi sebagai agen yang mampu meningkatkan laju pertumbuhan dan sebagai tonik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek pemberian pakan alami Artemia salina yang diperkaya ekstrak daun karamunting terhadap laju pertumbuhan benur udang windu (Penaeus monodon). Rancangan penelitian terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu; kontrol (tanpa perendaman ekstrak), dan perlakuan 8, 16 dan 24 jam (perendaman dengan menggunakan ekstrak daun karamunting), pemeliharaan benur dilakukan selama 8 hari. Parameter yang diamati adalah persentase moulting, survival rate, dan kualitas air Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak dengan perendaman 24 jam memberikan persentase molting tertinggi. yaitu 124% sedangkan untuk persentase terendah diperoleh pada perlakuan kontrol, sebesar 73 %. Nilai sintasan hidup tertinggi juga diperoleh pada perlakuan 24 jam, yaitu 69%. Bioenrichment Artemia salina menggunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dengan lama perendaman 24 jam memberikan hasil yang signifikan berbeda terhadap persentase molting dan sintasan hidup benur udang windu pada stadia post larva. Ekstrak daun karamunting berpotensi sebagai promotor pertumbuhan pada udang.

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO ANIMASI PADA PEMBELAJARAN TEMATIK TEMA PAHLAWANKU DIKELAS 4 SD NEGERI 007 TARAKAN

SALAILAWATI
2022 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengenghasilkan media pembelajaran berupa video animasi pada pembelajaran tematik tema pahlawanku yang ditinjau dari validasi ahli materi, ahli media dan ahli praktisi, serta mengetahui respon siswa terhadap media video animasi pada pembelajaran tematik tema pahlawanku. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Develoment (R&D). Prosedur penelitian dan pengembangan menggunakan model Borg and Gall yang terdiri dari 10 tahap yaitu, Potensi Masalah, Pengumpulan Data, Desain Produk, Validasi Desain, Revisi Desain, Uji Coba Produk, Revisi Produk, Uji Coba Pemakaian, Revisi Produk, dan Produksi Masal. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi sebesar 78% dengan kategori layak, validasi ahli media sebesar 84% dan validasi ahli praktisi sebesar 88% dengan kategori sangat layak. Hasil yang diperoleh dari angket respon siswa uji coba terbatas sebesar 91,6%, dan pada angket respon siswa uji coba lapangan sebesar 91,7% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media, ahli praktisi, angket respon siswa pada uji coba terbatas dan angket uji coba lapangan maka, pengembangan media video animasi pada pembelajaran tematik tema pahlawanku dinyatakan layak dan sangat baik untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

IDENTIFIKASI PLANT BLINDNESS PADA MAHASISWA SEMESTER AWAL PENDIDIKAN BIOLOGI

CLARA SINTIA DEVI
2022 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Plant Blindness pada Mahasiswa semester awal Pendidikan Biologi. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah Mahasiswa semester awal pendidikan biologi. Data yang diperoleh berdasarkan hasil observasites dan hasil respon mahasiswa pada lembar kuesioner tentang gambaran Plant Blindness pada Mahasiswa Semester Awal Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan. Berdasarkan hasil observasi ditemukan 18 jenis tumbuhan dari tumbuhan lumut, tumbuhan paku, tumbuhan berbiji terbuka dan tumbuhan berbiji tertutup. Berdasarkan hasil tes diperoleh nilai rata – rata responden 20,57 hasil tersebut masih dibawah ≤ 25% sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat Plant Blindness pada Mahasiswa Semester Awal Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan tergolong pada kategori “Sangat Tinggi”. Berdasarkan hasil kuesioner terdapat beberapa faktor pemicu adanya Plant Blindness pada mahasiswa yaitu: 1) mahasiswa kurang mengerti cara merawat tumbuhan, 2) Mahasiswa masih kurang mengetahui manfaat dari tumbuhan, 3) kurangnya kontak pribadi secara langsung dengan tumbuhan, 4). Tumbuhan tidak dapat diajak berinteraksi seperti hewan, 5) Beberapa tumbuhan memiliki jenis yang hampir serupa sehingga sulit untuk dikenali 6) Mahasiswa lebih tertarik pada pembelajaran dengan berinteraksi atau kontak secara langsung dengan objek yang dipelajari. Hasil analisis akan dijadikan bahan evaluasi sebagai acuan bagi pendidik dalam membuat arah pembelajaran biologi kedepannya khususnya pembelajaran tentang tumbuhan.

PERSENTASE MOLTING POST LARVA UDANG WINDU (Penaeus monodon) DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) PADA KONSENTRASI YANG BERBEDA

SUHARNI
2022 · Thesis · Open Access

Pembenihan udang windu merupakan salah satu cara yang ditempuh untuk memenuhi kebutuhan benih udang windu (Penaeus monodon) dengan kualitas yang baik dan jumlah yang memadai. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan udang windu yaitu aktivitas ganti kulit (molting). Secara alami udang dapat molting karena adanya hormon molting yang disebut ekdisteroid. Hormon ini merupakan hormon steroid utama pada krustasea dan arthopoda yang memiliki fungsi utama sebagai pengatur proses molting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun karamunting (M. malabathricum) terbaik, yang memberi pengaruh dalam meningkatkan persentase molting pada fase PL 2 udang windu (P. monodon). Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase molting udang tertinggi didapatkan pada konsentrasi ekstrak 50 ppm dengan nilai persentase molting sebesar 84% dan tingkat kelangsungan hidup udang tertinggi juga diperoleh pada perlakuan 50 ppm yaitu sebesar 82%. Penggunaan ekstrak karamunting berperan sebagai growth promotor dan berpotensi sebagai stimulator molting. Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian menunjukkan bahwa kisaran yang diperoleh masih berada pada normal yang baik bagi kehidupan udang.

Peran Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Kelas II A Di SDN 007 Tarakan

ANGGUN DWI WULANDARI
2022 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan siswa. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Data dianalisis berdasarkan teori Miles dan Huberman dengan urutan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah adanya peran guru dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan siswa kelas II A di SDN 007 Tarakan. Peran guru dilakukan dengan berbagai penanganan, peran guru tersebut ialah sebagai demonstrator, pengelola kelas, mediator dan fasilitator serta evaluator. Peran guru dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan siswa yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran yang efektif dan menarik, menciptakan suasana dan kondisi belajar yang kondusif, menggunakan media pembelajaran dan memberikan fasilitas belajar yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, serta mampu memberikan penilaian secara objektif. Adapun beberapa faktor penyebab kesulitan membaca permulaan siswa yaitu faktor internal yang disebabkan karena rendahnya minat membaca dari dalam diri siswa yang mengakibatkan kemalasan siswa dalam membaca dan faktor eksternal yang disebabkan karena kurangnya perhatian dan bimbingan membaca dari orang terdekat.

ANALISIS DAMPAK PEMBELAJARAN DARING DAN LURING TERHADAP LITERASI SAINS (STUDI KASUS LEARNING LOSS) SISWA KELAS X MIPA DI SMA NEGERI 1 TARAKAN

AGUS ANNISAH
2022 · Thesis · Open Access

ANALISIS DAMPAK PEMBELAJARAN DARING DAN LURING TERHADAP LITERASI SAINS (STUDI KASUS LEARING LOSS) SISWA KELAS X MIPA DI SMA NEGERI 1 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembelajaran daring dan luring terhadap literasi sains studi kasus learning loss siswa SMA Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif-kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan pengukuran Nature of Science Literacy Test (NOSLiT) dan wawancara. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA dan guru mata pelajaran biologi kelas X dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini didapatkan nilai persentase kemampuan literasi sains pada indikator penamaan ilmiah sebesar 41,12%, pada indikator kemampuan keterampilan proses sebesar 30,17%, pada indikator kaidah bukti saintifik sebesar 59,95%, pada indikator postulat sains sebesar 54,92%, pada indikator disposisi ilmiah sebesar 47,87% dan pada indikator miskonsepsi utama tentang sains sebesar 34,59%. Nilai rata-rata persentase kemampuan literasi sains siswa sebesar 44,77% dari 132 siswa dikategorikan rendah. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan menujukkan bahwa terdapat dampak pembelajaran daring dan luring terhadap literasi sains, berpotensi terjadinya learning loss. Hal ini ditandai dengan menurunnya keterampilan literasi sains siswa, penurunan prestasi belajar akibat proses pembelajaran yang tidak efektif, kurangnya interaksi siswa dengan guru, siswa kesulitan memahami materi karena tidak fokus saat pembelajaran dan siswa merasa cepat bosan saat pembelajaran daring.