MUHAMMAD YUSUF
· Thesis · Open Access
Teknik introduksi merupakan pendekatan yang digunakan dalam pemanfaatan agens hayati, misalnya semut predator O. smaragdina. Pemanfaatan agens hayati tersebut dilakukan dengan cara memindahkan sarang semut dari satu pohon ke pohon lainnya. Namun, pengaruh faktor sumber atau asal koloni terhadap perilaku dan tingkat predasi merupakan informasi penting untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan: (1) mengukur dan menilai perbedaan perilaku semut predator terhadap hama rayap, dan (2) membandingkan kemampuan predasi antar koloni semut predator berdasarkan tingkat kematian pada hama rayap. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan satu faktor perlakuan yakni asal koloni semut O. smaragdina. Perlakuan terdiri dari asal koloni tanaman akasia, mangga, ketapang dan nangka. Perlakuan diulang sebanyak 6 kali ulangan atau terdapat 24 unit percobaan di laboratorium dan semi lapang. Analisis data menggunakan Anova dan DMRT untuk data yang berdistribusi normal yakni aktivitas pencarian pakan. Sedangkan, data yang tidak berdistribusi normal menggunakan analisis varians non-parametrik uji Kruskal-Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perilaku semut predator O. smaragdina cenderung memiliki perbedaan berdasarkan asal koloni terhadap aktivitas pencarian, kontak, dan eksplorasi hama rayap. Selain itu, faktor kondisi lingkungan dan keberadaan mangsa lainnya juga mempengaruhi perilaku tersebut; (2) Semut predator O. smaragdina memiliki kemampuan dalam memangsa hama rayap yakni sebesar 26.7% hingga 61.7% pada fase pembibitan tanaman akasia. Selain itu, asal koloni semut predator tidak berpengaruh terhadap tingkat kematian mangsa rayap atau tidak terdapat perbedaan kemampuan predasi antar koloni.
JADWA MAHIR ADITYASUKMA
· Thesis · Open Access
Tepung testis sapi memiliki kandungan hormon testosteron alami dimana kandungan hormon ini berperan pada proses differensiasi kelamin jantan. Melastoma malabathricum L.atau tumbuhan karamunting memiliki senyawa bioaktif yang mampu meningkatkan kadar testosteron pada tikus jantan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji penggunaan tepung testis sapi dan ekstrak daun karamunting sebagai sumber hormon alternatif pada proses maskulinisasi pada ikan nila. Penelitian ini menggunakan ikan nila yang berumur 5-10 hari, dipelihara di aquarium berukuran 80cm x 40cm x 60cm dengan padat tebar 1 ekor/L. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu kontrol (pakan komersil), P1 70% : 30% (tepung testis sapi dan pakan komersil) + 1.5% ekstrak daun karamunting, (P2) 50% : 50% (tepung testis sapi dan pakan komersil) 1.5% ekstrak daun karamunting, (P3) 30% : 70% (tepung testis sapi dan pakan komersil) 1.5% ekstrak daun karamunting. Hasil penelitian menunjukkan persentase jantan dan pertumbuhan berat mutlak menunjukkan nilai yang berbeda nyata, sedangkan Survival Rate menunjukkan nilai tidak berbeda nyata antar perlakuan. Data pengukuran kualitas air, berada pada kisaran yang optimal bagi pemeliharaan benih ikan nila yaitu suhu 27- 28oC, nilai pH 7,0, kadar amoniak (NH3) 0.25 mg/L, dengan nilai DO 8.0 mg/L. Pemberian tepung testis sapi dan ekstrak daun karamunting terhadap proses maskulinisasi ikan nila dapat dijadikan sebagai sumber hormon alternatif selain hormon testosteron sintetik dalam kegiatan produksi benih ikan nila tunggal kelamin menjadi jantan.
ULFASARI
· Thesis · Open Access
ADITYA PRATAMA
· Thesis · Open Access
PURWARUPA SISTEM PEMANTAUAN POTENSI
KEBAKARAN GAMBUT DENGAN MULTI SENSOR
Nama Mahasiswa : Aditya Pratama
NPM : 15.301020.007
Dosen Pembimbing : Mulyadi, S.T., M.T.
ABSTRAK
Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu peristiwa yang sangat merugikan masyarakat. Hampir setiap tahun, provinsi Kalimantan Utara mengalami bencana kebakaran lahan. Tidak hanya di Indonesia, asap kebakaran hutan dapat mencemari udara di negara tetangga. Kebakaran lahan dapat mengancam keselamatan jiwa serta potensi kerugian material dalam jumlah besar. Curah hujan yang rendah, tanah dan tanaman yang mengering serta suhu yang tinggi dapat mengakibatkan munculnya titik api yang berakibat kebakaran lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mewujudkan sebuah purwarupa yang dapat digunakan untuk memantau kebakaran gambut melalui aplikasi Blynk. Dengan adanya purwarupa ini diharapkan dapat membantu pengguna dalam memantau dan potensi kebakaran maupun menangani kebakaran apabila telah terjadi.
Sistem yang dibangun memungkinkan purwarupa untuk mengukur dan menampilkan hasil pengukuran pada aplikasi Blynk serta memberikan notifikasi apabila nilai hasil pengukuran suhu, kelembaban tanah, keberadaan api dan kadar gas CO2 memenuhi kriteria tingkat kondisi yang telah ditentukan.
Berdasarkan hasil pengujian purwarupa yaitu sebanyak 10 kali pengambilan data. Terdapat dua kondisi yang terdeteksi sistem dan ditampilkan pada LCD dan notifikasi aplikasi Blynk yaitu pada kondisi berpotensi kebakaran dengan nilai masing – masing sensor yaitu suhu 36°C, kelembaban tanah 19,0 %, kadar gas CO2 330 ppm, dan tidak terdeteksi adanya api. Dan untuk kodisi asap terdeteksi dengan nilai masing – masing sensor yaitu suhu 35,1°C, kelembaban tanah 17,8 %, kadar gas CO2 698 ppm, dan tidak terdeteksi adanya api. Selama pengujian purwarupa, aplikasi Blynk berhasil menampilkan hasil pengukuran purwarupa dan notifikasi kondisi lahan disekitar purwarupa. Dalam mendeteksi potensi kebakaran, sistem berhasil mendeteksi semua parameter yang ditargetkan.
ANI KURNIAWATI
· Thesis · Open Access
PENERAPAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION UNTUK IDENTIFIKASI PENYAKIT ICE – ICE PADA Citra RUMPUT LAUT DI TARAKAN
Nama Mahasiswa : Ani Kurniawati
NPM : 16.403020.014
Dosen Pembimbing : Dedy Harto,S.T., M.T
ABSTRAK
Pada penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu sistem komputasi pengidentifikasi penyakit ice-ice dengan metode Jaringan Saraf Tiruan (JST) backpropagation, sehingga dengan adanya sistem ini dapat mempermudah dan mempercepat keputusan dalam mengidentifikasi penyakit ice-ice pada rumput laut. Penggunaan metode backpropagation dapat menghasilkan suatu keputusan yang akurat di karenakan dapat menyelesaikan permasalahan yang rumit dengan cara ketika keluaran menghasilkan yang salah, maka penimbang (weight) di koreksi supaya galatnya dapat diperkecil dan tanggapan JST dapat menghasilkan keluaran yang mendekati nilai yang benar. Backpropagation juga berkemampuan untuk memperbaiki penimbang pada lapis tersembunyi (hidden layer). Pengambilan sampel citra pada peneltian ini menggunaka kamera HP dengan resolusi 4160×2080 piksel kemudian data yang berupa citra tersebut akan dilakukan pengolahan citra seperti cropping citra 40×35 piksel, mengubah citra RGB menjadi citra grayscale dan histogram citra grayscale , threshold dan histogram thresholdd sehingga nilai piksel dari histogram citra dipresentasikan ke nilai biner (0 dan 1) sebanyak 256 skala keabuan citra. Data penelitian ini terdiri dari data pelatihan dan data pengujian sistem dimana data pelatihan terdiri dari 24 citra kemudian diperoleh kandidat 6 citra terbaik dan data pengujian sebanyak 54 yaitu 30 citra dalam kondisi sakit dan 24 citra dalam kondisi sehat. Tingkat keberhasilan dari penelitian ini dapat di lihat dari hasil pengujian dimana hasil pengujian data pelatihan tingkat akurasi sebesar 100%, data uji citra sakit 90% dan data uji citra sehat 100% sehingga secara keseluruhan didapatkan tingkat akurasi sebesar 95% dengan tingkat kegagalan 5%. Dari hasil sistem menggunakan JST backpropagation maka dapat disimpulkan bahwa perangkat lunak ini layak digunakan untuk pengidentifikasi penyakit ice-ice pada citra rumput laut.
TAZKYATUN NISSA
· Thesis · Open Access
RANCANG BANGUN MINI WEB SERVER UNTUK
SISTEM PEMANTAUAN INTENSITAS CAHAYA
BUDIDAYA RUMPUT LAUT BERBASIS LORA
Nama Mahasiswa : Tazkyatun Nissa
NPM : 16.403020.08
Dosen Pembimbing : Rudy, S.T., M.T.
ABSTRAK
Rumput laut, seperti Eucheuma cottonii merupakan salah satu komoditas kelautan yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat yang tinggi bagi manusia. Dalam pengelolaannya, rumput laut membutuhkan cahaya matahari untuk melakukan proses fotosintesis, sehingga semakin dalam perairan dan semakin sedikit cahaya matahari yang masuk maka semakin sedikit pula rumput laut yang dapat tumbuh. Selain itu, penempatan rumput laut juga melihat kondisi perairan dengan ekosistem hayati dan pencahayaan matahari yang baik, yang biasanya itu terletak cukup jauh dari wilayah pesisir. Hal inilah yang seringkali membuat budidaya rumput laut menjadi tidak efektif dan efisien, dengan cost pembiayaan yang tinggi, karena petani rumput laut harus selalu datang sewaktu-waktu ke lokasi yang cukup jauh tersebut guna memantau secara langsung kondisi rumput laut.
Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan rancang bangun mini web server untuk sistem pemantauan intensitas cahaya budidaya rumput laut berbasis LoRa. Mini Web Server digunakan sebagai basis data yang akan menampung, menyimpan dan menampilkan data intensitas cahaya yang diambil menggunakan sensor BH1750 secara berkala melalui jaringan transmisi frekuensi radio LoRa dengan jarak yang cukup jauh. Mekanisme kerjanya adalah Node yang telah dipasangi sensor BH1750 akan mendeteksi data intensitas cahaya pada koordinat budidaya rumput laut, lalu mengirimkan ke gateway LoRa. Gateway berperan untuk mengumpulkan data lalu mengirimkannya ke web server. Dari web server ini kemudian data akan ditampilkan menggunakan GUI Node-RED ke pengguna dengan mengakses IP address/ nama domain dari web server tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu bekerja dengan baik pada jarak terjauh penelitian ini adalah 300 meter, yang mana data sensor pada Node dapat diterima dengan baik oleh web server untuk disimpan dalam database dan ditampilkan dalam bentuk web Node-RED ke pengguna, diperoleh bahwa sistem memberikan data terbaik saat berada pada jarak 100 meter dengan nilai rata-rata akurasi adalah 97.17 %, nilai rata-rata error adalah 1.56 %, dan rata-rata waktu delay 14 detik sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem ini cukup efektif dan efisien karena mampu mempertahankan nilai rata-rata akurasi diatas 95 %.
DANNU PRIANTARA IMULY
· Thesis · Open Access
Pengujian pestisida berbahan aktif kitosan sebagai alternatif pestisida masih relevan untuk dilakukan, khususnya terhadap hama kutu daun yang menjadi hama penting pada tanaman sayur-sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh beberapa jenis pestisida berbahan aktif kitosan; (2) konsentrasi pestisida; dan (3) interaksi antara jenis pestisida dan konsentrasi terhadap hama kutu daun pada tanaman kacang panjang. Penelitian faktorial menggunakan rancangan acak kelompok. Faktor pertama jenis pestisida berbahan aktif kitosan, yang terdiri dari kontrol (J0), kitosan murni (J1), soft guard (J2), super biovit (J3). Sedangkan, faktor kedua yaitu konsentrasi pestisida yang terdiri dari 0.1% (K1), 0.3% (K2), dan 1% (K3). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 48 unit percobaan. Data dianalisis menggunakan Analysis of variance (Anova), dan perbandingan antar rata-rata menggunakan Duncan Multiple range Test (DMRT). Hasil penelitan menunjukkan; (1) pengaruh perlakuan bersifat tunggal atau tidak terdapat interaksi antara jenis pestisida berbahan aktif kitosan dengan konsentrasi pada seluruh parameter pengamatan; (2) pengaruh jenis pestisida berbahan aktif kitosan berbeda nyata hanya pada rata-rata populasi kutu daun 1 dan 3 hari setelah aplikasi pertama. Sedangkan, pestisida berbahan aktif kitosan jenis soft guard memiliki kecenderungan mengendalikan populasi kutu daun lebih tinggi dibandingkan dengan jenis pestisida lainnya; dan (3) pengaruh konsentrasi pestisida tidak berbeda nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Namun, konsentrasi 1% memiliki kecenderungan menghambat populasi kutu daun lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi lainnya. Tingginya populasi awal kutu daun, perilaku koloni kutu daun, metode aplikasi, dan sifat bahan aktif kitosan, diduga menjadi faktor yang mengurangi kemampuan pestisida mengendalikan hama kutu daun pada tanaman kacang panjang.
RAFIKA
· Thesis · Open Access
Rafika. 15201020081. 2020. “Hubungan Motivasi dengan Produktivitas Kerja Penyuluh Pertanian Lapangan di Kota Tarakan”. Dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Motivasi penyuluh mempengaruhi produktivitas kerja penyuluh. Kinerja penyuluh akan meningkat apabila tidak sering terjadi kendala yang datang saat akan melakukan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui tingkat motivasi kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan, (2) Untuk mengetahui tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan, (3) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis skala likert dan analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat motivasi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kota Tarakan menunjukkan hasil yang baik dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa tingkat motivasi kerja Penyuluh Pertanian di Kota Tarakan termasuk pada kategori tinggi, karena dilihat dari skor indikator kebutuhan untuk berprestasi yaitu 8, kemudian skor kebutuhan memperluas pergaulan yaitu 6 dan skor kebutuhan untuk menguasai suatu pekerjaan yaitu 3, Sehingga jumlah yang didapat dari keseluruhan parameter motivasi yaitu 17 dan termasuk kategori tinggi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kota Tarakan termasuk pada kategori tinggi, karena dilihat dari indikator skor kuantitas kerja yaitu 6, kemudian skor kualitas kerja kerja yaitu 9 dan skor ketepatan waktu yaitu 5. Sehingga jumlah yang didapat dari keseluruhan parameter produktivitas kerja yaitu 20 dan termasuk kategori tinggi. Maka dapat di simpulkan bahwa tingkat motivasi kerja penyuluh pertanian lapangan di Kota Tarakan termasuk dalam golongan tinggi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian lapangan di Kota Tarakan termasuk dalam kategori tinggi. hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat motivasi kerja dengan produktivitas kerja. Dengan motivasi yang tinggi dapat meningkatkan produktivitas kerja yang tinggi juga. Hal ini dapat dilihat dari skor motivasi yaitu 17 termasuk kategori tinggi dan skor produktivitas yaitu 20 termasuk kategori tinggi. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah dalam pengembangan dan peningkatan kualitas SDM serta mempersiapkan perencanaan dana untuk peningkatan penghasilan pegawai dan Kepada pemerintah daerah agar dapat merancang dan menetapkan standar mutu pekerjaan, agar seluruh pegawai dapat meningkatkan kualitas pekerjaannya.
RINA YULYANTI
· Thesis · Open Access
sistem agribisnis perkebunan kelapa sawit rakyat Koperasi Anugrah Tani mulai dari subsistem hulu yaitu pengadaan input, subsistem usahatani/on farm yaitu kegiatan pengolahan lahan, penanaman dan perawatan tanaman, subsistem hilir yaitu kegiatan panen dan pengangkutan hasil panen, subsistem pemasaran yaitu kegiatan pemasaran hasil ke pabrik PKS, dan subsistem penunjang yaitu lembaga-lembaga yang mendukung kegiatan perkebunan dari subsistem hulu hingga subsistem pemasaran. Terdapat keterkaitan kebelakang (backward linkage) dan keterkaitan kedepan (forward linkage) pada sistem agribisnis perkebunan kelapa sawit rakyat Koperasi Anugrah Tani. Rancang model kelembagaan perkebunan Koperasi Anugrah Tani mengacu pada sistem agribisinis yaitu : kelembagaan hulu, kelembagaan usahatani/on farm, kelembagan hilir, kelembagaan pemasaran dan kelembagaan penunjang. Rancang model dibuat mengacu pada penelitian Kusnandar (2013), yaitu berdasarkan empat dimensi antara lain : kondisi lingkungan eksternal, motivasi kelembagaan, kapasitas kelembagaan, dan kinerja kelembagaan. Rancangan kelembagaan yang diarahkan dapat memenuhi keempat dimensi tersebut sehingga efektifitas dan keberlanjutan kelembagaan dapat terjamin.
TRISRIWATI
· Thesis · Open Access
LABU KUNING TERMASUK DALAM TANAMAN SEMUSIM YANG SEKALI BERBUAH LANGSUNG MATI, TANAMAN LABU DI INDONESIA BISA TUMBUH DAN BERKEMBANG DENGAN BAIK, PEMBUDIDAYAAN LABU SECARA KHUSUS OLEH PETANI MEMANG JARANG DILAKUKAN. SEHINGGA PENERAPAN TEKNIK BUDIDAYA YANG TEPAT MAMPU MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN LABU KUNING. SALAH SATU TEKNIK BUDIDAYA YANG DILAKUKAN ADALAH MELALUI PEMANGKASAN YANG DILAKUKAN DENGAN TUJUAN MENGURANGI PERTUMBUHAN VEGETATIF SEHINGGA HASIL FOTOSINTAT DIFOKUSKAN UNTUK MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN GENERATIF TANAMAN. PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TERHADAP BERBAGAI PERLAKUAN PEMANGKASAN PUCUK TANAMAN LABU KUNING. METODE PENELITIAN MENGGUNAKAN RANCANGAN ACAK KELOMPOK (RAK) DENGAN 1 (SATU) FAKTOR YAITU PEMANGKASAN PUCUK DENGAN 5 ULANGAN. VARIABEL PENELITIAN DIANALISIS MENGGUNAKAN SIDIK RAGAM. PERLAKUAN YANG DIGUNAKAN ADALAH P1= PEMANGKASAN RUAS KE-4, P2= PEMANGKASAN RUAS KE-6, P3= PEMANGKASAN RUAS KE-8 DAN PEMANGKASAN RUAS KE-10. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN BAHWA PERLAKUAN PEMANGKASAN PUCUK (P1, P2, P3 DAN P4) TIDAK BERPENGARUH NYATA TERHADAP PARAMETER PENGAMATAN PERTUMBUHAN PANJANG CABANG, DIAMETER BATANG CABANG, JUMLAH CABANG, JUMLAH DAUN DAN PARAMETER PERTUMBUHAN HASIL YAITU WAKTU BERBUNGA, DIAMETER BUAH DAN BERAT BUAH TANAMAN LABU KUNING. AKAN TETAPI PERLAKUAN P1 MAMPU MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DIAMETER BATANG PADA UMUR (35, 42, 49, 56, 63, 7 DAN 77 HARI SETELAH TANAM) DAN PERLAKUAN P2 MAMPU MENINGKATKAN PERTUMBUHAN PANJANG CABANG PADA UMUR (35, 42 DAN 49 HARI SETELAH TANAM), PERTUMBUHAN JUMLAH DAUN PADA UMUR (35, 42 DAN 63 HARI SETELAH TANAM) DAN MAMPU MENINGKATKAN BERAT BUAH LABU KUNING, SEDANGKAN PERLAKUAN P3 MAMPU MENINGKATKAN PERTUMBUHAN JUMLAH CABANG PADA UMUR (49, 56 DAN 63 HARI SETELAH TANAM), JUMLAH DAUN PADA UMUR (63, 70 DAN 77 HARI SETELAH TANAM) DAN MENINGKATKAN DIAMETER BUAH SERTA WAKTU BERBUNGA TANAMAN.
WAHYU VIOLITA EKA SARI
· Thesis · Open Access
WAHYU VIOLITA EKA SARI. 1640202033. 2020. Analisis Kebijakan Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Dibimbing oleh Adi Sutrisno. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Tujuan penelitian (1) mengetahui kebijakan distribusi pupuk bersubsidi di Indonesia, (2) mengetahui pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan, dan (3) mengetahui apakah pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.Hasil penelitian menjelaskan bahwa kebijakan pupuk bersubsidi yang sudah ada di Indonesia, sudah sesuai dengan proses distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan, di mulai dari Lini I adalah lokasi gudang produsen pupuk, yaitu pupuk dari PT. PKT Bontang dan PT. Petrokimia Gresik. Lini II adalah gudang penyanggah yang berada di Ibukota Provinsi Kaltara yaitu Tg. Selor. Lini III adalah gudang distributor yang berada di Kabupaten Bulungan. Lini IV adalah gudang pupuk dikios pengecer, kemudian diberikan kesasaran yaitu kelompok tani atau petani dengan demikian maka penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan sudah sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
DATUK MUHAMMAD FADHIL AYESHA
· Thesis · Open Access
PERMASALAHAN YANG CUKUP PENTING BAGI INDUSTRI RUMAH TANGGA ADALAH PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU. DALAM HAL INI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY BISA SAJA MENGALAMI KEKURANGAN BAHAN BAKU KHUSUSNYA UNTUK BAHAN BAKU UTAMA YAITU CABAI. SEHINGGA DIBUTUHKAN MANAJEMEN PERSEDIAAN YANG OPTIMAL UNTUK MEMINIMALISIR RESIKO TERHAMBATNYA KEGIATAN PRODUKSI. OLEH KARENA ITU RESIKO-RESIKO DALAM USAHA PERLU DITANGANI/DICEGAH SEDINI MUNGKIN. TUJUAN PENELITIAN: (1) MENGETAHUI KARAKTERISTIK USAHA DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY; (2) MENGETAHUI PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY; (3) MENGANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR MENGGUNAKAN ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK, REORDER POINT, DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM. PENELITIAN INI MERUPAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF DENGAN PENDEKATAN KUANTITATIF MENGGUNAKAN METODE PURPOSIVE SAMPLING DENGAN INFORMAN KUNCI, METODE ANALISIS MENGGUNAKAN ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK, REORDER POINT DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM. HASIL PENELITIAN: (1) INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY ADALAH USAHA RUMAHAN YANG MEMPRODUKSI SERTA MEMASARKAN ANEKA PRODUK MAKANAN, SALAH SATUNYA ADALAH SAMBAL BANJAR. INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY BELUM MENERAPKAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KARENA CABAI RAWIT YANG DIBELI LANGSUNG DIOLAH HABIS DALAM SEKALI PRODUKSI; (2) PENGENDALIAN PERSEDIAAN DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY MEMBUTUHKAN CABAI RAWIT SEBANYAK 448 KG SELAMA SETAHUN DENGAN KUANTITAS SEKALI PESAN SEBANYAK 4 KG, DAN BIAYA PEMESANAN SELAMA SETAHUN SEBESAR RP 1.378.048, BIAYA PENYIMPANAN SELAMA SETAHUN SEBESAR RP 350.000 SEHINGGA TOTAL BIAYA PERSEDIAAN SEBESAR RP 1.728.048 DALAM SETAHUN, DENGAN LEAD TIME SELAMA 3 HARI; (3) ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY DIDAPATKAN PEMESANAN YANG OPTIMUM SEBESAR 7,9 KG, SAFETY STOCK SEBESAR 1,4 KG, REORDER POINT SEBESAR 5,162 KG DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM SEBESAR 9,4 KG. INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY SEBAIKNYA MENGGUNAKAN SAFETY STOCK, REORDER POINT DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KEKURANGAN BAHAN BAKU CABAI RAWIT SEHINGGA PROSES PRODUKSI TETAP BERJALAN LANCAR.
HALIJAH
· Thesis · Open Access
Halijah. 15201020103. 2020. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Buah Kopi Robusta Di Desa Kaliamok Utara Kabupaten Malinau”. Dibimbing Oleh Elly Jumiati. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Kopi merupakan salah jenis tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis yang lumayan tinggi. Melihat kondisi wilayah yang cukup berpotensi dan dukungan wilayah yang cukup besar serta mayoritas penduduk yang secara turun menurun berkerja di sektor pertanian menjadi faktor pendukung utama dalam membudidakayan kopi di Desa Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau. Desa Kaliamok merupakan salah satu daerah yang membudidayakan perkebunan kopi di Kecamatan Malinau Utara, namun seiring dengan perkembangan tersebut, banyak petani kopi yang tidak mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi hasil produksi kopi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui produksi kopi di Desa Kaliamok Kabupaten Malinau (2) untuk mengetahui pengaruh luas lahan, jumlah tanaman, pupuk kandang, pupuk NPK dan tenaga kerja terhadap produksi buah kopi di Desa Kaliamok Kabupaten Malinau. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara metode Non Probability sampling yaitu teknik sampel dengan Sampling Jenuh (Sensus), dan Analisis data menggunakan program SPSS 25 64x regresi linier berganda dengan menggunakan persamaan Cobb Douglas untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi produksi buah Kopi robusta di Desa Kaliamok. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis produksi buah kopi di Desa Kaliamok, dengan jumlah produksi rata-rata 1.209 kg persatuan luas. Besarnya nilai R² sebesar 0,968 yang berarti bahwa besarnya pengaruh dari variabel luas lahan, jumlah tanaman, pupuk kandang, pupuk NPK dan tenaga kerja sebesar 96,8% terhadap hasil produksi sedangkan sisanya sebesar 0,032% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti. Pada uji F didapat nilai F sebesar 30,447 dengan tingkat sig 0,001 0,05 maka secara bersama-sama mempengaruhi hasil produksi buah kopi robusta (Y) Di Desa Kaliamok. parsial/uji t variabel jumlah tanaman menunjukan pengaruh yang signifikan sebesar 0,0440,05 terhadap hasil produksi, sedangkan variabel luas lahan berpengaruh tidak nyata dan tidak signifikan terhadap hasil produksi, sedangkan variabel pupuk kandang dan tenaga kerja bertanda negatif menunjukan hubungan yang terbalik pupuk kandang dan tenaga kerja terhadap hasil produksi maka tidak berpengaruh nyata dan tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi kopi di Desa Kaliamok. Adapun saran yang dapat diberikan yaitu Petani perlu memperhatikan penggunaan faktor produksi dan teknik dalam budidaya kopi agar dapat meningkatkan produksinya. Bagi petani untuk mencapai tingkat produksi yang tinggi, perlunya melakukan peningkatan terhadap faktor-faktor produksinya sehingga mencapai produksi yang tinggi. Seperti memperluas lahan dan memaksimalkan pemanfaatan lahan serta memperhatikan jumlah tanaman dengan jarak pertanam dimana untuk mendapatkan hasil produksi yang optimal. Serta perlu perawatan yang lebih baik lagi pada saat musim pemeliharaan agar bisa meningkatkan hasil produksi petani Kecamatan Malinau Utara. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan metode analisis terbaru agar dapat menjelaskan lebih terperinci mengenai penelitian tersebut.
ULYL KHASANAFA
· Thesis · Open Access
Ulyl Khasanafa. 15201020093. 2020. “ Analisis Pendapatan Dan Kepemilikan Jiwa Wirausaha Pedagang Sayur Keliling Di Wilayah Kecamatan Tarakan Timur ”. Dibimbing oleh Anang Sulistyo. Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis Universitas Borneo Tarakan. Tujuan penelitian yang (1) untuk mengetahui pendapatan usaha pedagang sayur keliling di wilayah Kecamatan Tarakan Timur, (2) untuk mengetahui kepemilikan jiwa wirausaha pedagang sayur keliling di wilayah Kecamatan Tarakan Timur, (3) untuk mengetahui hubungan antara pendapatan dengan kepemilikan jiwa wirausaha pedagang sayur keliling di wilayah Kecamatan Tarakan Timur. Metode penentuan sampel menggunakan kuota sampling dengan jumlah 30 responden. Pendapatan pedagang sayur keliling di wilayah kecamatan Tarakan timur sebesar Rp. 54.411 per hari, jika perbulan pendapatan yang di hasilkan sebesar Rp. 1.620.000 jika dibandingkan upah minimum kota Tarakan yang sebesar Rp. 3.756.824 jauh berbeda karena penelitian ini hanya menghitung pendapatan dari sayuran saja. Kepemilikan jiwa wirausahawan sebagian besar sebanyak 28 responden (93%) telah memiliki jiwa wirausaha dan sifat sebagai wirausaha yang kuat. Sedangkan yang masih memerlukan pembekalan sebanyak 2 responden (7%). Hubungan antara pendapatan dengan kepemilikan jiwa wirausaha bersifat lemah dengan nilai r (0,319
KASMAWATI
· Thesis · Open Access
Kecamatan Sebatik Utara merupakan salah satu daerah sentra produksi tanaman kelapa sawit di Kabupaten Nunukan. Aktivitas perdagangan antar negara sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal didaerah perbatasan khususnya daerah Sebatik. Pasar yang ada di Tawau menjadi tempat bagi petani di Sebatik untuk menjual hasil sumber daya mereka, salah satu diantaranya ialah komoditas kelapa sawit yang merupakan komoditas unggul di Daerah Sebatik khususnya Desa Lapri. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengetahui saluran pemasaran kelapa sawit petani di Desa Lapri (2) Menganalisis margin pemasaran yang diperoleh masing-masing lembaga pemasaran kelapa sawit (3) Menganalisis farmer’s share yang diterima petani (4) Menganalisis besarnya efisiensi saluran pemasaran kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis margin pemasaran, farmer’s share dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil dalam penelitian ini ialah terdapat dua saluran pemasaran dengan margin, famers share dan perhitungan efisiensi yang berbeda – beda. Pada pola pemasaran I diperoleh total margin sebesar Rp 412/kg dan pada saluran pemasaran II diperoleh total margin sebesar Rp 548/kg. Hasil perhitungan farmer’s share pada pola pemasaran I diperoleh sebesar 73%, dan pada pola saluran pemasaran II diperoleh sebesar 63%. Berdasarkan perhitungan efisiensi diketahui bahwa saluran pemasaran I merupakan saluran yang efisien karena bagian yang diterima petani terbilang besar yaitu 73%, sedangkan pada pola saluran pemasaran II merupakan saluran yang kurang efisien karena hasil analisis efisiensinya lebih besar dari saluran pemasaran I yaitu sebesar 36,6%.
HABIBAH AINI
· Thesis · Open Access
Indonesia memiliki keanekaragaman sumber daya hayati yang melimpah salah satunya adalah Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Tumbuhan memiliki kemampuan sebagai antioksidan, antimikroba, antivirus, antiradang, antialergi dan antikanker karena adanya senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada tumbuhan tersebut seperti alkaloid, flavonoid, saponin dan steroid. Oleh karena itu, tumbuhan hutan penelitian Borneo diduga memiliki potensi yang sama sebagai antibacterial agent dan Antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi paling efektif dari ekstrak tumbuhan Hutan Penelitian Borneo yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan potensi sebagai Antioksidan. Pada uji antimikroba mengunakan metode difusi agar sumuran dengan mengunakan beberapa jenis tumbuhan dengan variasi konsentrasi 2500 ppm, 5000 ppm dan 10000 ppm. Kontrol positif mengunakan Chloramphenicol dengan konsentrasi 100 ppm dan kontrol negatifnya etanol 40%. Pada uji antioksidan mengunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) dengan variasi konsentrasi 25 ppm, 50 ppm dan 100 ppm. Kontrol positif mengunakan vitamin C. Hasil penelitian menunjukan aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan ekstrak daun P. alternifolium konsentrasi 25 ppm hingga 100 ppm pada konsentrasi 100 ppm nilai persentase hambat sebesar 87,19%. tidak berbeda nyata dengan vitamin C sehingga aktivitas antioksidan ekstrak daun hutan Borneo diindikasi sama dengan vitamin C. Hasil yang diperoleh pada uji antimikroba penghambatan tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak daun F. fulgens memiliki aktivitas penghambatan tertinggi ditunjukkan pada konsentrasi 10000 ppm terhadap bakteri S. sobrinus, P. acne dan S. mutans tetapi konsentrasi paling efektif yaitu 2500 ppm secara berturut-turut sebesar 58,4%, 57,6% dan 50%.
BESSE HERA
· Thesis · Open Access
Permasalahan penyuluh saat ini salah satunya karena lemahnya kompetensi penyuluh yang di sebabkan ketidak sesuaian latar belakang pendidikan dan kurangnya pelatihan, hal tersebut berpengaruh juga terhadap kinerja penyuluh pertanian. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui pendidikan formal dan non formal penyuluh di kota tarakan, (2)Untuk mengetahui kinerja penyuluh di kota tarakan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini di analisis secara deskriptif dan analisis Skala Likert. Hasil penelitian Pendidikan formal penyuluh pertanian di Kota Tarakan bervariasi yaitu S1 dan S2, dengan berbagai latar belakang jurusan yang meliputi agronomi, budidaya tanaman, teknologi hasil pertanian, kehutanan, peternakan dan pertanian, sosial ekonomi pertanian, budidaya pertanian. Dan Pendidikan non formal yang diikuti meliputi pelatihan, seminar-seminar, rakor, bimtek, diklat dasar penyuluh. lama pendidikan formal yang di ikuti penyuluh yaitu sebanyak 21 kali/tahun, sedangkan yang paling sedikit yang di ikuti yaitu sebanyak 1 kali/tahun. Kinerja penyuluh pertanian di Kota Tarakan dalam golongan tinggi di lihat dari indikator persiapan (tinggi), pelaksanaan (tinggi), dan evaluasi (tinggi). Saran, Pendidikan non formal lebih di tingkatkan lagi agar penyuluh yang belum memiliki atau belum mengikuti pelatihan atau seminar dapat mengikutinya dan pendidikan non formal ini juga lebih di tujukan kepada penambahan wawasan tentang pertanian secara khusus. Kompetensi penyuluh perlu di tingkatkan melalui pendidikan formal dengan jenjang yang lebih tinggi agar kinerjanya semakin meningkat.
ZULVIANI
· Thesis · Open Access
Potensi laut di Indonesia menjadi peluang pengembangan usaha kelautan dan perikanan yang masih memiliki prospek yang baik salah satunya adalah rumput laut. Budidaya rumput laut menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat pesisir. Mengikutsertakan perempuan dalam proses produksi budidaya rumput laut dapat menjadi alternatif untuk berkonstribusi dalam peningkatan pendapatan masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran yang dapat dilakukan oleh laki-laki dan perempuan pesisir dalam aktivitas budidaya rumput laut di Pantai Amal Kota Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Bagaimana karakteristik tenaga kerja dalam budidaya rumput laut (2) Bagaimana peran laki-laki dan perempuan dalam aktivitas budidaya rumput laut (3) Berapa alokasi waktu tenaga kerja laki-laki dan perempuan dalam aktivitas budidaya (4) Berapa besar pendapatan keluarga petani dan kontribusi pendapatan wanita tani dalam aktivitas budidaya rumput laut. Metode dalam penelitian menggunakan metode Slovin dan simple random sampling. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu umur responden di Pantai Amal tergolong produktif dengan rata-rata umur dibawah kisaran 60 tahun, rata-rata tingkat pendidikan responden adalah SD, pengalaman kerja rata-rata 6-7 tahun, jumlah tanggungan keluarga yaitu rata-rata 4 orang. Peranan tenaga kerja dalam budidaya rumput laut yaitu pria berperan pada semua kegiatan budidaya sedangkan wanita berperan pada proses pembibitan dan penjemuran. Adapun tenaga kerja mengalokasikan waktunya pada budidaya ini sebesar 7,22 HKP dengan jumlah jam kerja rata-rata sebesar 7,22 untuk laki-laki dan 6,32 HKP dengan 7,90 jam untuk perempuan dalam sehari. Besarnya kontribusi tenaga kerja terhadap total pendapatan keluarga yaitu laki-laki sebesar 71% dan perempuan sebesar 41% dari keseluruhan kegiatan budidaya rumput laut.
REKO IMANUEL BURENI
· Thesis · Open Access
Reko Imanuel Bureni. 1640202041. 2020. “Strategi Pengembangan Usaha Sarang Burung Walet Rumahan Studi Kasus di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai Kabupaten Nunukan”. Dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Usaha sarang burung walet rumahan merupakan usaha yang dikembangkan di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai. Numun belum adanya pengetahuan pengusaha sarang burung walet rumahan yang ada di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai tentang strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan di Desa Pagaluyon, Kecamatan Sembakung Atulai. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis matriks IFAS dan EFAS dan analisis SWOT. Hasil penelitian di peroleh strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan di Desa Pagaluyon, terletak pada kuadran I (Growth oriented strategy), maka alternatif strategi yang tepat digunakan adalah Strategi S-O, yaitu (1) Mengoptimalkan dan meningkatkan produksi sarang walet, harga jual sarang walet yang tinggi, dan kualitas produk sarang walet yang baik, dengan memanfaatkan pada penggolongan harga jual, permintaan pasar ekspor yang besar, festival hari-hari besar membuat meningkatnya harga sarang walet, dan kemajuan dibidang teknologi, informasi komunikasi dan transportasi yang mendukung peningkatan, promosi dan penjualan sarang walet dalam pengembangan usaha sarang burung walet, (2) Memberikan jaminan terhadap produk dalam hal bentuk dan warna sarang walet, kualitas produk sarang walet dengan khasiat sarang burung walet sebagai bahan pangan fungsional yang sangat bermanfaat bagi kesehatan sehingga menjadikan permintaan pasar ekspor yang semakin besar, (3) Mengoptimalkan dan meningkatkan produksi sarang walet, bentuk dan warna sarang walet, dan kualitas sarang walet untuk memperluas jaringan pasar sarang walet dengan melakukan promosi melalui kamajuan dibidang teknologi, informasi, komunikasi dan transportasi dalam memenuhi permintaan pasar ekspor yang besar. Adapun saran dari hasil penelitian ini adalah (1) Bagi pemerintah agar dapat memperhatikan usaha sarang burung walet yang ada di Desa Pagaluyon, karena belum adanya perhatian dan kerja sama dari pemerintah dengan para pengusaha sarang burung walet yang ada di Desa Pagaluyon sehingga para pengusaha terkendala dalam hal pengetahuan pengembangan sumber daya manusia dan permodalan yang minim kiranya pemerintah dapat berpartisipasi dalam hal tersebut sehingga para pengusaha sarang burung walet dapat mengembangkan usahanya, (2) Bagi pengusaha sarang burung walet di Desa Pagaluyon. Dapat meningkatkan usaha sarang walet rumahan dengan memanfaatkan segala kekuatan dan peluang yang ada dalam usaha sarang burung walet dan meminimalisir kelemahan sehingga dapat mengatasi ancaman-ancaman yang ada dalam usaha sarang burung walet di Desa Pagaluyon.
SILVIA SRI WAHYUNINGSIH
· Thesis · Open Access
BERDASARKAN HASIL REGRESI YANG DILAKUKAN VARIABEL PENGAMBILAN RESIKO, BERSIKAP MANDIRI, PERCAYA DIRI, TEKUN BERUSAHA DAN DISIPLIN SECARA BERSAMA-SAMA BERPENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP VARIABEL PENDAPATAN DAN VARIABEL INOVATIF, TANGGAP TERHADAP PELUANG DAN BEKERJA KERAS TIDAK BERPENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP VARIABEL PENDAPATAN. PENGARUH SECARA SIMULTAN DAPAT DILIHAT DARI HASIL UJI F, DIMANA DIPEROLEH NILAI F HITUNG > F TABEL (24,202> 2,180), ARTINYA BERSIKAP MANDIRI, PENGAMBILAN RESIKO, TEKUN BERUSAHA, BEKERJA KERAS, DISIPLIN, INOVATIF, TANGGAP TERHADAP PELUANG DAN PERCAYA DIRI BERPENGARUH SECARA SIMULTAN TEHADAP VARIABEL PENDAPATAN. ADAPUN MODEL PERSAMAAN REGRESI TERSEBUT SEBAGAI BERIKUT: Y=13,049+0,76X_1+0,140X_2+0,120X_3+0,353X_4+0,211X_5+0,325X_6+0,104X_7+0,457X_8