RISKI WIRSAN ALWI
2026 · Thesis · Open Access
Pulau Tias merupakan wilayah pesisir di Desa Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan. Sistem pemasaran hasil tangkapan di wilayah ini melibatkan pengepul yang menyediakan modal operasional, sehingga menciptakan pola ketergantungan yang mempengaruhi posisi tawar nelayan, namun data terdokumentasi mengenai rantai tata niaga di wilayah ini belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran tata niaga beserta pelaku yang terlibat, menghitung margin pemasaran dan farmer's share, serta menganalisis tingkat efisiensi pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan di Pulau Tias. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025–Maret 2026 menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling terhadap 20 responden yang terdiri atas nelayan, pengepul, penampung, dan pengecer. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran tata niaga, yaitu Saluran I (distribusi lokal: nelayan–pengepul–pengecer–konsumen akhir) dan Saluran II (distribusi ekspor: nelayan–pengepul–penampung–eksportir). Margin pemasaran Saluran I berkisar 24,5%–26,8%, sedangkan Saluran II 19,0%–36,7%. Nilai farmer's share Saluran I relatif seragam (74%–75%), sedangkan Saluran II lebih bervariasi (63%–81%), dengan seluruh nilai berada di atas 60%. Tingkat efisiensi pemasaran Saluran I (5,6%–8,0%) relatif lebih mendekati efisien dibandingkan Saluran II (6,4%–9,9%), meskipun secara umum kedua saluran masih tergolong kurang efisien (Ep > 5%). Penyederhanaan rantai pemasaran dan penguatan akses pasar langsung bagi nelayan disarankan sebagai strategi peningkatan efisiensi dan kesejahteraan nelayan di Pulau Tias.
AISYA NURAFNI
2026 · Thesis · Open Access
Inverter merupakan perangkat elektronika daya yang berfungsi mengubah tegangan DC menjadi tegangan AC. Salah satu permasalahan pada Inverter adalah ketidakstabilan tegangan keluaran akibat perubahan beban dan variasi tegangan input DC. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mensimulasikan sistem Automatic Voltage Regulator (AVR) pada Inverter Pure Sine Wave berbasis Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM) menggunakan pendekatan komputasi numerik. Model simulasi disusun dalam bentuk skrip simulasi dengan pendekatan matematis yang melibatkan tegangan input DC, modulation index, rasio transformasi, beban resistif, tegangan keluaran RMS, dan kontroler Proportional-Integral (PI). Sistem AVR dirancang sebagai sistem closed-loop dengan membandingkan tegangan keluaran terhadap tegangan referensi 220 V. Error tegangan yang dihasilkan diproses oleh kontroler PI untuk mengatur modulation index pada generator SPWM. Pengujian dilakukan pada kondisi tanpa AVR dan dengan AVR. Variasi pengujian meliputi beban resistif 100 Ω, 200 Ω, dan 300 Ω, serta tegangan input DC 10 V, 11 V, 12 V, dan 13 V. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan AVR mampu meningkatkan tegangan keluaran Inverter. Pada variasi beban dengan input 12 V, tegangan keluaran tanpa AVR berada pada rentang 184,75–193,85 V, sedangkan dengan AVR meningkat menjadi 205,80–214,20 V. Pada variasi tegangan input dengan beban 200 Ω, tegangan keluaran tanpa AVR berada pada rentang 158,65–206,21 V, sedangkan dengan AVR meningkat menjadi 176,26–219,48 V. Hasil terbaik diperoleh pada tegangan input 13 V dengan beban 200 Ω, yaitu tegangan keluaran sebesar 219,48 V dengan error 0,24% terhadap tegangan referensi. Respon transien menunjukkan bahwa sistem mencapai kondisi stabil pada kisaran 0,15–0,20 s. Berdasarkan hasil tersebut, AVR berbasis kontrol PI mampu memperbaiki kestabilan tegangan keluaran Inverter Pure Sine Wave secara simulasi.
FIRZA ALYA ANWAR
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi relatif produksi, penyerapan relatif pembiayaan perbankan, produktivitas pembiayaan, pengaruh pembiayaan perbankan terhadap produksi sektor Real Estate, pengaruh penyerapan relatif pembiayaan terhadap efisiensi relatif produksi, serta pola keterkaitan efisiensi relatif produksi dengan Marginal Product of Capital (MPK) pada sektor Real Estate di 34 provinsi Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) periode 2020–2024. Analisis dilakukan menggunakan transformasi Location Quotient (LQ), Marginal Product of Capital (MPK), Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi relatif produksi tertinggi terdapat di Wilayah Jawa sebesar 1,46 dan terendah di Wilayah Kalimantan sebesar 0,05. Penyerapan relatif pembiayaan tertinggi juga berada di Wilayah Jawa sebesar 1,08 dan terendah di Wilayah Kalimantan sebesar 0,05. Hasil regresi data panel menunjukkan bahwa pembiayaan perbankan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi sektor Real Estate, sedangkan regresi cross section menunjukkan bahwa penyerapan relatif pembiayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi relatif produksi. Nilai MPK tertinggi terdapat di Wilayah Kalimantan sebesar 5,92, sedangkan terendah di Wilayah Maluku dan Papua sebesar −0,60. Pola keterkaitan efisiensi relatif produksi dan MPK menunjukkan bahwa Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat relatif dominan berada pada kategori unggul, sedangkan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku, dan Maluku Utara secara konsisten berada pada kategori gagal selama periode 2020–2024.
KHAERUNNISA
2026 · Thesis · Open Access
Abstract Seventh-grade students learning English as a foreign language often encounter challenges in retaining and using vocabulary orally, which may be attributed to limited exposure, unfamiliarity with vocabulary, and low speaking confidence. This study investigates the impact of the charade technique on students' oral vocabulary and determines which aspect of oral vocabulary shows the most improvement after the intervention. A pre-experimental one-group pretest-posttest design was utilized, involving 18 Grade VII students at SMPN 7 Tarakan who completed all study phases. Data were collected using oral vocabulary tests that assessed pronunciation, meaning retention, and oral vocabulary retrieval. Analytical methods included descriptive statistics, inter-rater reliability assessment, N-Gain analysis, normality testing, and the Wilcoxon signed-rank test. Results indicated a significant difference between pretest and posttest scores (p 0.001), with a mean N-Gain value of 0.544, representing moderate improvement. Pronunciation exhibited the greatest improvement (from 2.75 to 4.25), followed by meaning retention (from 2.28 to 3.64), while oral vocabulary retrieval showed the least improvement (from 1.94 to 2.92). These findings indicate that the charade technique may facilitate the development of oral vocabulary, potentially through active participation and repeated exposure to vocabulary in meaningful contexts. However, the research design does not allow for strong causal inferences. Therefore, the charade technique may be considered a viable alternative for oral vocabulary instruction among junior secondary students learning English as a foreign language.
PRADINI AGUSTINA
2026 · Thesis · Open Access
Kemampuan komunikasi matematis penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena mendukung murid dalam mengomunikasikan dan memahami konsep-konsep matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Read, Outline, Discussion, Evaluation (RODE) terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling (judgement sampling), dengan mempertimbangkan kesetaraan kemampuan murid berdasarkan hasil asesmen diagnostik kognitif. Sampel penelitian terdiri atas 68 murid yang mengikuti pretest dan posttest secara lengkap, terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 34 murid kelas XI-B sebagai kelas kontrol dan 34 murid kelas XI-C sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis berupa pretest dan posttest yang masing-masing terdiri atas tiga soal uraian. Hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 68,24 >54,92. Hasil uji Independent Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,002≤ 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan ini didukung oleh rata-rata N-Gain Score kelompok yang memperoleh pembelajaran dengan model RODE sebesar 0,57, lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang memperoleh pembelajaran konvensional dengan metode ceramah sebesar 0,37. Dengan demikian, model pembelajaran RODE berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan dan berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menguji penerapan model RODE pada materi dan variabel lain seperti kemampuan kolaborasi.
ANGGI POKKOMBONG
2026 · Thesis · Open Access
Kemampuan spasial merupakan kemampuan penting dalam pembelajaran geometri karena berperan dalam membantu murid memahami, membayangkan, dan memanipulasi objek geometri secara mental. Namun, kemampuan spasial setiap murid berbeda sehingga perlu dieksplorasi untuk memperoleh gambaran yang lebih mendalam mengenai proses berpikir murid dalam menyelesaikan permasalahan geometri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan spasial murid kelas VIII SMPN 11 Tarakan dalam menyelesaikan permasalahan geometri pada materi bangun ruang sisi datar. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes kemampuan spasial, wawancara, dan observasi. Hasil skor tes kemampuan spasial pada murid kelas VIII.2 dianalisis menggunakan kategorisasi berdasarkan kuartil untuk menentukan subjek kategori tinggi, sedang, dan rendah. Hasil analisis menunjukkan bahwa 6 murid (23,08%) berada pada kategori tinggi, 14 murid (53,85%) pada kategori sedang, dan 6 murid (23,08%) pada kategori rendah. Selanjutnya, tiga subjek yang mewakili masing-masing kategori dipilih untuk dilakukan wawancara dan observasi. Hasil wawancara dan observasi dianalisis secara kualitatif mengikuti tahapan analisis data menurut Creswell yang meliputi pengorganisasian data, pengodean, pengembangan tema, penyajian, dan interpretasi data. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murid dengan kategori tinggi dan sedang menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam membangun dan memanipulasi representasi mental dibandingkan murid dengan kategori kemampuan spasial rendah. Kemampuan spasial murid juga tidak hanya ditentukan oleh ketepatan jawaban akhir, tetapi juga dipengaruhi oleh proses berpikir, pengonsepan, serta strategi yang digunakan dalam membangun dan memanipulasi representasi mental selama menyelesaikan permasalahan geometri. Oleh karena itu, pembelajaran perlu memberikan kesempatan untuk melatih visualisasi, representasi visual, pengonsepan geometri, serta penggunaan media konkret guna membantu membangun representasi mental objek geometri.
FITRI ANDRIYANI
2026 · Thesis · Open Access
GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS TANJUNG PALAS ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh lansia dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikelola dengan baik. Salah satu faktor yang berperan dalam keberhasilan pengelolaan hipertensi adalah dukungan sosial yang berasal dari keluarga, teman, maupun orang terdekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan sosial pada lansia dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan sampel sebanyak 70 lansia hipertensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) yang terdiri atas tiga subskala, yaitu keluarga (family), teman (friends), dan significant others. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, nilai rerata, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dukungan sosial responden sebagian besar (51,4%) berada pada kategori sedang. Berdasarkan analisis subskala MSPSS, dukungan keluarga memiliki nilai rata-rata tertinggi (mean=3,1;SD= 0,58). Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas lansia dengan hipertensi di UPTD Puskesmas Tanjung Palas memiliki tingkat dukungan sosial kategori sedang dengan keluarga sebagai sumber dukungan utama. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan program promotif dan preventif yang melibatkan keluarga untuk meningkatkan pengelolaan hipertensi pada lansia. Kata kunci: Dukungan Sosial, Hipertensi, Lansia, Puskesmas
GUSTI ANUGERAH MARDIKA
2026 · Thesis · Open Access
.Pemilihan atlet bola voli untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Kota Tarakan merupakan proses yang memerlukan penilaian terhadap berbagai kriteria dan kemampuan atlet yang beragam. Proses seleksi yang masih dilakukan secara manual dapat membutuhkan waktu dalam pengolahan data dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) seleksi atlet bola voli berbasis website menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan VIKOR. Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot prioritas lima kriteria teknik dasar, yaitu passing bawah, passing atas, smash, service, dan block berdasarkan tingkat kepentingannya pada masing-masing posisi pemain. Selanjutnya, metode VIKOR digunakan untuk menghasilkan perankingan atlet berdasarkan nilai kompromi pada posisi setter, spiker, dan libero. Penilaian setiap teknik dasar dilakukan melalui 10 kali percobaan dengan skor 0 sampai 10 sehingga diperoleh nilai kriteria dalam rentang 0 sampai 100. Sistem dikembangkan menggunakan framework laravel untuk mengelola data atlet, kriteria, penilaian, perhitungan AHP dan VIKOR, serta hasil seleksi. Hasil AHP menunjukkan bobot tertinggi pada posisi setter adalah passing atas sebesar 0.5049, spiker adalah smash sebesar 0.4641, dan libero adalah passing bawah sebesar 0.5028. Hasil VIKOR menunjukkan tiga peringkat teratas pada posisi setter adalah Ga. 0.0000, Wa. 0.0296, dan Yu. 0.0419 spiker adalah Ar. 0.0000, An. 0.0555, dan Ha. 0.0812 serta libero adalah Ad. 0.0000, Za. 0.0442, dan Ra. 0.0523. Berdasarkan aturan klasifikasi, diperoleh 9 atlet kategori Layak dan 21 atlet kategori Tidak Layak. Pengujian black box testing menunjukkan seluruh fitur berjalan sesuai fungsinya, sedangkan pengujian System Usability Scale (SUS) terhadap 20 responden memperoleh skor rata-rata 65.125 dengan kategori marginal. Sistem yang dibangun dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses seleksi atlet secara sistematis dan terstruktur.
ASRIANDI
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan kesehatan mental pada mahasiswa serta perlunya media yang dapat mendukung pelaksanaan skrining awal kesehatan mental. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sistem pendukung keputusan skrining kesehatan mental berbasis Android dengan mengimplementasikan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk membantu menentukan tingkat risiko kondisi mental pengguna. Sistem dikembangkan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Waterfall serta framework Flutter. Instrumen yang digunakan adalah Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) untuk mendeteksi gangguan mental emosional dan Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres yang dirasakan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 responden mahasiswa, sebanyak 13 responden mahasiswa berada pada kategori normal dan 27 responden mahasiswa terindikasi mengalami gangguan mental emosional sehingga dilanjutkan dengan pengukuran PSS-10. Pengujian SRQ-20 terhadap data pembanding WHO menghasilkan accuracy sebesar 95%, precision 93%, recall 100%, dan F1-score 96%. Sementara itu, pengujian PSS-10 terhadap 27 responden mahasiswa secara langsung menghasilkan accuracy sebesar 66,67%, precision 57%, recall 57%, dan F1-score 57%. Pengujian fungsionalitas menunjukkan bahwa seluruh fitur utama sistem dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan. Dengan demikian, meskipun hasil pengujian masih tergolong rendah yang disebabkan adanya persepsi subjektif responden mahasiswa terhadap kondisi stres yang dialami, aplikasi ini cukup mampu membantu proses skrining awal kesehatan mental mahasiswa secara mandiri dan terstruktur. Termasuk penggunaan metode pembobotan lain selain SAW guna untuk peningkatan akuratan aplikasi.
ARYA DAVID BESAM
2026 · Thesis · Open Access
Penilaian dosen di Fakultas Teknik Universitas Borneo Tarakan sebelumnya masih dilakukan menggunakan Google Form dan berfokus pada aspek pengajaran, sehingga belum mengintegrasikan aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu sistem penilaian. Penelitian ini bertujuan merancang sistem penilaian dosen terbaik berbasis web menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Evaluation Based on Distance from Average Solution (EDAS). Sistem dibangun menggunakan framework Laravel dan basis data MySQL. Metode AHP menentukan bobot kriteria, sedangkan EDAS menentukan ranking dosen. Nilai pengajaran diperoleh dari kuesioner mahasiswa, sedangkan nilai penelitian dan pengabdian diperoleh dari data yang telah diverifikasi. Hasil AHP menghasilkan bobot pengajaran sebesar 0,539 (53,9%), penelitian 0,297 (29,7%), dan pengabdian 0,164 (16,4%) dengan consistency ratio (CR) sebesar 0,008, sehingga matriks konsisten. Hasil EDAS menunjukkan alternatif A2 memperoleh appraisal score 1,0000 dan peringkat pertama. Pengujian blackbox terhadap 101 skenario mencapai keberhasilan 100%, sedangkan pengujian perhitungan AHP, pembentukan nilai aspek, dan EDAS memiliki kesesuaian 100% terhadap perhitungan Microsoft Excel. Pengujian kepuasan pengguna terhadap 45 responden memperoleh rata-rata 4,22 dengan kategori Sangat Setuju. Dengan demikian, sistem yang dibangun dapat mendukung proses penilaian dosen terbaik melalui pengelolaan data yang lebih terstruktur, perhitungan yang terukur, dan hasil yang terdokumentasi.
LAODE ALI
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan menentukan lokasi pengembangan sektor pertanian di Indonesia tahun 2025 dengan pendekatan Location Quotient (LQ) dan Marginal Product of Labor (MPL). Pendekatan kuantitatif digunakan dengan memanfaatkan data sekunder PDRB, tenaga kerja, volume produksi pertanian, dan data spasial tahun 2017, 2021, dan 2025. Alat analisis mencakup metode LQ untuk wilayah basis, formula MPL untuk produktivitas tenaga kerja, serta analisis spasial menggunakan QGIS. Hasil penelitian delapan provinsi termasuk basis sektor pertanian yaitu Aceh; Lampung; Jateng; NTT; Kalteng; Kalsel; Sultra; dan Sulbar. Analisis Tahap 2 di tingkat kabupaten/kota tersisa tujuh provinsi yang tereliminasi Sultra, yang lain konsisten basis subsektor tanaman pangan di Kabupaten/kota; Jateng, 25; NTT, 8; dan Kalsel, 10. Untuk subsektor hortikultura di Aceh, 7; dan Jateng, 8. Untuk subsektor perkebunan di Kalteng, 14; Kalsel, 13; dan Sulbar, 6. Untuk subsektor peternakan di Lampung, 10; Jateng, 28; NTT, 18; dan Aceh, 16. Hasil analisis spasial mengungkapkan tiga fenomena relasi ruang, yaitu di Jateng dan NTT terdapat keselarasan wilayah (spatial alignment), di Lampung dan Aceh terdapat keterpaduan sinergis (komplementer), di Kalteng, Kalsel, dan Sulbar terdapat kesenjangan perencanaan (spatial mismatch) akibat benturan kawasan industri non-pertanian. Akhirnya kebijakan spasial pertanian harus diprioritaskan pada wilayah basis dengan produktivitas positif.
MUTIARA ELFIRA SUTRA
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efisiensi relatif produksi, tingkat penyerapan pembiayaan perbankan, produktivitas kapital, dan pola pemetaan sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Indonesia selama periode 2019– 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan alat analisis yaitu, Location Quotient, Marginal Product of Capital, dan pola pemetaan. Deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari BPS dan Bank Indonesia. Hasil penelitian tingkat efisiensi relatif produksi menunjukkan bahwa kawasan Bali dan Nusa Tenggara memiliki nilai tertinggi dengan rata-rata 2,09. Sedangkan, kawasan Maluku dan Papua nilainya terendah sebesar 0,28. Kemudian dari sisi pembiayaan perbankan, tingkat penyerapan tertinggi terdapat di kawasan Maluku dan Papua dengan rata-rata 5,06. Sementara, Kalimantan memiliki tingkat penyerapan terendah sebesar 0,59. Berdasarkan analisis produktivitas kapital, Kalimantan memperoleh nilai MPK tertinggi sebesar 1,88. Sedangkan, kawasan Jawa memiliki nilai MPK terendah sebesar -8,44. Secara nasional, rata-rata MPK tercatat sebesar -1,60 yang mengindikasikan bahwa pembiayaan perbankan yang disalurkan belum mampu meningkatkan output sektor PAMM. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali berada pada kategori unggul dan efektif. Sedangkan, sebagian besar provinsi di luar Jawa masih berada pada kategori potensial dan gagal. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan sektor PAMM tidak hanya ditentukan oleh besarnya pembiayaan yang diberikan, tetapi juga oleh efektivitas pemanfaatannya dalam mendorong peningkatan produksi.
ANANDA HERA YULIAWENNI
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efektivitas kebijakan penagihan dan kepatuhan pelanggan terhadap penurunan penunggakan pembayaran air pada Perumda Air Minum Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi penelitian adalah pelanggan Perumda Air Minum Kota Tarakan yang mengalami penunggakan pembayaran, sedangkan sampel berjumlah 95 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta koefisien determinasi (R²) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan penagihan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penunggakan pembayaran air, yang berarti semakin efektif kebijakan penagihan diterapkan maka tingkat penunggakan pelanggan cenderung menurun. Kepatuhan pelanggan juga terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penunggakan pembayaran, sehingga semakin tinggi tingkat kepatuhan pelanggan dalam memenuhi kewajiban pembayaran rekening air, semakin rendah tingkat penunggakan yang terjadi. Secara simultan, efektivitas kebijakan penagihan dan kepatuhan pelanggan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penunggakan pembayaran air. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,896 mengindikasikan bahwa sebesar 89,6% variasi penunggakan pembayaran air dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen tersebut, sedangkan sisanya sebesar 10,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
PUTRI CYNTHIA RAMADHANI
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh belanja modal, tenaga kerja, dan investasi swasta secara parsial dan simultan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di Provinsi Kalimantan Utara selama periode 2018–2024. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan bantuan program E-Views 13 menggunakan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel belanja modal dan investasi swasta berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sedangkan variabel tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan, variabel belanja modal, tenaga kerja, dan investasi swasta berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan efektivitas alokasi belanja modal, mendorong peningkatan investasi swasta, serta meningkatkan kualitas tenaga kerja guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Kalimantan Utara.
SUMIYANI
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pengaruh perbedaan inflasi, suku bunga, pertumbuhan ekonomi, dan cadangan devisa terhadap volatilitas nilai tukar Rupiah dan Ringgit terhadap Dolar Amerika Serikat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series triwulanan periode 2015–2024. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda, analisis jalur (path analysis), uji Sobel, dan uji beda rata-rata dengan menggunakan Eviews. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada Indonesia, inflasi X1.1 tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,1612 maupun nilai tukar sebesar 0,4740. Suku bunga X2.1 berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa sebesar 0,0006 dan nilai tukar sebesar 0,0000. Pertumbuhan ekonomi X3.1 tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,3736 maupun nilai tukar sebasar 0,8897. Sedangkan cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar sebesar 0,0123. Malaysia, inflasi X1.2 berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,0009, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar sebasar 0,0055. Suku bunga X2.2 berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa sebesar 0,0000 dan terhadap nilai tukar sebesar 0,0054. Pertumbuhan ekonomi X3.2 tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,4172 maupun terhadap nilai tukar sebesar 0,9748. Sedangkan cadangan devisa tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar dengan nilai prob. sebesar 0,7906. Hasil Uji Sobel menunjukkan cadangan devisa tidak memediasi pengaruh ketiga variabel terhadap nilai tukar di kedua negara. Selanjutnya, hasil uji beda menunjukkan inflasi, suku bunga, dan nilai tukar berbeda signifikan. Sedangkan pertumbuhan ekonomi nilai prob. 0,7692 dan cadangan devisa nilai prob. 0,3100 tidak berbeda signifikan. Secara umum, suku bunga merupakan faktor yang paling konsisten memengaruhi cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar di Indonesia maupun Malaysia.
MUHAMMAD SOFYAN
2026 · Thesis · Open Access
Pembangunan ekonomi daerah merupakan proses yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan daerah, serta perluasan kesempatan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh belanja modal, Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan tenaga kerja terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016–2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan program Eviews. Hasil analisis, diperoleh model terbaik yaitu Fixed Effect Model (FEM) dengan persamaan regresi: lnYit = 4,159825 – 0,019365lnX1it + 0,185266lnX2it + 0,402261lnX3it– 0,171885D1 – 0,098997D2 – 0,223726D3 + 0,113108D4 + 0,381500D5 + εit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial belanja modal dengan nilai signifikansi 0,1165 > 0,05 berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap PDRB. PAD dan tenaga kerja memiliki nilai signifikansi 0,0000 0,05 berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memiliki nilai probabilitas F sebesar 0,0000 0,05 berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,99 menunjukkan bahwa sebesar 99% variasi PDRB dapat dijelaskan oleh variabel belanja modal, PAD, dan tenaga kerja, sedangkan sisanya sebesar 1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
ASTRI RAHMADHANI MANGALA
2026 · Thesis · Open Access
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN CORONG BERHITUNG PERKALIAN DAN PEMBAGIAN DI KELAS IV A SDN 037 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran corong berhitung perkalian dan pembagian yang layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas IV A SDN 037 Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan pendekatan Mixed Method yang mengacu pada model ADDIE yang terdiri atas tahap analisis (analyze), desain (design), pengembangan (develop), implementasi (implement), dan evaluasi (evaluate). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV A SDN 037 Tarakan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi, wawancara, angket validasi ahli media, ahli materi, ahli praktisi, serta tes hasil belajar yaitu pretest dan posttest. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 85,45%, ahli materi sebesar 80%, dan ahli praktisi sebesar 92%. Hasil validasi menunjukkan bahwa media layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil uji coba terbatas mendapatkan respon positif serta tidak mengalami kendala atau pun kesulitan saat siswa menggunakan media. Hasil uji coba lapangan mendapatkan nilai N-Gain sebesar 0,55 dengan kategori sedang. Pada uji paired sample t-test mendapatkan t hitung sebesar 6,439 lebih besar daripada t tabel sebesar 2,056 (6,439 > 2,056) dan nilai p-value sebesar 0,000 lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (0,000 0,05), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima dengan hasil wawancara yang menunjukkan bahwa siswa mengerjakan soal berdasarkan pemahaman yang dimiliki. Kata Kunci:Penelitian dan Pengembangan, Media Pembelajaran, Pembelajaran Matematika, Perkalian dan Pembagian Model ADDIE
ARMA CHOIRAH
2026 · Thesis · Open Access
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang menyebabkan tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya akibat kekurangan gizi jangka panjang. Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap stunting adalah sanitasi lingkungan yang buruk, karena dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi berulang yang mengganggu penyerapan zat gizi. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui apakah ada hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting di daerah pesisir. Metode pada penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case-control. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik random sampling dengan rasio kasus dan kontrol 1:1, sehingga total sampel sebanyak 100 responden yang terdiri atas 50 kelompok kasus dan 50 kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p=0,001 (p0,05), yang menandakan adanya hubungan signifikan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting. Balita yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi tidak memenuhi syarat memiliki risiko 87,1 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan balita yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang memenuhi syarat (OR=87,1). Terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting di daerah pesisir. Balita yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang tidak memenuhi syarat memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting dibandingkan balita yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang memenuhi syarat.
IRMAYANTI
2026 · Thesis · Open Access
This study aims to analyze the effects of capital expenditure and expenditure on goods and services on labor absorption in North Kalimantan Province, both partially and simultaneously. A quantitative method was employed using secondary data on capital expenditure, expenditure on goods and services, and labor absorption across the regencies and municipality of North Kalimantan Province during the 2015-2024 period. The data were obtained from Statistics Indonesia (BPS) and the Directorate General of Fiscal Balance of the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia. Panel data regression analysis was conducted using EViews 12, and the model selection procedure identified the Fixed Effects Model (FEM) as the most appropriate estimation model. The results show that, partially, capital expenditure has a negative but statistically insignificant effect on labor absorption. In contrast, expenditure on goods and services has a positive and statistically significant effect on labor absorption across the regencies and municipality of North Kalimantan Province. Simultaneously, capital expenditure and expenditure on goods and services exert a statistically significant effect on labor absorption. These findings reveal that expenditure on goods and services contributes more substantially to labor absorption than capital expenditure. Accordingly, local governments should optimize the allocation of regional expenditures in an effective, efficient, and targeted manner to promote labor opportunities and support sustainable regional economic development
HAIRUNISA FEBRI ANGGRAINI
2026 · Thesis · Open Access
Di tengah meningkatnya permasalahan kesehatan mental pada dewasa muda, perilaku self injury atau menyakiti diri sendiri menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian global. Self injury merupakan tindakan melukai diri sendiri secara sengaja tanpa tujuan mengakhiri hidup yang dilakukan sebagai cara untuk meredakan tekanan emosional yang dirasakan individu. Salah satu intervensi yang dapat membantu individu mengekspresikan emosi secara lebih adaptif adalah teknik expressive writing. Efektivitas teknik expressive writing dalam membantu individu memahami dan mengelola pengalaman emosional yang dialaminya. Sebanyak dua orang klien dengan kecenderungan self injury diberikan Tindakan Keperawatan Ners, kemudian dilanjutkan dengan intervensi inovasi berupa teknik expressive writing yang dilaksanakan selama lima sesi. Kedua klien dilakukan pengukuran menggunakan kuesioner Self Injury dan Difficulties in Emotion Regulation Scale Short Form (DERS-SF) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian asuhan keperawatan, skor self injury pada kedua klien mengalami peningkatan, namun masih berada pada kategori sedang. Skor DERS-SF juga mengalami peningkatan, tetapi tetap berada pada kategori sedang. Setelah diberikan intervensi expressive writing, skor self injury pada kedua klien kembali meningkat sehingga kategori berubah dari sedang menjadi rendah. Sementara itu, skor DERS-SF juga meningkat, namun kategorinya tetap berada pada kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan keperawatan dan expressive writing meningkatkan kemampuan koping dan regulasi emosi, serta menurunkan kecenderungan self injury pada kedua klien. Penerapan Expressive Writing sebagai intervensi inovasi dalam asuhan keperawatan jiwa membantu menurunkan kecenderungan self injury dan mengembangkan mekanisme koping yang lebih adaptif, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai intervensi pendamping pada klien dengan perilaku self injury.