Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.753 item publik

Publikasi

Halaman 23 dari 338

GAMBARAN PENGETAHUAN KADER DALAM PENGELOLAAN POSYANDU SIKLUS HIDUP DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TANJUNG PALAS

INDAH RIYANI
2026 · Thesis · Open Access

Transformasi Layanan Primer melalui Integrasi Layanan Primer (ILP) mengubah Posyandu menjadi Posyandu Siklus Hidup yang melayani seluruh kelompok usia. Keberhasilan implementasi kebijakan ini sangat bergantung pada pengetahuan kader dalam pengelolaan Posyandu sesuai standar. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader masih belum optimal dan penelitian yang menggambarkan pengetahuan kader dalam pengelolaan Posyandu Siklus Hidup masih terbatas. Kader di UPTD Puskesmas Tanjung Palas juga masih beradaptasi dengan sistem pelayanan dan administrasi Posyandu Siklus Hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan kader Posyandu dalam pengelolaan Posyandu siklus hidup di wilayah kerja UPTD. Puskesmas Tanjung Palas berdasarkan standar Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP). Metode pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel riil yang memenuhi kriteria inklusi dan berpartisipasi penuh dalam penelitian ini adalah sebanyak 127 orang dengan total populasi berjumlah 136 orang. Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar kader memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup 71 orang (55,9%) dan kategori kurang 56 orang (44,1%). Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan kader posyandu di UPTD Puskesmas Tanjung Palas masih perlu ditingkatkan Kembali. Perawat dapat melakukan evaluasi dan edukasi Kembali sehingga dapat meningkatkan pengetahuan kader puskesmaas.

Asuhan Keperawatan dan afirmasi positif pada pasien dengan harga diri rendah kronik

NUR FADILA
2026 · Thesis · Open Access

Harga diri rendah kronik merupakan masalah keperawatan yang sering dialami pasien gangguan jiwa, ditandai dengan penilaian negatif terhadap diri, rendahnya kepercayaan diri, dan kecenderungan menarik diri dari lingkungan. Kondisi ini dapat dipicu oleh pengalaman kegagalan, kehilangan peran, serta tekanan sosial ekonomi, terutama pada masyarakat pesisir. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan menganalisis penerapan asuhan keperawatan melalui tindakan keperawatan ners dan terapi afirmasi positif sebagai intervensi inovasi pada pasien dengan harga diri rendah kronik. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua klien Harga diri rendah kronik dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi. Tindakan keperawatan ners diberikan selama tiga hari, kemudian dilanjutkan dengan terapi afirmasi positif sebanyak tiga sesi yang disusun secara individual berdasarkan sumber stresor dan pengalaman hidup masing-masing klien. Tingkat harga diri diukur menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan skor RSES pada kedua klien, yaitu dari kategori rendah menjadi sedang setelah tindakan keperawatan ners dan meningkat menjadi kategori tinggi setelah terapi afirmasi positif. Selain itu, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali potensi diri, kepercayaan diri, interaksi sosial, serta mekanisme koping yang lebih adaptif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penyusunan afirmasi yang disesuaikan dengan pengalaman hidup dan sumber stresor klien mendukung perubahan persepsi diri ke arah yang lebih positif. Terapi afirmasi positif berpotensi menjadi intervensi pendamping dalam praktik keperawatan jiwa berbasis komunitas untuk meningkatkan harga diri dan mendukung pemulihan psikososial pasien dengan harga diri rendah kronik.

GAMBARAN KADAR GLIKEMIK (HbA1c) DAN TRIGLISERIDA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2

ELIA
2026 · Thesis · Open Access

Diabetes melitus tipe 2 masih menjadi salah satu masalah kesehatan global karena sifatnya yang kronis, progresif, dan berpotensi menyebabkan komplikasi multisistem apabila tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu penetapan diagnosis diabetes mellitus didasarkan pada pengukuran kadar gula HbA1c lebih dari 6,5%. Pemeriksaan HbA1c sangat penting karena kadar HbA1c yang tinggi menandakan adanya hiperglikemia kronis yang dapat merusak pembuluh darah besar dan kecil dalam tubuh. Selain HbA1c yang tinggi, pasien dengan DMT2 sering mengalami trigliserida diabetik. Tingginya kadar trigliserida yang tidak ditangani dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius dan progresif.dan dapat menyebabkan aterosklerosis. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi gambaran kadar glikemik (HbA1c) dan trigliserida pada pasien diabetes melitus tipe 2 tahun 2024-2025. Metode pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian itu yaitu total sampling dengan total sampel 47 responden. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa responden Sebagian besar berusia lansia awal yaitu sebanyak 15 orang (31,9%) dengan mayoritas responden perempuan sebanyak 26 orang (55,3%). Kadar glikemik responden sebanyak 47 orang (100%) mengalami diabetes. Sedangkan kadar trigliserida responden mayoritas masih dalam kategori normal yaitu 20 orang (42,6%). Penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki kadar HbA1c yang tinggi, sedangkan sebagian besar pasien masih memiliki kadar trigliserida dalam rentang normal. Perawat diharapkan dapat meningkatkan edukasi kesehatan serta melakukan pemantauan kadar HbA1c dan trigliserida secara berkala pada pasien diabetes melitus tipe 2 sebagai upaya mencegah terjadinya komplikasi.

PENERAPAN FOOT MASSAGE DAN RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN EDEMA FISIOLOGIS EKSTREMITAS BAWAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III

JELSI
2026 · Thesis · Open Access

Latar Belakang: Edema ekstremitas bawah merupakan salah satu keluhan fisiologis yang sering dialami ibu hamil trimester III akibat perubahan sirkulasi dan peningkatan tekanan vena. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa berat, pegal, ketidaknyamanan saat beraktivitas, serta menurunkan kualitas hidup ibu hamil. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu mengurangi edema adalah kombinasi foot massage dan rendam kaki air hangat. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan maternitas melalui kombinasi foot massage dan rendam kaki air hangat terhadap penurunan edema ekstremitas bawah pada ibu hamil trimester III. Metode: Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini menggunakan metode studi kasus pada dua ibu hamil trimester III yang mengalami edema ekstremitas bawah fisiologis di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut berupa foot massage selama 20 menit, dilanjutkan rendam kaki air hangat selama 15–20 menit. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan SOAP dan penilaian derajat edema. Hasil: Setelah pemberian intervensi selama tiga hari, kedua pasien mengalami penurunan derajat edema dari grade 2 menjadi grade 1. Selain itu, pasien melaporkan kaki terasa lebih ringan, pegal berkurang, lebih nyaman saat berjalan, serta lebih rileks. Hasil observasi menunjukkan pembengkakan berkurang tanpa ditemukan gangguan sirkulasi maupun tanda inflamasi. Kesimpulan: Kombinasi foot massage dan rendam kaki air hangat efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan edema ekstremitas bawah pada ibu hamil trimester III dan dapat dijadikan tindakan keperawatan komplementer dalam pelayanan asuhan keperawatan maternitas.

GAMBARAN ADEKUASI DIALISIS PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK STADIUM V DI UNIT HEMODIALISA

ISMAIYAH Y
2026 · Thesis · Open Access

GAMBARAN ADEKUASI DIALISIS PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK STADIUM V DI UNIT HEMODIALISA ABSTRAK Hemodialisa merupakan terapi pengganti ginjal yang paling utama bagi pasien gagal ginjal kronik (GGK) stadium V, kualitas hidup pasien sangat bergantung pada tercapainya adekuasi dialisis yang optimal. Kenyataannya pasien yang mengalami penurunan kondisi meskipun rutin melakukan hemodialisa karena target adekuasi dialisisnya belum tercapai. Salah satu keberhasilan dalam terapi hemodialisa adalah adekuasi yang merupakan kecukupan atau pencapaian dosis dalam proses hemodialisa yang diharapkan menjadi adekuat. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran adekuasi dialisis pada pasien gagal ginjal kronik stadium V yang menjalani hemodialisa. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pendekatan deskriptif. Total sampel terdiri dari 57 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa adekuasi hemodialisa menggunakan indikator Kt/V, sebagian besar responden belum mencapai target adekuasi yang selama 3 bulan pengamatan. Pada bulan November 2025, sebanyak 17 responden (29,8%) tergolong adekuasi, sedangkan 40 responden (70,2%) termasuk tidak adekuasi. Pada bulan Desember 2025 terjadi penurunan jumlah responden yang mencapai adekuasi menjadi 16 orang (28,1%), sementara responden yang tidak adekuasi meningkat menjadi 41 orang (71,9%). Selanjutnya, pada bulan Januari 2026 terjadi peningkatan jumlah responden yang mencapai adekuasi menjadi 20 orang (35,1%), namun kelompok tidak adekuasi masih mendominasi dengan jumlah 37 orang (64,9%). Kesimpulan responden penelitian didominasi oleh pasien usia dewasa, perempuan, berpendidikan SMA/sederajat, dan mayoritas bekerja. Mayoritas pasien telah menjalani hemodialisa 12-24 bulan serta mayoritas memiliki kadar hemoglobin anemia 35 responden (61,4%). Tingkat adekuasi hemodialisa selama periode November 2025 hingga Januari 2026 masih tergolong rendah karena sebagian besar pasien belum mencapai target Kt/V yang direkomendasikan (≥ 1,8), sehingga diperlukan upaya peningkatan kualitas pelayanan hemodialisa dan pemantauan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi hemodialisa. Kata Kunci : Adekuasi, Hemodialisa, Penyakit Gagal Ginjal Kronik

Gambaran Paparan Asap Rokok Pada Pasien Dewasa Dengan ISPA di Wilayah Krayan

RETHA HANI AGUSTIEN
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Paparan asap rokok, baik pada perokok aktif maupun perokok pasif, merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesehatan saluran pernapasan. Oleh karena itu, perlu diketahui gambaran paparan asap rokok pada pasien dewasa dengan ISPA di wilayah Krayan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran paparan asap rokok pada pasien dewasa dengan ISPA di wilayah Krayan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Penelitian dilaksanakan di wilayah Krayan dengan melibatkan 100 pasien dewasa dengan ISPA yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 45– 59 tahun, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan terakhir SMA, berstatus bekerja, dan menikah. Mayoritas responden memiliki kebiasaan merokok aktif (66,0%) dan terpapar asap rokok (82,0%). Durasi paparan asap rokok terbanyak adalah kurang dari 1 jam per hari (35,0%), sedangkan frekuensi paparan terbanyak adalah 5–7 hari per minggu (42,0%). Kesimpulan: Gambaran paparan asap rokok pada pasien dewasa dengan ISPA di wilayah Krayan menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan merokok aktif dan mengalami paparan asap rokok dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini memberikan gambaran bahwa paparan asap rokok masih umum dijumpai pada pasien dewasa dengan ISPA di wilayah Krayan. Kata Kunci: ISPA , Paparan Asap Rokok, Pasien Dewasa

Penerapan Perawatan Kateter Berbasis Bundle Care dalam Pencegahan Infeksi Saluran Kemih pada Pasien Gangguan Sistem Pernapasan yang Menggunakan Kateter Urine

CANTIKA PUTRI SABATINI
2026 · Thesis · Open Access

Gangguan sistem pernapasan seperti tuberkulosis paru dan pneumonia sering menyebabkan intoleransi aktivitas berat sehingga pasien memerlukan pemasangan kateter urine menetap, yang meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK) terkait kateter. Bundle care merupakan salah satu pendekatan berbasis bukti yang efektif untuk mencegah kejadian tersebut, namun penerapannya di lapangan masih belum konsisten. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan menganalisis penerapan perawatan kateter berbasis bundle care dalam upaya pencegahan infeksi saluran kemih pada pasien gangguan sistem pernapasan yang menggunakan kateter urine. Penulisan menggunakan asuhan keperawatan pada dua pasien, yaitu Ny. M dengan pneumonia disertai diabetes melitus tipe 2 dan Tn. L dengan tuberkulosis paru, yang sama-sama terpasang kateter urine menetap. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan SDKI, SIKI, dan SLKI, dengan penerapan intervensi inovasi Bundle Care selama 5×24 jam. Hasil pengkajian menemukan kedua pasien berisiko mengalami ISK akibat pemasangan kateter urine. Setelah penerapan bundle care secara konsisten, kedua pasien tidak menunjukkan tanda dan gejala infeksi saluran kemih, dengan hasil laboratorium leukosit urine normal, nitrit dan leukosit esterase negatif, serta bakteri negatif. Penerapan perawatan kateter berbasis bundle care terbukti efektif mencegah perkembangan status risiko menjadi infeksi saluran kemih aktual pada pasien gangguan sistem pernapasan yang menggunakan kateter urine.

Pengembangan Media Flashcard Magic Words Berbasis Pendidikan Karakter Sopan Santun Di Kelas V-C SDN Utama 2 Tarakan

NADIA FARRA REICHAN
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya karakter sopan santun peserta didik kelas V-C SDN Utama 2 Tarakan dalam penggunaan kata santun sehari-hari, yang dipengaruhi oleh dampak globalisasi dan penggunaan teknologi yang tidak terkontrol. Metode pembelajaran konvensional dinilai belum mampu membentuk kebiasaan bersikap santun secara optimal, sehingga diperlukan media pembelajaran yang lebih inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan kemenarikan media flashcard magic words berbasis pendidikan karakter sopan santun, serta mengetahui sikap sopan santun peserta didik kelas V-C dalam penggunaan media tersebut pada kegiatan belajar maupun interaksi sehari-hari di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahapan, yaitu Define (pendefinisian), Design (perancangan), Development (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Namun, penelitian ini dibatasi hanya sampai pada tahap Development, sedangkan tahap Disseminate tidak dilaksanakan karena keterbatasan waktu, biaya, dan cakupan penelitian sehingga penyebaran media secara lebih luas belum dapat dilakukan. Subjek penelitian adalah 27 peserta didik kelas V-C SDN Utama 2 Tarakan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, lembar validasi ahli, angket kemenarikan siswa, dan lembar observasi pembiasaan sikap sopan santun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media flashcard magic words dinyatakan sangat layak digunakan berdasarkan validasi ahli media (95,38%), validasi ahli bahasa (90%), dan validasi praktisi (96,36%). Tingkat kemenarikan media pada uji coba terbatas mencapai 97,92% dan pada uji coba lapangan sebesar 91,76%, keduanya termasuk kategori sangat menarik. Adapun hasil analisis sikap sopan santun peserta didik setelah menggunakan media memperoleh persentase sebesar 61,42%, yang termasuk dalam kategori cukup baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media flashcard magic words layak, menarik, dan cukup baik digunakan untuk membentuk karakter sopan santun peserta didik kelas V-C SDN Utama 2 Tarakan.

Berpikir Komputasi Siswa Sekolah Dasar Dalam Menyelesaikakan Masalah Matematika

PUPUT NOVARY ROMMY
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa yang belum mampu menyelesaikan masalah matematika secara sistematis, khususnya dalam menyelesaikan soal cerita. Siswa cenderung menuliskan angka tanpa memahami langkah penyelesaian dan belum mampu menguraikan masalah menjadi bagian yang lebih sederhana. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan berpikir komputasi siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi aritmatika sosial. Indikator berpikir komputasi yang dikaji meliputi abstraksi, generalisasi, dekomposisi, algoritma, dan debugging. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif, yang dilaksanakan di kelas V-C SD Negeri Utama 1 Tarakan. Subjek penelitian ini dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu terdiri dari 27 siswa yang mengikuti tes, terpilih tiga siswa dengan skor tertinggi berdasarkan hasil diskusi dengan wali kelas, yang selanjutnya dikodekan sebagai S1, S2, dan S3. Instrument penelitian terdiri atas tes tertulis berbentuk soal cerita aritmatika sosial, pedoman wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan indikator abstraksi dikuasai secara konsisten oleh semua subjek pada setiap soal. Indikator generalisasi belum tampak secara tertulis, namun dua dari tiga subjek mampu menjelaskan secara lisan. Indikator dekomposisi dan algoritma umumnya terpenuhi pada soal pertama dan kedua, tetapi tidak muncul pada soal ketiga akibat tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Indikator debugging hampir tidak terlihat pada semua subjek, baik secara tertulis maupun lisan, karena siswa belum terbiasa memeriksa kembali hasil pekerjaannya.

Perlindungan Hukum Terhadap Lanjut Usia yang terlantar di Kota Tarakan

ELISABET
2026 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP LANJUT USIA YANG TERLANTAR DI KOTA TARAKAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap lanjut usia terlantar di Kota Tarakan berdasarkan ketentuan hukum positif di Indonesia serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya. Perlindungan hukum terhadap lanjut usia merupakan tanggung jawab negara dalam menjamin terpenuhinya hak-hak lanjut usia, khususnya bagi lanjut usia terlantar yang rentan terhadap permasalahan sosial, ekonomi, dan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap lanjut usia terlantar secara normatif telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia yang menjamin hak lanjut usia untuk memperoleh pelayanan kesehatan, bantuan sosial, perlindungan sosial, serta kemudahan dalam penggunaan fasilitas umum. Sebagai implementasinya, Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Sosial telah melaksanakan pendataan lanjut usia terlantar, pemberian bantuan sosial, pendampingan sosial, dan fasilitasi pelayanan kesehatan. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena masih terdapat hak-hak lanjut usia yang belum terpenuhi secara menyeluruh, terutama dalam aspek pemberdayaan, penyediaan fasilitas yang ramah lanjut usia, dan perlindungan sosial yang komprehensif. Belum optimalnya perlindungan hukum dipengaruhi oleh keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, koordinasi antarinstansi, kebijakan daerah, validitas data, kemiskinan, perubahan struktur keluarga, rendahnya partisipasi masyarakat, serta kondisi sosial ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan melalui pembentukan peraturan daerah, peningkatan kapasitas pemerintah daerah, penguatan layanan sosial dan kesehatan yang terintegrasi, serta peningkatan peran keluarga dan masyarakat guna mewujudkan perlindungan hukum yang efektif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi lanjut usia terlantar di Kota Tarakan. Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Lanjut Usia, Kesejahteraan

Analisis pertumbuhan ikan hiu sungai (Glyphis fowlerae) di perairan sesayap kabupaten tana tidung

RIKA ANGGI SULISTIANA
2026 · Thesis · Open Access

Ikan hiu sungai (Glyphis fowlerae) merupakan salah satu spesies elasmobranch yang memiliki nilai ekologis penting dan keberadaannya perlu mendapat perhatian dalam upaya pengelolaan sumber daya perairan. Informasi mengenai pertumbuhan spesies ini masih terbatas, khususnya di Perairan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pertumbuhan ikan hiu sungai (Glyphis fowlerae) menggunakan model pertumbuhan Von Bertalanffy. Pengambilan data dilakukan melalui pengukuran panjang total terhadap 40 ekor sampel yang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan di Perairan Sesayap. Analisis data dilakukan untuk mengestimasi parameter pertumbuhan yang meliputi panjang asimtotik (L∞), koefisien pertumbuhan (K), dan umur teoritis saat panjang ikan sama dengan nol (t₀). Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter pertumbuhan von Bertalanffy yang diperoleh adalah L∞ sebesar 117,48 cm, K sebesar 0,0097, dan t₀ sebesar 1,1274. Nilai L∞ menunjukkan panjang maksimum teoritis yang dapat dicapai oleh ikan hiu sungai, sedangkan nilai K mengindikasikan laju pertumbuhan yang relatif lambat. Hasil penelitian ini memberikan informasi dasar mengenai karakteristik pertumbuhan Glyphis fowlerae di Perairan Sesayap yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan dan konservasi populasi hiu sungai secara berkelanjutan.

ANALISIS REPRODUKSI IKAN HIU SUNGAI (Glyphis fowlerae) DI PERAIRAN SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

NOVIA DWI RAMADHANINGSIH
2026 · Thesis · Open Access

Hiu sungai Glyphis fowlerae merupakan spesies hiu yang sangat langka dan memiliki nilai konservasi tinggi. Informasi mengenai aspek reproduksi spesies ini di Indonesia masih terbatas sehingga diperlukan penelitian untuk mendukung upaya pengelolaan dan konservasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek reproduksi Glyphis fowlerae yang meliputi Tingkat Kematangan Gonad (TKG), Indeks Kematangan Gonad (IKG), dan nisbah kelamin di Perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025 hingga April 2026 menggunakan metode purposive sampling. Sebanyak 40 ekor hiu yang merupakan hasil tangkapan sampingan (bycatch) nelayan rawai dijadikan sampel penelitian. Parameter yang diamati meliputi panjang total, berat tubuh, berat gonad, dan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 15 ekor hiu yang gonadnya dapat diamati secara makroskopis, terdiri atas 12 ekor jantan dan 3 ekor betina, sedangkan 25 ekor lainnya tidak ditemukan gonad. Seluruh sampel yang memiliki gonad berada pada Tingkat Kematangan Gonad I (immature). Nilai Indeks Kematangan Gonad jantan sebesar 0,68 ± 0,35%, sedangkan betina sebesar 0,82 ± 0,26%, yang menunjukkan bahwa gonad masih dalam tahap perkembangan awal dan belum memasuki fase reproduksi aktif. Nisbah kelamin keseluruhan adalah 1:1, yaitu masing-masing 20 ekor jantan dan 20 ekor betina. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa hiu sungai yang tertangkap di Perairan Sungai Sesayap didominasi oleh individu juvenil, sehingga penelitian ini menjadi informasi dasar mengenai aspek reproduksi Glyphis fowlerae di wilayah tersebut.

Diversifikasi Olahan Rumput Laut Eucheuma cottonii: Pembuatan Permen Jelly Fungsional Untuk Pangan Sehat

REZA ARDIANSYAH
2026 · Thesis · Open Access

Rumput laut Eucheuma cottonii merupakan komoditas unggulan Indonesia dengan potensi besar terutama di daerah Kota Tarakan, namun pemanfaatannya masih terbatas pada produk kering atau agar-agar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan gizi permen jelly berbasis rumput laut serta menentukan formulasi terbaik sebagai upaya diversifikasi hasil perikanan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan tiga perlakuan yaitu F1 (rumput laut 30% + gelatin 6%), F2 (rumput laut 40% + gelatin 8%), dan F3 (rumput laut 50% + gelatin 10%). Analisis proksimat dilakukan untuk mengukur kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan variasi kandungan gizi antar perlakuan. Kadar air 56-62%, kadar abu 0-1%, kadar protein 6,46-16,28%, kadar lemak 0,688-1,756%, dan karbohidrat 24,104-32,168%. Formulasi F1 unggul dalam kadar protein tertinggi (16,19%) dan lemak terendah (0,90%), cocok untuk produk tinggi protein rendah lemak. Formulasi F3 unggul dalam kadar karbohidrat tertinggi (30,22%), cocok sebagai sumber energi cepat. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa permen jelly rumput laut Eucheuma cottonii berpotensi sebagai camilan sehat dengan dua formulasi terbaik sesuai tujuan penggunaan. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan uji organoleptik dan menguji metode pengeringan terkontrol untuk meningkatkan kualitas produk.

HUBUNGAN BODY IMAGE DENGAN SELF ESTEEM PADA REMAJA AWAL DI TINGKAT SMP KOTA TARAKAN

RINDU WAMILIA
2026 · Thesis · Open Access

Masa remaja awal merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis yang dapat memengaruhi penilaian individu terhadap dirinya, termasuk body image dan self-esteem. Body image yang negatif dapat berdampak pada rendahnya self-esteem pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dengan self-esteem pada remaja awal di tingkat SMP Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan pendekatan korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri di Kecamatan Tarakan Tengah sebanyak 3.034 siswa. Sampel penelitian berjumlah 353 responden yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak berlapis proporsional. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki body image positif sebanyak 303 responden (85,8%) dan self-esteem tinggi sebanyak 180 responden (51,0%). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan dengan arah positif dan kekuatan hubungan sedang (r=0.495; p0.001) antara body image dan self-esteem pada remaja awal di tingkat SMP Kota Tarakan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik body image yang dimiliki remaja, maka semakin tinggi self-esteem yang dimiliki. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pihak sekolah dalam meningkatkan program pembinaan terkait body image dan self-esteem serta bagi perawat dalam upaya promosi kesehatan mental remaja.

Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Imunisasi Dasar Lengkap di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas

SIDIK PRIHANTO
2026 · Thesis · Open Access

Cakupan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas masih belum mencapai target 90% yang ditetapkan sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan imunisasi dasar lengkap. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan ibu, sikap ibu, pekerjaan ibu, dan dukungan keluarga dengan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 187 ibu yang memiliki anak usia 12–23 bulan, dengan sampel sebanyak 123 responden yang diperoleh menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner serta lembar observasi Buku KIA/KMS dan dianalisis secara univariat serta bivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-Square pada variabel yang memenuhi asumsi, sedangkan variabel yang tidak memenuhi asumsi dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact, dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik 87,8%, sikap positif 94,3%, tidak bekerja 72,4%, memperoleh dukungan keluarga 64,2%, dan sebanyak 108 anak 87,8% telah memperoleh imunisasi dasar lengkap. Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan imunisasi dasar lengkap p = 0,039, sedangkan pengetahuan ibu p = 0,393, pekerjaan ibu p = 0,758, dan dukungan keluarga p = 0,348 tidak berhubungan secara signifikan. Disimpulkan bahwa sikap ibu merupakan faktor yang berhubungan dengan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi secara berkelanjutan agar ibu semakin yakin dan patuh dalam melaksanakan imunisasi sesuai jadwal.

Penerapan Intervensi Kombinasi Relaksasi Benson dan Genggam Jari dalam Menurunkan Intensitas Nyeri pada Pasien Dispepsia diruang Instalasi Gawat Darurat (IGD)

NUR AZIRAH
2026 · Thesis · Open Access

Dispepsia merupakan gangguan pada saluran pencernaan bagian atas yang sering dijumpai di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ditandai dengan nyeri pada daerah epigastrium (ulu hati). Nyeri yang dialami pasien dapat mengganggu kenyamanan sehingga diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis sebagai terapi pendamping selain terapi farmakologis. Kombinasi relaksasi Benson dan genggam jari merupakan intervensi yang memberikan efek relaksasi sehingga membantu menurunkan intensitas nyeri. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan intervensi kombinasi relaksasi Benson dan genggam jari dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien dispepsia di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penulisan ini menggunakan metode studi kasus pada dua pasien dengan diagnosis medis dispepsia yang mengalami masalah keperawatan nyeri akut di ruang IGD. Intervensi diberikan selama ±20 menit dengan pengukuran intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri pada kedua pasien, yaitu pada Nn. A dari skala 5 menjadi 3 dan pada Nn. V dari skala 4 menjadi 2. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi relaksasi Benson dan genggam jari efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu menurunkan intensitas nyeri pada pasien dispepsia di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO UNTUK KETERAMPILAN MENYIMAK SISWA KELAS IVC SDN 004 TARAKAN PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

JUMAISYAH MANSUR
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media audio pada materi teks berita untuk keterampilan menyimak siswa kelas IVC SDN 004 Tarakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta mengetahui tingkat kelayakan dan respon kemenarikan siswa terhadap media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian adalah siswa kelas IVC SDN 004 Tarakan. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi ahli media, lembar validasi ahli bahasa, dan angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio memperoleh persentase kelayakan sebesar 91,4% dari ahli media dan 100% dari ahli bahasa dengan kategori sangat layak. Hasil uji coba terbatas memperoleh persentase respons siswa sebesar 78,33%, sedangkan uji coba lapangan sebesar 78,89%, keduanya berkategori menarik. Berdasarkan hasil tersebut, media audio yang dikembangkan dinyatakan sangat layak digunakan dan memperoleh respon positif dari siswa sebagai alternatif media pembelajaran Bahasa Indonesia untuk mendukung keterampilan menyimak di sekolah dasar.

Hubungan Harapan dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

DESI WULANDARI
2026 · Thesis · Open Access

HUBUNGAN HARAPAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 ABSTRAK Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan sehingga berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Salah satu faktor psikologis yang diduga berhubungan dengan kualitas hidup adalah harapan. Harapan yang baik dapat meningkatkan motivasi pasien dalam menjalani pengobatan, melakukan perawatan diri, serta mempertahankan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara harapan dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 pasien diabetes melitus tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner State Hope Scale (SHS) untuk mengukur harapan dan Diabetes Quality of Life (DQOL) untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara harapan dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan nilai p = 0,014 dan r = 0,267, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi lemah. Berdasarkan temuan ini pasien Diabetes melitus tipe 2 diharapkan dapat terus meningkatkan harapan untuk kualitas hidup yang baik.

Komposisi Hasil Tangkapan Utama dan Ukuran Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp) pada Perikanan Drift Gillnet di Kota Tarakan.

MAYSI LINDA KRISTIANI
2026 · Thesis · Open Access

Kota Tarakan merupakan salah satu sentra perikanan tangkap di Kalimantan Utara yang didukung oleh berbagai jenis alat tangkap. Dalam pengoprasiannya, alat tangkap tidak hanya menangkap ikan target (hasil tangkapan utama), tetapi juga ikan non target (hasil tangkapan sampingan). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan sebagai indikator selektifitas alat tangkap melalui perbandingan antar hasil tangkapan utama dan hasil tangkapan sampingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan dan distribusi ukuran hasil tangkapan utama (main catch) alat tangkap drift gillnet yang didaratkan di Pos Pendaratan Ikan Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu Januari sampai maret 2026, menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap hasil tangkapan nelayan drift gillnet. Analisis dilakukan terhadap komposisi hasil tangkapan berdasarkan berat dan jumlah individu, serta distribusi ukuran panjang total ikan tenggiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan drift gillnet terdiri atas hasil tangkapan utama (HTU) dan hasil tangkapan sampingan (HTS). Berdasarkan berat total. Hasil, tangkapan utama berupa ikan tenggiri mendominasi sebesar 74,11%, sedangkan hasil tangkapan sampingan sebesar 23,73%. Berdasarkan jumlah individu, hasil tangkapan utama juga memiliki proporsi lebih besar sebesar 76,27%, sedangkan memberikan kontribusi terbesar terhadap biomassa tangkapan, sedangkan hasil tangkapan sampingan lebih dominan dari segi jumlah individu. Distribusi panjang total ikan tenggiri berkisar antara 38.0-68,7 cm dengan kelas ukuran dominan pada 38-42 cm dan 45,7-49,4 cm.