Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre anestesi umum
Latar belakang respon paling umum pada pasien pre anestesi adalah cemas secara mental
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
Latar belakang respon paling umum pada pasien pre anestesi adalah cemas secara mental
Penelitian ini bertujuan menjawab dua permasalahan terkait perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan. Pertama pelaksanaan perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan. Kedua hambatan-hambatan dalam pelaksanaan perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan. Skripsi ini menggunakan tipe penelitian empiris. Skripsi ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan peraturan perUndang-Undangan seperti Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia; Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM Pasal 42; Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan Pasal 1 ayat (2) dan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 32 Tahun 2018 tentang perlakuan bagi tahanan dan narapidana lanjut usia Pasal 3. Hasil dari penelitian ini, pertama terdapat perlakuan khusus yang belum terlaksana secara optimal seperti pemberian bantuan akses keadilan, perawatan geriatri/gerontologik, dan perawatan paliatif. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan yang di berikan petugas pemasyarakatannya berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 32 Tahun 2018 belum optimal. Kedua, dalam pelaksanaan perlakuan khusus terhadap narapidana lanjut usia di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Tarakan terdapat hambatan-hambatan dalam memberikan perlakuan khusus ini kepada narapidana lanjut usia di antaranya adalah Kurangnya sosialisasi mengenai pemberian bantuan akses keadilan, keterbatasan anggaran dan kurangnya sumber daya manusianya seperti petugas pemasyarakatannya.
Penelitian ini berjudul Disparitas Putusan Hakim Terkait Kelalaian Berkendara Dalam lalu Lintas Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia, Kecelakaan lalu lintas yang dapat menimbulkan tindak pidana terjadi antara lain disebabkan oleh kelelahan, kelengahan, kekurang hati-hatian, dan kejenuhan yang dialami pengemudi. Peraturan perundang-undangan yang selama ini dibuat tidak memberikan pedoman pemberian pidana kelalaian berkendara mengakibatkan korban meninggal dunia secara tegas yang menjadi dasar bagi hakim sehingga terjadinya disparitas dalam putusan hakim. Skripsi ini menggunakan metode penelitian normatif. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer dan sekunder. Terjadinya disparitas putusan hakim terhadap kasus kelalaian dalam berlalu lintas yang menyebabkan orang lain meninggal dunia karena belum adanya batas minimal yang jelas terhadap pemberian sanksi terhadap tindak pidana yang sejenis. Dalam hal kecelakaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia sebagaimana dimaksud pada Undang-undang Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan. Terjadinya disparitas oleh hakim, dalam putusan pengadilan Nomor 5/Pid.Sus/2018/PN Klb dan 382/Pid.B/2020/PN Spg. dengan terpenuhinya unsur dalam pasal Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kedua kasus tersebut dalam putusan Pengadilan tersebut terjadi perbedaan yang sangat jauh dalam putusan nomor 5/Pid.Sus/2018/PN Klb, Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 7 (tujuh) bulan sedangkan putusan Nomor 382/Pid.B/2020/PN Spg. Terdakwa hanya di vonis 1 (satu) Bulan dan 25 (dua puluh lima) hari.
Penelitian ini bermaksud untuk menjawab dua pertanyaan terkait dengan pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan di Kota Tarakan. Pertama bagaimana pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan di Kota Tarakan ? kedua bagaimana kewenangan dan kewajiban Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tarakan dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan di Kota Tarakan ? Skripsi ini merupakan penelitian empiris dengan menggunakan objek kajian mengenai pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan ketentuan hukum, yakni peraturan perundang-undangan tentang hak penyandang disabilitas. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data priemer yaitu data yang didapatkan melalui wawancara, angket/daftar pertanyaan, observasi dan pengamatan di lapangan. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal,artikel, data-data dari internet. Hasil dari penelitian ini, Penulis menyimpulkan bahwa Penyandang disabilitas di Kota Tarakan terdapat kekurangan seperti tenaga pengajar yang terlatih, kurangnya sarana prasarana yang memadai, dan kurangnya aksesibilitas. Pemerintah perlu meningkatkan perhatian dan upaya mereka dalam memenuhi hak-hak pendidikan penyandang disabilitas. Pemenuhan hak-hak pendidikan bagi penyandang disabilitas diharapkan dapat meningkatkan kesetaraan dan memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi. Kesimpulan dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa penerapan undang-undang tentang penyandang disabilitas dalam bidang pendidikan di Kota Tarakan Kalimantan Utara masih belum maksimal dalam penerepan dan juga pemenuhannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pada materi virus dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masa Pandemi COVID-19 pada mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan angkatan 2019 dan 2020. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan Korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menyatakan terdapat hubungan yang positif dan memiliki kategori berkorelasi lemah antara pengetahuan materi virus dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di masa pandemi COVID-19 pada mahasiswa pendidikan biologi Universitas Borneo Tarakan, hal ini dapat dilihat dari hasil uji korelasi pearson diperoleh rhitung sebesar 0,300 pada taraf signifikansi 0,05 dan df = 101 diperoleh nilai rtabel sebesar 0,193 yang berarti rhitung ≥ rtabel. Sehingga berdasarkan hasil analisis data terdapat hubungan yang positif dan memiliki kategori berkorelasi lemah antara pengetahuan materi virus dengan PHBS di masa pandemi COVID-19 pada mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan.
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Kooperatif tipe Student Teams Achivement Divisions (STAD) terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Tarakan. penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2022/2023 di smp negeri 7 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment (eksperimen semu) Pemilihan desain ini bertujuan untuk mengetahui dampak/pengaruh yang dihasilkan setelah adanya pemberian perlakuan didalam kelas. Desain quasi eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pretest-Postest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Tarakan. Pengambilan sampel dengan menggunakan Teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII-2 sebagai kelas eksperimen dan VIII-4 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar. Analisis deskriptif meliputi rata-rata hitung dan simpangan baku. Analisis inferensial menggunakan uji independent sample t test (Uji t). berdasarkan hasil analisis data akhir postes diperoleh nilai t hitung 4,266 dengan t tabel sebesar 1,998 karena t hitung ≥ t tabel dengan nilai signifikansi 5% sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Kooperatif tipe STAD berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Usaha penangkapan di bidang perikanan banyak dilakukan oleh masyarakat pesisir Kabupaten Nunukan. Salah satu target tangkapannya adalah Kepiting bakau (Scylla spp.) yang merupakan komoditas ekspor yang bernilai ekonomis tinggi. Namun fluktuasi hasil tangkapan belum banyak diketahui, sehingga perlu dilakukan suatu penelitian mengenai hal tersebut. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui fluktuasi hasil tangkapan kepiting bakau berdasarkan periode bulan, yaitu bulan baru dan bulan purnama. Lokasi penelitian ditentukan di perairan pulau Ahus Kabupaten Nunukan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus, September dan Oktober. Alat tangkap yang digunakan adalah bubu tancap dengan bahan dasar jaring dengan bingkai kawat besi. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil tangkapan total kepiting bakau antara periode bulan baru dan bulan purnama berturut-turut adalah 776 ekor dan 1.036 ekor. Hasil ini berbeda nyata dengan nilai signifikansi 0,006, sehingga dapat disimpulkan bahwa periode bulan berpengaruh nyata tehadap hasil tangkapan kepiting bakau.
.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasaan pelanggan gas bumi berdasarkan reliabilitas, daya tanggap, empati, dan bukti fisik dengan menggunakan metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif dan dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa angka. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kelurahan Karang Harapan Kecamatan Tarakan Barat. Objek penelitian ini ada pelanggan PT. Perusahan Gas Negara, Tbk wilayah Tarakan. Data penelitian ini dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada 96 responden dari jumlah pengguna gas alam sebanyak 2.661 pengguna yang aktif. Hasil penelitian menunjukan, pengaruh reliabilitas terhadap kepuasaan pelanggan diperoleh nilai t-hitung sebesar (2,507) > t-tabel (1,661) dan nilai Sig (0,014) (0,05), yang artinya reliabilitas berpengaruh terhadap kepuasaan pelanggan secara parsial. Pengaruh daya tanggap terhadap kepuasaan pelanggan diperoleh nilai t-hitung sebesar (2,445) > t-tabel (1,661) dan nilai Sig (0,016) (0,05). Yang artinya daya tanggap berpengaruh terhadap kepuasaan pelanggan secara parsial. Pengaruh empati terhadap kepuasaan pelanggan diperoleh nilai t-hitung sebesar (13,606) > t-tabel (1,661) dan nilai Sig (0,001) (0,05), yang artinya empati berpengaruh terhadap kepuasaan pelanggan secara parsial. Pengaruh bukti fisik terhadap kepuasaan pelanggan diperoleh nilai t-hitung sebesar (2,488) > t-tabel (1,661) dan nilai Sig (0,015) (0,05), yang artinya bukti fisik berpengaruh terhadap kepuasaan pelanggan secara parsial. Secara simultan menunjukan keseluruhan variabel independen yang terdiri dari reliabilitas, daya tanggap, empati dan bukti fisik secara simultan mempengaruhi kepuasaan pelanggan. Berdasarkan nilai R-Square sebesar 0,724, menunjukan variabel reliabilitas, daya tanggap, empati dan bukti fisik mempengaruhi kepuasaan pelanggan sebesar 72,4% sedangkan sisanya 27,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model regresi. Hal ini dapat dibuktikan melalui hasil kuesioner responden merasa puas dengan perhitungan Regresi Linear Berganda dengan SPSS versi 29.
Salah satu subsektor pertanian yang berpotensi untuk dikembangkan dalam kerangka agribisnis adalah hortikultura. Komoditas hortikultura khususnya sayuran dan buah-buahan merupakan komoditas unggulan saat ini, namun harus memiliki kondisi lahan dan iklim yang sesuai, serta didukung oleh potensi sumber daya dan peluang pasar dalam dan luar negeri. Sayuran merupakan komoditi yang berprospek cerah, karena dibutuhkan sehari-hari dan permintaannya cenderung terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usahatani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur ditinjau dari dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial, dimensi teknologi, dan dimensi kelembagaan serta mengetahui atribut apa saja yang sensitive mempengaruhi keberlanjutan usahatani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik Kuota Sampling dengan menggunakan kriteria tertentu, dengan jumlah responden 100 petani. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tarakan Timur. Analisis data yang digunakan adalah analisis MDS-RAPS (Multidimensional Scaling-Rapid Appraisal for Sustainability). Hasil analisis keberlanjutan multidimensi indeks keberlanjutan usahatani di Kecamatan Tarakan Timur sebesar 56,45 termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Sedangkan hasil analisis indeks keberlanjutan untuk ke lima dimensi masing-masing adalah dimensi ekologi 50,64 (cukup berkelanjutan), dimensi ekonomi 61,63 (cukup berkelanjutan), dimensi sosial 64,98 (cukup berkelanjutan), dimensi teknologi 49,55 (kurang berkelanjutan), dimensi kelembagaan 55,44 (cukup berkelanjutan). Hasil analisis Leverage terdapat 12 atribut yang sensitive dari keseluruhan setiap dimensi.
PENGARUH EDUKASI MOBILISASI DINI DENGAN METODE DEMONSTRASI TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN MOBILISASI DINI PADA PASIEN POST OPERASI APENDEKTOMI Abstrak Pada umumnya, pasien post operasi apendektomi lebih cenderung berbaring di tempat tidur karena pasien masih mempunyai rasa takut untuk bergerak. Kurangnya pemahaman pasien mengenai mobilisasi dini juga menyebabkan pasien enggan untuk melakukan pergerakan post operasi. Faktor yang menghambat pasien untuk melakukan mobilisasi dini disebabkan oleh kekhawatiran kalau tubuh digerakkan pada posisi tertentu setelah operasi akan mempengaruhi luka operasi yang belum sembuh dan robekan di tempat luka. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi bagaimana pengaruh edukasi mobilisasi dini dengan metode demonstrasi terhadap tingkat kemandirian mobilisasi dini pada pasien post operasi apendektomi. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-exsperimen dengan desain One group pretest-posttest design. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling (Judgmental Sampling) dengan jumlah sampel 32 pasien post operasi apendektomi yang di rawat di RSUD dr. H. Jusuf SK. Hasil uji statistic menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test nilai p value 0,001 nilai tersebut lebih kecil dari α 0,05 dengan demikian Hipotesis alternatif (Ha) diterima Ho ditolak artinya terdapat pengaruh signifikan antara tingkat kemandirian mobilisasi dini pada pasien post operasi apendektomi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi edukasi mobilisasi dini dengan metode demonstrasi. Kata kunci : Metode demonstrasi, mobilisasi dini, post apendektomi, tingkat kemandirian
Ruang PICU adalah salah satu ruangan yang penuh stres bagi pasien dan keluarga yang dirawat yang dapat menimbulkan stressor situasional secara terus menerus, sehingga dapat menimbulkan kondisi kelelahan atau diistilahkan dengan burnout. Tujuan penelitian ini untuk menguraikan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout di ruang PICU RSUD dr. H. Jusuf SK. Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi adalah seluruh keluarga pasien di ruang PICU RSUD dr. H. Jusuf Sk pada bulan April tahun 2023. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 responden dengan menggunakan purposive sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan hubungan yang bermakna (p0,05) antara faktor lingkungan dengan kejadian burnout. Tidak terdapat hubungan yang bermakna (p>0,05) antara hubungan keluarga, tingkat keparahan pasien, pengalaman PICU sebelumnya dan pembatasan jam berkunjung dengan kejadian burnout. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu burnout yang dialami oleh keluarga pasien juga disebabkan oleh adanya suara bising alarm dan kondisi ruang tunggu yang kurang nyaman.
Pneumonia pada balita masih menjadi masalah kesehatan yang utama di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka morbiditas dan mortalitas pneumonia balita. Salah satu upaya untuk menurunkan kasus pneumonia yaitu dengan cara mengetahui faktor-faktor risiko yang mengakibatkan terjadinya pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Sebengkok. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah balita yang didiagnosis pneumonia dan tidak pneumonia dari bulan Mei-Juni 2023 di Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Sebengkok sebanyak 101 responden dan didapatkan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi square diperoleh ada hubungan antara status merokok anggota keluarga dengan kejadian pneumonia (p-value : 0,001) dan tidak ada hubungan antara status gizi (p-value : 0,534), riwayat ASI ekslusif (p-value : 0,210)dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Sebengkok. Kesimpulan penelitian ini diharapkan masyarakat dapat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat yaitu dengan cara memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat tentang upaya pencegahan pneumonia terutama dalam hal paparan asap rokok.
Kehamilan adalah kejadian yang normal terjadi didalam siklus kehidupan seorang wanita, sehingga penting sekali bagi seorang bidan untuk mendampingi wanita hamil agar setiap wanita hamil dapat menjalani fitrahnya dengan baik. Pengetahuan ketidaknyamanan kehamilan pada ibu hamil primigravida trimester I mempunyai peranan penting dengan persiapan ibu hamil hingga menghadapi persalinanan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran ibu hamil primigravida tentang ketidaknyamanan kehamilan trimester I di Puskesmas Karang Rejo. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil primigravida trimester I di wilayah Puskesmas Karang Rejo. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Accidental Sampling sebanyak 135 responden, dengan pengumpulan data menggunakan kuisoner. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil primigravida Puskesmas Karang Rejo menunjukan ibu yang berusia 20 tahun memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 28,57% dan responden yang berusia 20-35 tahun memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 30,47%. Tingkat pengetahuan ibu hamil berdasarkan pendidikan menunjukan pada kategori pendidikan dasar tingkat pengetahuan ibu dalam kategori baik sebanyak 30,33% dan 30,77% ibu dengan pengetahuan bai pada pendidikan tinggi. Responden terbanyak pada usia 20-35 tahun dan yang memiliki pendidikan tinggi. Pregnancy is a normal event that occurs in a woman's life cycle, so it is very important for a midwife to accompany pregnant women so that every pregnant woman can live her fitrah properly. Knowledge of the discomforts of pregnancy in primigravida women has an important role in preparing pregnant women for childbirth. The purpose of this study was to find out the description of primigravida pregnant women regarding the discomforts of pregnancy at the Karang Rejo Health Center. The research design used in this study is a descriptive study. The population in this study were primigravida pregnant women in the Karang Rejo Health Center area. In this study the sampling technique in this study used accidental sampling of 135 respondents, with data collection using a questionnaire. Based on the results of the study it can be concluded that the level of knowledge of primigravida pregnant women at the Karang Rejo Health Center shows that mothers aged 20 have a knowledge level of 60% in the sufficient category, mothers aged 30-35 years as much as 45% in the good category. While the level of knowledge of pregnant women based on education shows that the level of knowledge is good at the education level of SD 20%, SMP 35%, SMA 45%, D3 90% and S1 70%. Most respondents aged 20-30 years, aged 20 years had a good knowledge category and the level of knowledge based on education showed that the higher the education, the higher the level of knowledge.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media membaca permulaan berupa multimedia interaktif dengan metode eja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan penelitian yaitu, Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Kriteria kelayakan ditinjau dari ahli materi, ahli media dan ahli bahasa, serta keefektifan media ditinjau dari hasil penilaian membaca permulaan siswa. Hasil validasi kelayakan yang diperoleh dari ahli media dengan persentase sebesar 90%, ahli materi 86%, dan ahli bahasa 92%. Berdasarkan hasil tersebut media membaca permulaan dengan metode eja berbasis multimedia interaktif termasuk kedalam kategori sangat layak. Sedangkan keefektifan media yang ditinjau dari hasil penilaian membaca permulaan siswa memperoleh nilai rata-rata 75,4 dengan persentase ketuntasan 92,8% yang termasuk kedalam kategori sangat efektif. Berdasarkan hasil validasi kelayakan dan keefektifan media dapat disimpulkan bahwa media membaca permulaan dengan metode eja berbasis multimedia interaktif untuk kelas I dapat diimplementasikan untuk proses pembelajaran membaca permulaan kepada siswa terutama kelas I dengan bimbingan guru ataupun mandiri.
The purpose of this study was to identify the content features, media aspects, and plot of mathematics instruction films in Ninth Graders of Junior High School based on the most views on YouTube platforms. This study was descriptive qualitative. The subject was a video learning of junior high school mathematics class IX Transformation material. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique so that 50 learning videos were obtained. Data analysis technique using average calculation. Several conclusions can be derived from this study based on the data acquired, the findings of the research, and the discussion that occurred to take place, including 1.) Material and media ascpects of mathematics learning videos based on the most viewers on 50 mathematics learning videos obtained research data on several indicators including material relevance with an average value 0f 3.05 and material quality indicators with an average value of 3.18. As for the indicators of the visual aspect of the media with an average value of 3.18; audio media aspects with an average value of 2.98; typography aspects with an average value of 3.24; language aspect with an average value of 3.27; and programming aspects with an average value of 3.24. 2) The flow of mathematics learning videos based on the highest number of viewers on 50 mathematics learning videos obtained an average of several indicators, namely the introduction indicator with an average value of 0.56; the core indicator with ane average value of 0.80; and the closing indicator with an average value of 0.39.
EFEKTIVITAS RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) SEBAGAI BIOFILTER ALAMI AIR HATCHERY TERHADAP PENGOLAHAAN KUALITAS AIR Abstrak Limbah industri dan pertanian yang dibuang ke lingkungan perairan merupakan masalah yang sering muncul pada pencemaran lingkungan budidaya. Sehingga kualitas air berpengaruh pada pertumbuhan dan keberlangsungan hidup pada aktivitas budidaya. Tujuan penelitian yaitu memanfaatkan rumput laut jenis K. alvarezii sebagai biofilterasi sehingga mampu memperbaiki kualitas air pada budidaya perairan. Penelitian ini menggunakan rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii sebagai bioflter dengan berat P1 100, P2 200, dan P3 300 gram. Parameter kualitas air seperti pH, suhu, DO, nitrat, nitrit, dan amoniak yang ada pada masing-masing perlakuan telah diamati dan dibandingkan. Analisis data menggunakan Analisis Varian (ANOVA) bersama dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian kualitas air selama 4 hari mengunakan rumput laut sebagai biofilter pada pengamatan parameter suhu pada tiap perlakuan menunjukkan nilai yang cenderung meningkat. P3 memiliki suhu tertingi 27,8 oC sedangkan P0 memiliki suhu terendah 26,2 oC. Nilai pH selama penelitian berkisar 8. Nilai pH cukup mendukung dalam usaha budidaya. Bahwa nilai pH yang baik bagi pertumbuhan berkisar 6–9 pada perairan. Kisaran DO pada penelitan diperoleh antara 4,48 – 4,76 mg/l. Adapun kandungan nitrat (NO3) tertinggi dihasilkan oleh P0 yaitu (0,16) dan kandungan nitrat terendah dihasilkan oleh perlakuan P1 (0,12) P2 (0,14) P3 (0,15). Hasil pengujian nitrit yang telah didapatkan pada perlakuan P0 (0,015) P1 (0,09) P2 (0,019) dan P3 (0,021). pengamatan nilai amoniak yang didapatkan dalam pengujian yaitu pada perlakuan P0 (1,02) P1 (0,73) P2 (1,28) dan P3 (1,32) mg/l. berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa penelitian mengenai penggunaan rumput laut sebagai biofilter (K. alvarezii) pada penelitian mampu untuk meminimalisir kualitas air dalam budidaya.
Permasalahan penelitian ini terkait dengan kemampuan pemahaman konsep pada peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita. Kemampuan pemahaman konsep sangat penting dalam pembelajaran matematika, karena melalui pemahaman konsep pembelajaran akan lebih mudah dipahami. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman konsep pada penyelesaian soal sistem persamaan linear dua variabel pada siswa kelas VIII-2 dalam konteks literasi matematika. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah tiga peserta didik kelas VIII-2 menggunakan teknik purposive sampling kategori pemahaman konsep dengan satu peserta didik berkemampuan tinggi, satu peserta didik berkemampuan sedang, dan satu peserta didik berkemampuan rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis dokumen dan wawancara. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Keabsahan data penelitian menggunakan teknik triagulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep sistem persamaan linear dua variabel peserta didik pada kategori tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan soal literasi matematika masih rendah. Rendahnya kemampuan pemahaman konsep tersebut didasarkan pada kesalahan yang dilakukan masing-masing subjek. Ada tiga indikator kemampuan pemahaman konsep matematis diantaranya: menyatakan ulang sebuah konsep, menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, dan mengaplikasikan konsep ke pemecahan masalah diantaranya subjek belum mampu membaca dan memahami perintah yang dituliskan pada soal literasi matematika, subjek juga belum tepat dalam menuliskan informasi tentang soal literasi matematika meliputi apa yang diketahui dan yang ditanyakan, subjek juga kurang tepat dalam asumsi memisalkan variabel pertama dan kedua, serta subjek juga kurang tepat dalam penggunaan metode penyelesaian soal literasi matematika.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa media audio visual dengan kriteria kevalidan di tinjau dari ahli materi dan ahli media, ketertarikan ditinjau dari angket respon siswa yang dikumpulkan. Jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan Borg and Gall dalam (Sugiyono, 2015), dari sepuluh tahapan hanya menggunakan enam tahapan yaitu, Potensi Masalah, Pengumpulan Data, Desain Produk, Validasi Desain, Revisi Desain Dan Uji Coba Produk Terbatas. Penilaian kevalidan media pembelajaran audio visual terdiri dari ahli materi dan ahli media. Hasil yang diperoleh dari validasi materi sebesar 72,5%, ahli media 85,71%, serta uji coba produk terbatas 84,5%. Hasil validasi ahli materi dan ahli media menunjukkan media pembelajaran audio visual valid digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil angket respon siswa pada uji coba produk terbatas menunjukkan bahwa tingkat ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran audio visual berada pada menarik. Kriteria media pembelajaran audio visual dikatakan valid, layak dan menarik apabila media pembelajaran audio visual telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan pada penelitian ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat berpikir kreatif siswa kelas XI MIA SMA Hang Tuah Tarakan dalam pemecahan masalah matematika tipe Multiple Solution Task (MST). Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 92 siswa dengan pengambilan sampel menggunakan Probability sampling dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan instrument tes pada siswa. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa siswa kelas XI MIA SMA Hang Tuah Tarakan pada tingkat berpikir kreatif matematis tergolong pada kategori sedang karena hasil penyelesaiaan pemecahan masalah pada soal matriks menggunakan multiple solution task lebih dominan berada pada kategori sedang dengan jumlah 83 siswa 90,22%. Sedangkan pada Aspek kefasihan (fluency) pada tingkat berpikir kreatif matematis siswa tergolong sangat tinggi dengan rata-rata skor sebesar 98,64%, aspek fleksibilitas (flexibility) tergolong sangat rendah dengan rata-rata skor sebesar 51,36% , dan aspek kebaruan (novelty) tergolong sangat rendah dengan rata-rata skor sebesar 47,83%.